
Brian menatap tubuh seorang wanita cantik yang saat ini tengah berdiri di pinggir kolam kecil yang ada di belakang Villa mewah. Sosok wanita yang selama satu bulan ini menghilang dari hidupnya. Wanita yang memang Brian akui telah menggeser posisi Adel di dalam hatinya.
Tak dapat di pungkiri jika perkataan Jery sahabatnya kemarin itu benar adanya. Jika dirinya mempunyai perasaan yang lebih untuk Intan istri keduanya . Namun, Brian juga masih tidak mau untuk kehilangan Adel. Wanita yang telah lama bersamanya. Wanita pertama yang ia cintai setelah Mommy nya.
Brian tidak dapat menyembunyikan rasa rindunya lagi saat ini. Ia melangkah lebar untuk menghampiri Intan. Yang mana bumil itu masih belum mengetahui kedatangan nya.
Greppp...
Intan terlonjak kaget saat tiba tiba lengan kekar melingkar di perutnya. Memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Bahkan dagu pria itu telah bertumpuh pada bahunya. Intan sangat paham bau parfume dan wangi tubuh siapa saat ini.
Air mata Intan menetes tanpa permisi lagi. Tak dapat ia pungkiri jika dirinya juga sangat merindukan Brian suaminya. Namun, rasa sakit hati di dalam dirinya belum juga dapat ia hilangkan. Intan hanya membeku tanpa ingin mengucapkan sepatah kata pun juga.
" Kenapa?. Kenapa kamu pergi begitu saja?. Apa kau tidak bahagia hidup denganku? ".Tanya Brian dengan suara tercekatnya.
__ADS_1
Mata Brian sudah tampak berkaca kaca. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sesak dan sedihnya. Melihat aksi Intan yang tampak dingin dan hanya diam membisu. Bahkan , Intan juga tak berontak saat Brian peluk.
Brian melonggarkan pelukannya dan kini langsung membalikkan tubuh Intan. " Lihat aku sayang!!. Katakan jika kau tak mencintai ku!. Katakan jika kau tak merindukan ku? ".Seru Brian sedikit emosi. Bahkan Brian sampai mengguncang kedua bahu Intan.
Intan langsung menatap wajah Brian dengan tatapan dinginnya. Bahkan Intan sedikit pun tak mengulas senyum seperti biasanya saat ia melihat wajah pria. Yang beberapa tahun ini telah masuk kedalam hidupnya. Pria yang sudah menempati hatinya.
" Pulanglah !. Tempat mu bukan disini. Ada istri dan juga anakmu yang mesti kau jaga dan kau cintai dirumah". Ucapan Intan begitu menyayat hati. Brian tak habis pikir kenapa Intan bisa berubah secepat ini.
" Kau juga istriku, ada anak aku juga di dalam rahimu saat ini. Apa kau lupa itu? ".Sentak Brian mulai prustasi. Brian pun langsung mengusap wajahnya kasar. Saat melihat Intan tersenyum kecut.
Begitupun dengan Intan, ia sebenarnya sangat terluka dan sangat sedih. Melihat penampilan Brian yang sedikit kacau bahkan wajahnya hampir di penuhi oleh bulu bulu halusnya. Yang bisa di tebak jika Brian juga tidak memperhatikan penampilan nya lagi.
" Anak? ". Sinis Intan . " Apa kau percaya jika yang aku kandung sekarang adalah anak kamu?. Bahkan seorang jal-aang seperti ku ini, mungkin tak pantas untuk mendapatkan cinta dari siapapun ".
__ADS_1
Deg...
Brian menatap sendu dan bahkan ia sangat terkejut mendengar ucapan Intan saat ini. Brian menggeleng kan kepala. Ia benar benar tak kuasa untuk menahan dirinya lagi. Brian kembali memeluk tubuh Intan yang rapuh itu.
" Maaf, jika mencintaiku bisa membuatmu terhina seperti ini!. Maaf jika aku bukanlah pria gentle. Dan maaf aku telah membuat hidupmu terluka!. Sungguh aku tidak tahu jika Adel telah menorehkan luka dengan kata kata nya! ". Lirih Brian merasa sangat bersalah.
" Aku mohon sayang jangan begini!. Jangan pernah ucapkan lagi kata kata itu!. Aku akan bicara lagi dengan Adel. Aku harap kamu tidak akan berubah! ". Brian sangat menyesal karena telah membuat Intan merasakan hinaan dari semua orang karena mencintai nya.
Bahkan, Brian juga tidak tahu jika Adel telah menghubungi Intan dan juga menemui Intan di Apartemen nya. Tak hanya itu saja, Adel juga sampai memaki maki Intan di depan orang banyak. Dan menyebutnya sebagai wanita rendahan . Kondisi Intan sangat rapuh dan sangat sensitif. Karena ia juga sedang hamil muda.
Ia bukanlah orang yang mudah menyerah, tapi, entahlah sejak hamil Intan jadi mudah tersinggung dan baperan. Tak tahan akan makian dan cacian Adel istri pertama Brian. Akhirnya Intan malah membuat keputusan sepihak. Karena Adel juga bilang jika Brian jauh lebih memilih dirinya dan anaknya daripada Intan.
Sebenci apapun Intan saat ini pada Brian dan Adel. Nyatanya rasa cinta nya jauh lebih kuat untuk Brian. Rasa rindu yang selama ini ia tahan. Meledak sudah, Intan membalas pelukan Brian. Dan menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
Dari dalam Villa Jery dan istrinya menatap iba pada pasangan suami istri yang ada di depan matanya saat ini. Tak ingin membenarkan salah satu pihak manapun. Tapi, Jery dan Istrinya hanya menolong karena rasa perikemanusiaan saja. Apalagi Intan juga sahabatan dengan Velyn istri Jery yang juga sahabat nya Brian.
Tak mungkin juga Velyn akan diam saja saat melihat sahabat nya butuh bantuan dan pertolongan. Tak menyikapi tentang apa yang telah Intan lakukan. Karena itu juga urusan rumah tangga mereka. Sebagai seorang sahabat Velyn dan Jery hanya bisa memberi masukkan dan nasehat. Agar mereka tidak saling menyakiti lagi satu sama lainya.