POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Baby Boy


__ADS_3

Laki laki dan kepekaan hatinya, Banyak yang berpendapat bahwa laki laki memiliki penggunaan akal pikiran dominan. Di bandingkan perempuan. Argument ini benar pada futrahnya karena ia adalah seorang pemimpin.


Namun, Perlu di sadari bahwa seorang laki laki tidak berhak membekukan hatinya. Sebab, seorang pemimpin yang baik akan berusaha memahami perasaan yang di pimpinannya. Sebelum memimpin keluarga ia harus bisa memimpin dirinya sendri dulu. Dan hati menjadi pusat pengendalian diri yang inti rohani.


Sulit memang menjalani bahtera rumah tangga, Dimana pemimpin atau kepala keluarga nya mulai goyah. Namun, akan jauh lebih sulit lagi jika telah menjalani dua pernikahan sekaligus. Tetapi, salah satunya tidak bisa untuk menerima dengan rasa ikhlas dan juga rela.


Kata ikhlas yang di artikan adalah keduanya bisa lenggowo dalam hal apapun. Tanpa ada rasa iri dan merasa di nomor duakan. Karena ikhlas yang benar adalah sama sama merasa plong saat apa yang kita terima tidak akan menjadi beban pikiran kembali.


Brian dan Intan baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan. Dimana, Brian sejak tadi selalu memancarkan senyum kebahagiaan nya. Begitupula dengan Intan yang sama sama merasakan apa yang suaminya rasakan. Karena mereka telah mengetahui jenis kelamin baby nya. Dan Brian saja sampai menitik kan air matanya.

__ADS_1


Pria itu benar-benar tak menyangka jika dirinya bisa mendapatkan seorang anak laki laki. Dan saat ini rasanya jauh lebih bahagia saat ia pertama kalinya melihat Rilli lahir. Bukan berarti Brian akan lebih mementingkan Intan nantinya. Karena Intan bisa memberikan nya anak laki laki. Namun, entah kenapa sejak tahu Intan hamil. Brian memang juah lebih bahagia. Apalagi sekarang anak yang di kandung Intan adalah baby boy.


" Sayang, Mau jalan jalan sebentar! ". Tawar Brian sambil terus mengembangkan senyumnya.


Intan pun menganggukkan kepalanya. Ia juga sudah lama tidak menikmati kebersamaan nya dengan suaminya. Apalagi Intan juga bisa melihat rona kebahagiaan dari wajah suaminya saat ini. Intan tidak mau membuat Brian kecewa padanya. Meskipun ia sendiri yang harus merasakan luka. Bahkan, Intan rela menjadi gunjingan orang orang hanya karena status nya yang menjadi istri kedua.


" Mau jalan jalan kemana sayang?. Aku pasti akan menurutinya". Seru Brian lagi dengan senyum smirk nya.


Kadang hormon kehamilan membuat nya tidak stabil dan ingin sekali di sentuh oleh suaminya. Tetapi, Tekad dan rasa bersalahnya masih tetap ada. Dosa yang ia perbuat selama ini bersam Brian. Sampai mereka menghasilkan baby boy sudah cukup bagi Intan. Ia tidak ingin kembali menambah dosa yang sama. Apalagi sampai detik ini Adel belum memberikan restunya untuk pernikahannya dengan Brian.

__ADS_1


" Aku mau makan seafood mas". Jawab Intan pelan.


" Baiklah, kita akan cari restoran yang enak buat kamu dan baby. Tapi, ingat jangan makan yang pedas pedas dulu ya!. Kasian baby nya sayang". Brian memperingatkan istri nya. Karena sejauh yang ia tahu. Jika Intan adalah penyuka makanan pedas selama ini.


Intan menganggukkan kepalanya saja. Dan tidak tahu bisa menepatinya atau tidak nantinya. Karena, Bagi Intan makan kalau tidak pedas itu serasa ada yang kurang.


" Di dekat Mall xxx ada restoran seafood yang enak sayang. Aku mau disana saja!. Sekalian aku juga mau beli baju hamil lagi, Yang dirumah udah pada sempit".


Brian pun terkekeh karena istrinya sudah mulai cerewet lagi saat ini. Dan itu membuat Brian merasa sedikit lega. Karena Intan sudah kembali pada sifatnya yang dulu. Dan Brian sangat merindu kan hal hal seperti ini.

__ADS_1


" Iya sayang". Sahut Brian mengusap kepala istrinya penuh kasih.


__ADS_2