
Brian langsung pulang kerumah nya setelah Intan tertidur pulas. Ia memang sudah meminta izin pada Intan. Dan Intan pun sangat mengizinkan Brian untuk segera pulang. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Setelah Brian keluar dari Apartemen Intan pun langsung bangun. Sebenarnya ia hanya pura pura tidur saja. Agar Brian bisa segera pulang kerumah nya. Siapa bilang Intan tidak merasa cemburu dan siapa bilang Intan tidak sesak. Saat membayangkan Brian sedang bersama istri nya.
Intan juga manusia biasa, Ia memang sadar akan kesalahannya. Ia juga sadar jika dirinya hanya orang ketiga. Yang sangat dinilai rendah dan tak punya hati oleh semua orang. Tapi, ketahuilah Intan bukan seorang pelakor yang menginginkan dan menguasai hak orang lain. Hatinya sangat peka dan juga sangat memikirkan bagaimana perasaan Adel istri sah Brian.
Tangis Intan pecah dalam kesendirian nya malam ini. Semenjak di nyatakan hamil Intan malah jadi semakin sensitif. Bahkan Intan belum bilang apa apa pada Brian jika usia kandungan nya saat ini telah masuk di minggu ke tujuh. Yang artinya akan segera dua bulan. Bahkan Intan dengan bodohnya tidak mengetahui nya sama sekali.
" Yaa Allah aku sangat berdosa dan telah membuat bayi ini ikut terseret kedalam masalah ini. Jika memang dia bukan yang terbaik untukmu. Aku mohon yaa Allah biarakan hati ini untuk ikhlas agar dia bisa kembali pada keluarganya ". Guman Intan sendiri sembari terisak dalam tangisan nya.
Intan tidak tahu apa Allah masih mau mendengarkan doanya. Sebagai seorang hamba yang selalu sadar melakukan dosa. Khilaf?. Mungkin kata itu bahkan tidak pantas sebagai ungkapan untuk mendiskripsikan dirinya. Sebab, ia melakukan nya dengan sangat sadar diri.
__ADS_1
Gadis itu bangun dan mulai beranjak dari dalam kamarnya. Ia sangat lapar karena ia juga belum makan sejak tadi. Beruntung hari ini perutnya tidak terasa mual seperti dua hari yang lalu. Hingga saat bertugas Intan kesulitan untuk memakan makanan apapun.
Pikiran Intan saat begini kacau. Padahal sebelum ia pergi dinas. Intan sudah setuju untuk menikah dengan Brian. Meskipun hanya pernikahan sirih saja.Namun, entah apa yang membuat Intan malah berubah pikiran seperti ini.
πΏπΏπΏπΏπΏ
" Sayang kau sudah pulang??? ".Adel menyambut kepulangan suaminya meskipun sudah sangat larut malam.
" Kenapa kau belum tidur??.Bukankah aku sudah bilang jangan menungguku Sayang!! ". Brian menghampiri Adel yang masih menunggu nya di sofa yang ada di dalam kamarnya itu.
" Aku hanya menunggu suamiku pulang. Apa itu salah??? ". Tanya balik Adel yang saat ini malah berdiri dan mulai meraba dada bidang Brian.
__ADS_1
" Sayang, jangan sekarang ya!!. Aku sangat lelah sekali hari ini". Tolak Brian halus yang sudah menebak apa yang di inginkan Adel saat ini.
Brian mengecup tangan istrinya. " Tidurlah!!. Aku mau bersih bersih tubuh dulu. Nanti aku menyusul ". Ucap Brian sembari tersenyum.
Adel pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja sambil berusaha untuk tetap tersenyum. Seorang Brian mulai menolak ajakannya. Padahal selama ini Brian tidak pernah bisa menolak dirinya. Adel mengepalkan kedua tangannya kesal. Saat suaminya sudah masuk kedalam kamar mandi.
Adel menarik nafasnya dalam lalu ia hembuskan dengan sangat kasar ". Adel, sabarlah!!. Demi rumah tangga kalian. Kau harus bisa lebih sabar lagi!! ". Batin Adel menguatkan dirinya sendiri.
TBC
HARI INI MA LIBUR UP YA BESTIE OTHOR LAGI KURANG FIT SOALNYA. HABIS ME TIME MALAH TEPAR ππ
__ADS_1