
Satu Minggu Kemudian...
Sampai saat ini hubungan Intan dan juga Brian masih jalan di tempat saja. Tak ada kemajuan apapun. Brian juga saat ini tengah menyiapkan dirinya. Untuk segera menikahi Intan meskipun dengan cara diam diam terlebih dahulu.
Intan yang awalnya goyah kini mulai untuk kembali meyakinkan dirinya. Karena itu demi buah hatinya juga. Intan tidak mau jika nanti anaknya lahir tanpa seorang Ayah dan menjadi cacian orang orang.
Hari ini Intan bahkan memberanikan diri untuk mengunjungi Mama Rena. Bahkan Intan datang bersama Brian. Namun, Intan sudah sepakat dengan Brian jika Brian akan mengaku single pada Mama Rena. Hal itu karena Intan memaksa Brian untuk berbohong pada Mamanya.
Bukan tanpa alasan Intan membuat kebohongan seperti itu. Karena Intan hanya menjaga kesehatan jantung sang Mama saja. Bahkan mereka juga akan menyembunyikan kahamilan Intan nantinya. Yang usianya hampir dua bulan itu.
Mobil yang di tumpangi Intan dan Brian kini sudah sampai di sebuah ruko dua lantai yang menjadi tempat usaha Mama Rena. Mobil mewah yang Mama Rena kenali itu mulai mencuri perhatian nya. Apalagi ketika Mama Rena melihat sang putri turun dari dalam mobil itu. Membuat hati seorang Ibu langsung senang .
" Intan ". Guman Mama Rena dan langsung keluar dari meja kasir untuk menyambut kedatangan putrinya. Namun, langkah Mama Rena terhenti ketika ia melihat sosok pria yang ikut turun dari mobil itu.
" Wah, itu siapa bu?. Pacarnya teh Intan ya?. Yaa Allah kasep pisan ". Seru karyawan Mama Rena menatap kagum pada sosok Brian.
" Udah sana kalian lanjutkan pekerjaan lagi!!. Jangan di tatap begitu nanti teman nya Intan malah canggung ".Mama Rena menyuruh karyawan nya untuk bubar.
" Assalamu'alaikum".
__ADS_1
" Waalaikumsalam, sayang kok mau pulang gak bilang bilang dulu?. Mama kan belum sempet belanja di rumah". Mama Rena memeluk sang putri meskipun baru beberapa hari Intan kembali dinas. Namun, rasa kangennya pada Intan sudah membuncah.
" Intan gak akan lama kok Ma. Intan kesini kan mau jemput Mama aja buat ikut Intan ke Jakarta beberapa hari! ".Ucapan Intan membuat Mama Rena terkejut dan sedikit bingung.
" Oh ya ma, kenalin dulu ini Brian pacar Intan Ma". Intan mulai mengenalkan Brian pada Mamanya. Dan Brian yang sejak tadi hanya diam kini langsung mengulurkan tangannya mencium punggung tangan Mama Rena dengan sopan dan senyum dibibirnya.
Mereka berdua pun layaknya pasangan kekasih yang tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sedikitpun juga. Dan entah apa yang akan terjadi jika sampai Mama Rena tahu. Tentang putrinya yang akan menikah dengan suami orang. Dan untuk kedepannya akan menjadi istri simpanan Brian.
" Ma, boleh kita ngobrol di ruang kerja Mama saja!!. Ada sesuatu hal yang ingin kami bahas sama Mama". Ucap Intan pelan dan mulai membimbing Mama Rena menuju ruangan yang ada di pojokan. Disana memang ada ruang kerja Mama Rena dan sekaligus tempat istirahat Mama Rena.
Intan dan Brian tidak mau obrolan nya di dengar oleh banyak orang.Apalagi saat ini keadaan toko Roti Mama Rena sangat ramai sekali.
" Apa?. Menikah? ".
Mama Rena sangat terkejut saat Brian sudah mengatakan maksud dan tujuan nya datang menemui nya. Dan hal itu langsung membuat Mama Rena menatap sang putri penuh curiga.
" Intan. Lihat Mama!!. Apa kamu sedang hamil saat ini?? ".
Deg...
__ADS_1
Pertanyaan Mama Rena membuat Intan hanya bisa menundukkan kepalanya saja.Mama Rena langsung curiga ketika Brian akan menikahi Intan tiga hari lagi. Dan Intan juga bilang jika mereka akan menikah di Jakarta. Apalagi saat keduanya malah sepakat akan menggelar pesta sederhana saja. Mengingat kedua orang tua Brian memang sudah tidak ada lagi.
" Jawab Mama Intan!!! ". Mama Rena sudah mulai berkaca kaca menahan rasa sesak di hatinya.
" Maaf tante!. Ini semua kesalahan saya. Intan memang sedang hamil tujuh Minggu. ". Jawab Brian dengan jujur dan sangat tegas. Ia tidak bisa melihat Intan menangis seperti ini.
Brian tahu ini semua awalnya adalah kesalahan dirinya sendiri. Hingga ia malah membawa Intan masuk kedalam hidupnya. Yang semakin kesini semakin runyam saja.
Mama Rena langsung lemas air matanya mengalir begitu saja. Ia merasa gagal menjadi seorang ibu yang menjaga putri semata wayangny. Mama Rena sangat malu akan kelakuan Intan saat ini. Namun, sebagai seorang Ibu. Mama Rena malah tidak akan tega jika sampai putrinya tidak di nikahi sama sekali.
Ia memang marah dan membenci Intan dan Brian karena kelakuan mereka yang tidak benar. Dengan tarikan nafas beratnya Mama Rena hanya bisa pasrah.
" Besok pagi kalian harus menikah disini!!! ".Ucap Mama Rena tegas.
" Tapi Ma kam...
" Kamu mau semua orang tau jika kamu telah hamil di luar Nikah?. Dan membuat Mama semakin malu lagi begitu?". Mama Rena sangat kecewa pada Intan. Tapi, Mama Rena akan menjadi sangat kejam jika seandainya ia menyuruh Intan membuang cucunya. Apalagi Brian juga mau bertanggung jawab untuk menikahi sang putri. Meskipun cara mereka salah.
" Baiklah saya siap Tante. Saya akan mengurus semua keperluan nya ". Jawab Brian sangat setuju karena saat ini bagi Brian menghalalkan Intan adalah langkah terbaik. Meskipun nantinya ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Adel sampai tahu.
__ADS_1
" Maafkan Intan Ma!!! ".Lirih Intan pelan nyaris tak terdengar.