
Hari berganti minggu kini usia kandungan Intan juga sudah tampak begitu terlihat jelas. Dan hari ini Intan sudah ada janji dengan dokter kandungan. Ia akan melakukan USG untuk melihat jenis kelamin baby nya. Brian yang sudah dari semalam berada di Bandung. Kini ia tampak begitu segar dan rapi dengan memakai baju kaos santainya.
Intan juga tak kalah rapinya dengan dres sebatas lutut bewarna biru muda. Dengan perutnya yang sudah tampak mengembang. Membuat penampilan wanita itu terlihat seksi di mata suaminya. Apalagi ia sudah lama tidak membuka donat lumer milik istrinya. Padahal, tiap kali bersama Intan libido nya selalu naik kepermukaan. Membuat sang jagung kadang meronta di saat yang tidak tepat.
Namun, demi menghargai keputusan istrinya dan membuat Intan nyaman. Brian rela tidak menyentuh Intan saat ini. Meskipun sebenarnya hasratnya tak bisa di kontrol sama sekali.
" Ayo sayang, hati hati jalan nya! ". Brian menggandeng tangan Intan. Layaknya pasangan suami istri yang terlihat mesra setiap harinya.
Karena rasa dan perasaan Brian sampai saat ini tak akan pernah berubah untuk Intan. Malah semakin bertambah. Begitupula dengan Adel. Dua wanita yang sama sama berada dalam hatinya. Menempatkan diri pada tempat masing masing. Namun, sayangnya sampai saat ini Brian masih belum mempunyai keberanian untuk berkata jujur lagi pada Adel.
__ADS_1
Brian sebenarnya bukan tidak berani. Namun, Brian hanya menjaga perasaan Adel yang sudah pernah terluka olehnya. Dan saat ini Brian cuma ingin membuat kedua wanitanya. Sama sama bahagia berada dalam genggaman nya.
" Mas, sebelum kerumah sakit kita mampir dulu di kedai teh Lilis ya! . Aku tiba tiba pengen jajan cireng". Tutur Intan antusias.
Brian pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum. Ia bahagia jika Intan sudah kembali ceria lagi seperti dulu. Karena sejak mereka di pertemukan kembali. Intan sedikit berubah padanya. Wanita itu lebih banyak diam dan cenderung cuek.
Brian pun membantu membukan pintu mobil untuk istrinya. Dan begitu sangat perhatian nya Brian dalam bersikap pada Intan. Pria itu begitu tulus mencintai Intan dan juga Adel. Meskipun ia memang salah dan serakah karena tetap ingin mempertahankan keduanya untuk selalu berada di sisinya.
Andai saja Adel, bisa menerima dan berusaha untuk ikhlas menerima madunya. Mungkin saja, kebohongan tak akan ada lagi di dalam rumah tangga mereka. Namun, balik lagi disini Adel hanya egois demi mempertahankan haknya. Ia sudah benar karena tak ingin membagi suaminya dengan wanita lain dalam versinya.
__ADS_1
" Sayang, apa tidak sebaiknya kita kembali saja ke Jakarta?. Aku sudah membeli rumah untuk tempat tinggal kita nantinya ".Brian mulai membahas tentang rencananya nanti. Saat ini mobil mereka pun sudah keluar dari pagar besi rumah mewah Intan.
" Aku takut mas".Jawab Intan lirih. " Aku takut mbak Adel malah memergoki mas saat kita sedang bersama nanti. Dan aku juga gak mau kalau sampai pernikahan mas dengan Mbak Adel hancur gara gara aku lagi".Sambungnya pelan.
Intan bukannya tidak mau untuk ikut suaminya kembali ke Jakarta. Ia juga sudah membuat keputusan bahwa Intan akan tetap melanjutkan pernikahan nya dengan Brian. Walaupun kedepan nya ia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka. Setidaknya Intan sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk Brian suaminya. Selebihnya, Intan tidak akan ikut pusing karena cemoohan orang orang di luar sana tentang diri-Nya.
" Sayang, rumah baru kita akan jauh dari rumah utama. Dan kamu tidak usah takut!. Secepatnya aku akan kembali mengobrol dengan Adel tentang hubungan kita ini. Dan aku harap kalian bisa saling menerima satu sama lainnya. Terutama Adel, aku juga berharap dia tidak akan egois lagi".
Setelah berpikir lama akhirnya Intan pun mengangguk kan kepala nya. Sebagai seorang istri Intan hanya bisa menurut. Ia tidak mau membangkang, Karena Intan jjga sedikit kasihan dengan Brian. Ia harus rela bolak balik Jakarta bandung setiap bulannya. Hanya untuk bisa mengatur waktu bersama para istrinya. Sedangkan pekerjaan Brian juga banyak. Intan tidak mau mengambil resiko akan keselamatan suaminya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang". Brian menggenggam tangan istrinya dan mencium punggung tangan itu. Membuat Intan tersenyum.
Nyatanya rasa cintanya pada Brian pun mampu mengalahkan segalanya. Jangan kan untuk berpisah, pergi menjauh saja sebenarnya Intan tak sanggup.