
Rupanya Brian tak hanya satu atau dua hari saja berada di Surabaya. Dan ini adalah hari ke empat Brian dan Intan berada di kota itu. Apalagi Brian mendapatkan kabar dari Adel. Jika dia harus segera pulang ke Negaranya. Dan tidak bisa menunggu Brian sampai pulang ke Jakarta.
Brian sudah bisa menebak, Jika Adel pasti tidak akan bisa lama meninggalkan pekerjaan nya disana. Apalagi Adel datang dengan sangat tiba tiba tanpa memberitahu nya terlebih dahulu. Sebenarnya Brian sedikit curiga akan istrinya itu. Namun, sejauh ini Adel malah tidak pernah membahas masalahnya sama sekali. Adel juga masih menunjukkan sikap nya seperti biasanya saja.
Saat ini Brian dan Intan sedang berada di Mall terbesar di Surabaya. Saat sedang berkeliling tiba tiba Intan malah menginginkan es cream. Akhirnya Brian pun menuruti ngidam wanita nya itu.
" Kamu duduk disini saja ya!!. Biar aku yang beli". Ucap Brian sembari membimbing Intan menuju salah satu kursi panjang yang berada tak jauh dari kedai es krim.
Intan pun hanya menganggukkan kepalanya ". Mau rasa coklat Vanila aja sayang!!! ". Intan begitu semangat mengatakan nya.
Brian mengusuk kepala Intan pelan. Lalu menganggukkan kepalanya paha. Sikap Intan beberapa hari ini begitu manja padanya. Meskipun sebelum nya Intan juga selalu Manja. Tapi beberapa hari berada di Surabaya Intan malah semakin manja padanya. Bahkan tak jarang ia merengek untuk menginginkan sesuatu.
__ADS_1
Saat Brian masih mengantri di kedai es krim. Tiba tiba bahu Brian di tepuk oleh seseorang dari arah belakang. Dan betapa terkejutnya Brian saat melihat sahabatnya ada di tempat itu saat ini.
" Jery... " . Brian pun langsung di ajak menjauh dari kedai es krim oleh Jery sahabatnya. Lalu mereka berdua pun terlibat obrolan serius. Keduanya pun sesekali melirik kearah Intan yang saat ini memilih untuk berdiri karena ada wanita hamil besar yang ia suruh untuk duduk di tempat nya tadi.
" Gue harap loe bisa memutuskan yang terbaik Ian!". Ucap Jery yang langsung mengambil pesanan es krim nya dan kembali melangkah menghampiri istrinya.
Brian hanya bisa menatap punggung Jery yang telah hilang di balik store. Lalu Brian kembali menghela nafasnya kasar. Masalah yang ia sendiri ciptakan kini perlahan malah menjadi tombak besar akan kehancuran dirinya sendiri juga.
" Maaf sayang, agak lama antri soalnya". Brian menyodorkan es krim yang diinginkan oleh Intan. Tapi wanita itu masih bisa tersenyum meskipun ia memang sampai pegal menunggu Brian selesai mengantri.
" Terimakasih Mas". Ucap Intan begitu tulus. Membuat Brian sedikit kaget akan panggilan Intan barusan.
__ADS_1
" Tidak papa kan kalau aku panggil kamu mas mulai dari sekarang??? ". Tanya Intan sambil menjilati es krim nya.
Brian bukannya menjawab dia malah terbawa suasana akan aksi Intan yang saat ini menjilati es krim nya. Brian membayangkan Jagungnya kembali di basahi oleh benda tak bertulang itu lagi. Hingga membuatnya mabuk sampai tak mau berhenti.
" Sayang... ".
" Ah, iya sayang. Ada apa??? ". Jawab Brian langsung merubah ekspresi wajahnya. Yang tadinya mupeng kini berusaha untuk normal kembali.
" Kok malah melamun sih?. Ada apa?? ".Tanya Intan yang bingung akan ekspresi Brian barusan.
" Tidak ada apa apa sayang. Dan aku juga tidak sedang melamun kok". Bohong Brian penuh alasan. " Udah cepet abisin es krim nya!!. Udah itu kita cari makan ya! ". Intan menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.
__ADS_1
TBC
INGAT YA GENGS JANGAN BACA SEPOTONG SEPOTONG!!. KARENA AKAN BANYAK KEJUTAN DI SETIAP BAB NYA😜😜