
Beberapa saat tubuh Adel di buat menegang. Ketika gadis remaja berwajah cantik dengan rambut pirang. Mulai terus meraba wajahnya, Adel bisa merasakan betapa kuatnya remaja ini. Dengan hanya bermodal insting dan juga dibantu oleh tongkat. Ia bisa menghampiri orang yang ia kenal. Namun, Berbeda dengan Adel yang ini adalah pertama kalinya. Ia melihat jika di dalam mension semewah ini, Ada seseorang yang tak bisa menikmati nya dengan pandangan matanya.
"Daddy, Kenapa Mommy diam saja?. Apa Mommy masih marah padaku? ". Tanya gadis remaja itu sambil mulai menurunkan tangannya.
Hal ini lah yang selalu Adam hindari. Dimana, Pria itu selalu saja tidak akan sanggup. Jika melihat kondisi putrinya begini. Adam lebih memilih untuk tidak pernah pulang ke mension. Daripada ia harus terus merasa bersalah seperti ini.
Hubungan nya dengan sang mantan istri tak berjalan dengan baik. Hal itu terjadi lantaran setelah putrinya mengalami kecelakaan. Dan harus kehilangan penglihatan nya. Bahkan, Sampai detik ini mereka juga belum menemukan donor kornea mata yang cocok untuk putrinya. Bukan hanya itu saja, Putrinya juga selalu menolak untuk menjalani operasi. Karena ia tidak mau melihat Daddy nya selalu bersedih, Yang di tinggal kan oleh Mommy nya.
Adel meraih tangan putri remaja itu. Dan kini mengusapnya pelan. Bayangan Adel kini mengingat tentang Rilli. Dimana ia juga telah meninggalkan gadis kecil itu. Untuk ikut bersama orang tua kandung nya.
__ADS_1
"Baby, Come on peluk Daddy!". Adam merentang kan kedua tangannya. Untuk mencoba mengalihkan perhatian putrinya dari Adel.
Adam juga bisa melihat, Bagaimana Adel sangat terkejut ketika ia di hampiri oleh putrinya. Jelas saja wanita itu terkejut, Karena tiba tiba putrinya memanggilnya dengan panggilan Mommy.
Namun, Belum juga sempat putri remaja itu berpaling kearah Adam. Adel telah lebih dulu memeluknya. Mendekap tubuh itu dengan dekapan eratnya.
"Sorry honey!!. Mommy disini". Lirih Adel pelan dengan tampak berkaca kaca.
Adam diam tak bergeming. Ketika mendengar kata kata yang keluar dari mulut Adel. Kata kata yang sama yang pernah dilontarkan oleh mantan istrinya dulu. Saat ia masih sangat mencintai keluarganya dengan setulus hatinya.
__ADS_1
"Mommy... ". Gadis remaja itu ikut mendekap tubuh Adel erat. Ia seakan memang sedang memeluk mommy nya sendiri.
Mencurahkan rasa rindunya. Pada sosok ibu yang telah lama tidak ia jumpai.
"Mommy, Jangan tinggalkan Dibah lagi!!. Please! ". Mohonnya dengan sangat pilu.
Adel hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Sambil menyeka air matanya. Yang tiba tiba saja jatuh tanpa permisi lagi.
" Mommy janji honey!. Mommy pasti akan jagain Dibah. Sampai Dibah pulih! ". Jawaban Adel barusan kembali menjadi cambuk untuk Adam.
__ADS_1
Ia tak menyangka jika respons putrinya akan seperti ini. Pada Adel, Wanita yang telah ia bawa datang jauh jauh. Yang awalnya hanya untuk rasa penasaran nya saja. Dan juga menjadikan Adel sebagai budak naf*unya saja. Namun, Melihat pertemuan Adel dan juga Adibah. Terlihat sangat memilukan seperti ini. Membuat Adam sedikit merasa bersalah pada Adel.
Adam pun membujuk putrinya. Untuk ditemani bersama pelayan dulu. Karena Adel juga ingin istirahat. Dan tentu saja Dibah setuju, Karena baginya ia sangat bersyukur sekali. Jika ia bisa kembali berkumpul bersama kedua orang tuanya. Sebab, Dibah juga tidak tahu kenapa Mommy nya pergi begitu saja. Dan meninggal kan dirinya serta Daddy nya selama ini.