POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Obat Paling Mujarab


__ADS_3

Mobil mewah bewarna hitam mengkilap. Saat ini telah terparkir di halaman depan rumah mewah dua lantai. Seorang pria berkulit putih dengan wajah tampan. Mulai membuka pintu mobilnya, Dengan menenteng kantong kresek bewarna putih.


Langkah nya begitu pasti memasuki rumah mewah. Dengan cat bewarna putih itu. Dan desain interior yang mewah. Sampai di dalam rumah, Ia memberikan kantong kresek itu pada art nya.


" Dimana istri ku? ". Tanya nya pada sang asisten rumah tangga nya.


" Nyonya sedang mandi tuan". Jawaban wanita paruh baya itu. Membuat senyum pria itu langsung mengembangkan senyuman nya.


" Tolong panaskan sate nya bik!!. Saya akan makan bersama istri saya nanti".


" Baik tuan".


Pria itu adalah Brian, Wajahnya yang tadinya kusut dan penuh kepusingan . Karena masalah hidup nya, Yang begitu penuh dengan drama masa lalu. Dan di peran kan oleh sang ibu mertua nya. Kini, Wajah itu sedikit ceria kala mendengar istrinya sedang mandi.


Entah apalah yang membuat Brian. Bisa langsung ceria seperti itu. Wajahnya begitu sangat merona karena oecerian. Mungkin otaknya perlu penyegaran, Agar ia bisa menjernihkan kembali pikiran pikiran belibetnya beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


Ceklek...


Pintu kamar yang ternyata sama sekali tidak dikunci. Membuat Brian semakin berbinar. Istrinya satu ini, Memang selalu ceroboh. Dimana ia seakan tahu, Jika suaminya bisa datang kapan pun ia mau.


Brian langsung mengunci pintu kamarnya. Dari dalam, Sebelum ia ikut masuk kedalam kamar mandi, Bergabung bersama istrinya. Karena Brian bisa melihat, Pintu kamar mandi yang tersingit sedikit. Menandakan orang yang berada di dalam sana. Memang tidak menutup pintunya dengan benar.


Di tanggalkan nya semua kain yang ia kenakan tadi. Tak lupa Brian juga meletakkan. Ponsel serta jam tangan mewahnya di atas nakas samping ranjangnya. Lalu, Ia pun langsung mendorong pintu kamar mandinya. Dan masuk begitu saja.


Intan yang sedang berandam di dalam bathtub. Sambil mendengarkan musik slow. Membuat bumil itu sampai memejamkan matanya. Aroma therapy bunga mawar, Mulai menyeruak dalam indera penciuman Brian. Aroma tubuh Intan, Yang sejak dulu tidak pernah berubah.


" Sayang". Lirihnya pelan. Ketika ia melihat wajah suaminya tepat di depan matanya.


Namun, Suara itu kini malah menjadi suara des*ahan pelan. Ketika tangan besar Brian telah meremas dan memijat sikembar secara bergantian.


" Akh... ".

__ADS_1


Dan yah Intan tak bisa mencegah lenguhannya lagi. Ketika kini jari tangan suaminya. Malah sudah bermain nakal di area pangkal paha nya. Bahkan Brian semakin lama gerakan tangan itu, Malah semakin nakal dan lincah saja.


Tak mau kalah dengan suaminya. Intan pun melirik kearah jagung manis milik suaminya. Brian yang paham pun, Kini malah beridiri. Menyodorkan sang Jagung tepat di depan mulut Intan.


Dengan tatapan penuh menggoda nya. Intan mulai menjulurkan benda tak bertulang nya. Menyapu pangkal Jagung dengan lembut dan pelan. Membasahi nya dengan salivanya sendiri. Sambil sesekali menyesap pangkal jagung dan juga ujungnya.


" Ouh... Shitttt... ".


Racau Brian saat sesapan dan sedotan di area kepala jagungnya. Semakin lama semakin menggila saja. Bahkan, Brian malah ikut menekan kepala istrinya. Agar rasa sesapan itu semakin dalam. Dan hal itu tak membuat gerakan tangan dan jarinya , Di bawah sana berhenti.


Tak tahan terlalu lama dimainkan , Oleh mulut mungil istrinya. Brian pun kini ikut masuk kedalam bathtub. Dan menyuruh istrinya untuk duduk di pangkuan. Intan memang selalu paham. Dengan apa yang di inginkan oleh Brian suaminya. Sehingga tak perlu banyak bicara lagi, Bumil itu langsung mengarahkan sang Jagung manis berbiji, Kearah mekdinya.


" Aakhhh... ".


Racau Intan kala seluruh jagung manis itu telah masuk kedalam sana sepenuhnya.

__ADS_1


Irama goyangan dan juga cipratan air bathtub menjadi satu nada. Akan kenikmatan keduanya yang saling menikmati indahnya surga dunia. Dalam balutan gelora gairah asmara. Bahkan, Erangan dan juga lenguhan bahkan des*ahan . Tak bisa untuk di hindari lagi. Memuaskan diri masing masing dalam alunan nada ,yang seirama dengan hentakan tubuh keduanya.


__ADS_2