
David tersenyum melihat kedatangan Intan kerumah utama. Pria lanjut usia itu bahkan, Sangat menampilkan wajah tak biasa. Hal itu justru membuat Mama Ana, Semakin geram dan juga menatap penuh kebencian pada Intan.
Adel mengusap punggung mamanya pelan. Sepertinya wanita itu tahu, Bagaimana perasaan mamanya saat ini. Namun, Sebisa mungkin Adel menjaga situasi agar tetap tenang. Adel sadar, Apa yang telah di lakukan Mamanya hanya untuk kebahagiaan dirinya. Tapi, Mama Ana salah jalan. Ia malah memilih mengorbankan orang lain demi kebahagiaan putrinya.
Seandainya saja dulu Mama Ana, Lebih memilih jujur dan berunding untuk masalah yang telah menimpa Adel dan juga rumah tangga putrinya. Mungkin, Sekarang rumah tangga nya dengan Brian tak akan serumit sekarang. Setidaknya, Brian tidak akan merasakan kekecewaan padanya.
Sejauh ini, Brian juga tak pernah menuntut hal lebih padanya. Pria itu malah selalu mendukung apapun keinginan Adel. Jadi, pikir Adel. Mungkin sudah saatnya ia menjadi lebih baik lagi untuk suaminya. Meskipun, Ia juga harus berusaha sekuat hati menerima Intan sebagai madunya.
Intan mencium punggung tangan David dengan sangat sopan. Dan Intan pun ingin mencium punggung tangan Mama Ana juga. Tapi, langsung di tepis oleh wanita paruh baya itu. Sehingga David menatap tajam kearah Ana.
" Jaga kesopanan mu Ana! ". Ujar David dengan nada ketidaksukaannya.
" Untuk apa sopan dengan wanita yang telah merusak rumah tangga orang lain". Jawab Ana tegas.
" Mama". Adel pun menggeleng kan kepalanya. Menatap wajah Sang Mama yang tampak sedang menahan amarahnya.
__ADS_1
" Tolong jangan salahkan Intan ma!!. Tapi, Akulah yang salah. Aku yang membuat masalah ini terjadi ". Brian pun mulai angkat bicara.
Ana langsung menatap Brian sinis. " Kau lihat itu del!!. Lihatlah !!!.suamimu saja sudah membela wanita ja*angnya itu di hadapan kamu".
" Cukup Ma!!!". Brian tak tahan lagi karena ibu mertuanya selalu saja memandang buruk kepada Intan. ". Intan tidak seburuk yang Mama pikir, Dia bahkan...
" " Bahkan lebih ja*ang bukan? ".
" Ana... ". Kini giliran David yang ikut membentak besan nya itu. Membuat Ana langsung bungkam seribu bahasa.
Adel pun tak bisa berkata kata lagi. Di lain sisi, Adel merasa sedih karena suaminya berani membentak Mamanya. Tapi, Di sisi lain Adel mulai sadar jika apa yang telah di lakukan oleh Mama Ana pun dulu. Jauh lebih menyakitkan lagi.
Adel memberi kode pada babysitter Brilliant, Untuk membawa putrinya menyingkir dari ruangan itu. Karena Adel juga tidak mau kalau sampai pertikaian keluarga nya. Bisa membuat Rilli trauma.
" Mas... ". Lirih Intan pelan sambil mengusap punggung tangan suaminya. Ia juga menggeleng kan kepalanya saat Brian masih saja menatap tajam kearah Mama Ana.
__ADS_1
" Cih, Menjijikkan sekali". Guman Mama Ana saat Melihat interaksi Brian dan juga Intan.
" Cukup Ma!!. Adel mohon! ". Adel mulai ikutan angkat bicara. Karena ia tahu masalah ini tidak akan selesai. Jika, Mamanya terus teruskan menyalahkan satu pihak saja. Karena Adel juga ingin hidupnya tenang sekarang. Tanpa adanya kecurangan apapun lagi.
" Seharusnya kau itu sadar diri Ana!!. Usia mu sudah tidak muda lagi, Berikan contoh yang baik untuk anak anak!!. Bukan malah menjadi iblis dalam rumah tangga mereka".Sentak David geram.
" Tidak ada satu wanita pun di dunia ini. Yang rela di madu dan apalagi sekarang suaminya telah menanam benih pada selingkuhan itu". Mama Ana benar benar emosi. Karena hal itu kembali mengingatkan nya pada masa lalu nya.
Dimana ia harus di campakkan setelah suaminya telah kembali pada wanita yang sangat ia cintai. Dan menikah diam diam di belakangnya.
" Tidak bisakah kau introspeksi diri Ana?. Kau tidak sadar juga jika dulu kau itu sangat egois. Kau yang telah membuat hidup putrimu rumit. Dan kau juga yang... ".
David menggantung ucapannya. Saat ia baru tersadar, Jika hampir saja dia membuka peristiwa silam. Brian yang mendengar pun mulai menatap grandpanya bingung. Begitu juga dengan Adel. Namun, Kini raut wajah Mama Ana pias dan gugup.
" Ada apa Grandpa?? ". Tanya Brian mulai penasaran.
__ADS_1
" Ah, sudahlah!!. Sekarang Grandpa hanya ingin mendengar apa rencana kalian kedepan nya nanti!!. Dan kau Ana". David kembali menatap wajah besan nya yang angkuh dan sangat licik itu. ". Biarkan mereka mengambil keputusan nya masing masing!!. Kau jangan ikut campur lagi urusan rumah tangga putrimu!. Meskipun sebenarnya aku juga tidak setuju tentang poligami. Tapi, Disini Brian tahu apa yang harus ia lakukan". David benar benar bisa membuat Ana kembali tak berkutik meskipun, Wanita itu sebenarnya sangat kesal dan penuh amarah.