POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Maaf


__ADS_3

Bandung...


Brian menatap sendu kearah istrinya yang saat ini tengah tertidur pulas di ranjang nya. Nafas yang begitu teratur dapat Brian dengar. Wajah cantik Intan kini terlihat banyak beban pikiran. Meskipun ia tidak pernah mengutarakan perasaannya. Namun, Brian sangat paham. Intan hanya ingin terlihat tabah dan kuat didepan semua orang terutama Mama dan Suaminya.


Apalagi ketika gunjingan para tetangganya yang sempat Brian dengar. Jika mereka sedang menghina istrinya yang hamil di luar Nikah. Dan telah mencoreng nama keluarga nya.


Tangan Brian terulur mengusap pelan wajah Cantik itu. Mengecup kening istrinya dengan sedikit lama. Hingga Intan merasakan sentuhan hangat Brian. Wanita hamil itu kini mulai mengerjapkan matanya. Menatap wajah tampan suaminya.


Intan mengulas senyum seperti biasanya. Senyum yang terpaksa ia berikan dengan sangat tulus. Meskipun hatinya selalu menangis akan semua dosa yang telah ia lakukan selama ini. " Aku ketiduran ya mas?. Sudah jam berapa ini? ". Tanya Intan dan mulai ingin bangkit dari tempat tidurnya.


Tapi, gerakan tubuh Intan di tahan oleh suaminya.

__ADS_1


" Lanjutkan saja istirahat nya sayang!. Ini masih jam tiga sore". Ucap Brian tersenyum teduh.


Intan pun membalas senyuman suaminya dengan tak kalah teduhnya. Walau bagaimana pun juga, Intan tidak akan menyalahkan Brian saja dalam hal ini. Karena Intan juga merasa sangat bersalah juga akan semua masalah kehidupan mereka yang rumit ini.


" Apa Mama belum pulang mas? ". Intan bertanya pada suaminya sembari menarik tangan Brian untuk ia dekap.


" Sepertinya belum sayang. Mungkin masih dalam perjalanan ". Brian ikut membenarkan tubuhnya , Agar lebih dekat dengan istrinya.


" Semoga dia nanti tidak meniru kelakuan Papinya! ". Lirih Brian tersenyum miris akan perjalanan hidupnya saat ini. Ia bahkan telah tega menyakiti hati dan menyiksa perasaan dua wanita yang sama sama mencintainya.


Sampai saat ini Brian pun masih tidak memberitahu keluarga nya sendiri. Bahkan sang kakek yang satu satunya keluarga nya saat ini. Entah apa yang akan di katakan kakeknya nanti. Jika, ia tahu kelakuan nya sekarang seperti apa.

__ADS_1


Sungguh ironis sekali memang jalan yang Brian tempuh . Ia juga kadang tak habis pikir , meniru dan menuruni siapa kebejatan nya itu.


" Aamiin". Jawab Intan mengulum senyum mengejeknya. Intan juga tidak ingin anaknya kelak ikut berlaku buruk seperti kedua orang tuanya ini. Sejahat dan sekotor apapun masa lalu kedua orang tuanya. Sebagai orang tua, mereka jelas tidak ingin anak anaknya kelak ikut menuruni perilaku buruk mereka.


" Dia pasti tampan seperti Papinya". Sambung Intan sembari ikut mengusap perutnya . Senyum Intan begitu tulus saat menatap perutnya yang semakin hari semakin membuncit dan menonjol .


" Dan dia juga akan jadi pria yang bertanggung jawab serta sabar seperti kamu sayang". Balas Brian tak kalah tulus nya.


Keduanya beberapa saat saling tatap satu sama lainnya. Dan keduanya pun sama sama merasakan kerinduan. Namun, Intan harus kuat menahan dirinya sampai anaknya nanti lahir. Karena jika memang keduanya masih berjodoh sampai sang buah hati hadir di antara keduanya nanti. Mereka juga harus kembali ijab qobul kembali.


Brian mengecup bibir Intan tanpa harus izin terlebih dahulu. Tapi, Brian tetap melanjutkan aksinya saat Intan mulai ikut membalas pagutan bibirnya. Keduanya mulai saling sesap satu sama lainnya dalam beberapa saat. Hingga Intan pun mendorong pelan dada suaminya. Ketika Brian mulai terbawa kabut gairah.

__ADS_1


" Maaf sayang". Ucap Brian lirih dan langsung bangkit dari ranjangnya. Namun, sebelum nya Brian mengecup kening istrinya. Setelah itu ia langsung masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2