POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Kebingungan Brian


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan kerja tengah duduk seorang pria yang akan memiliki dua orang anak. Pikirannya sangat kacau dan tak pernah membayangkan sebelum nya. Apa yang telah terjadi di masa lalunya. Hingga kini hidupnya malah saling terkait satu sama lainnya.


Kecewa, marah, ragu, bingung dan pusing pastinya kini menjadi satu dalam dirinya. Kekecewaan terdalam akan ulah Sang ibu mertua. Dan di lain sisi ia pun sampai tak pernah menyangka. Jika putrinya selama ini adalah darah dagingnya bersama wanita keduanya.


Ya, Pria itu adalah Brian. Saat ini ia tidak tahu harus bilang apalagi. Brian takut mengatakan kenyataan pahit ini pada Intan istri keduanya. Namun, Brian lebih takut lagi jika pada akhirnya ia akan kehilangan salah satu di antara mereka.


Rasa kecewa Brian saat ini sangat mendalam pada Mama Ana. Ibu mertuanya itu terlalu jauh ikut campur urusan rumah tangga nya. Andai saja ia sejak dulu mendengar nasehat Sang kakek. Untuk tidak membebaskan Mama Ana dalam hubungan rumah tangga nya. Mungkin kejadian ini tidak akan terjadi.


Dunia ini terasa sangat sempit sekali. Dimana mereka malah bertemu dengan orang yang sama. Takdir begitu kejam padanya. Apakah dengan menyatukan mereka sekarang adalah bentuk dosa di masa lalu ibu mertuanya?. Atau apakah ini juga harga yang harus dibayar oleh dirinya juga.


" Aaarrgggghhh". Brian mengusap wajahnya kasar berulang kali. Bahkan rambutnya pun sudah berantakan.


Niatnya hanya ingin menghibur Intan dan mempertemukan Intan dengan sahabat lamanya. Dan ia juga ingin bertukar pikiran dengan Jery sahabatnya. Namun, Ia malah diberi kejutan tak terduga oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


" Kenapa jadi seperti ini? ". Raungnya pusing.


Beruntung saat ini ia sedang berada di dalam ruangan kerja nya. Yang ada di perusahaan, Karena setelah mendengar semua penjelasan dari Jery. Brian langsung pamit pulang dan mengantarkan istrinya terlebih dahulu kerumah. Setelah itu ia pamit pergi keperusahaanya. Untuk melihat berkas yang pernah Jery berikan padanya.


" Jadi, Rilli adalah Putri ku bersama Intan juga? ". Brian bertanya pada dirinya sendiri. Bahkan pria itu malah menertawakan semua kebodohannya selama ini.


Dimana ia sudah di tipu habis habisan oleh Mama Ana. Dan saking liciknya wanita itu, Brian pun sampai bisa ia kelabuhi. Brian pikir program bayi tabungnya dulu benar benar sukses. Hingga Adel bisa mengandung seorang bayi. Namun, Pada kenyataannya adalah sangat membuat dirinya tercengang.


" Donor Embrio ". Ulang Brian tersenyum pahit.


Drt... Drt... Drt....


Ketika ia sedang pusing ponselnya pun berdering. Di liriknya nama Adel memenuhi layar ponselnya.

__ADS_1


" Halo pi, Papi dimana?. Apa papi tidak jadi pulang? ". Tanya Adel dari balik sambungan telpon nya.


" Ya maaf sayang!. Aku akan kembali menginap dirumah Intan malam ini".


" Oh iya gak papa pi, Mungkin Intan juga lebih membutuhkan mu disana. Jangan khawatir aku tidak papa! ". Jawab Adel lagi.


" Dimana Rilli?". Tanya Brian mengalihkan pembicaraan nya.


" Sedang pergi keluar bersama Mama, Katanya mau beli es krim. Ada apa sayang? ".


" Oh, Tidak ada apa apa. Aku tutup dulu ya telpon nya. Soalnya sekarang aku sedang di perusahaan . Ada meeting dadakan bersama klien". Bohong Brian mengakhiri panggilan telepon dari Adel.


" Iya pi, I love you".

__ADS_1


" Hem".


Brian melemparkan ponselnya asal ke atas tumpukan kertas yang telah ia baca sejak tadi. Pria itu kembali mengusap wajahnya kasar. Ada kebingungan yang mendalam yang saat ini Brian rasakan. Ia tidak tahu bagaimana sikap Adel jika dia tahu nantinya. Dan begitupula dengan Intan. Brian tidak mau membuat kedua wanitanya kembali berseteru.


__ADS_2