POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Saran Sang Mama


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian...


Sampai saat ini Brian masih belum bisa menemukan keberadaan Intan. Meskipun keadaan rumah tangga nya dengan Adel sudah sedikit teratasi. Entah apa yang membuat Adel tiba tiba berubah pikiran dan mengurungkan niatnya untuk menggugat cerai Brian.


Brian pun sudah satu bulan ini berada di Amerika. Ia sudah memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan nya dengan Adel. Dan akhirnya Adel pun mau memaafkan Brian. Ia akan berusaha untuk ikhlas meskipun hatinya masih sangat sakit atas pengkhianatan Brian selama ini.


Mungkin demi anak Adel rela menyamping kan egonya. Bahkan orang tua Adel pun tidak mendukung perceraian mereka. Sang Mama sangat marah besar saat tahu Brian sudah menikahi perempuan lain secara sembunyi sembunyi. Namun, ia juga tidak menyetujui putrinya yang akan menuntut Brian untuk bercerai.


Di sebuah rumah mewah saat ini tengah duduk seorang wanita paruh baya dan juga wanita cantik yang selalu berpenampilan modis dan sedikit minim.


" Kau harus merubah penampilan kamu itu Del!!. Mama tahu kau itu publik figur, tapi tidak sepatutnya seorang istri berpenampilan bagai seorang ***-*** ".

__ADS_1


" Mam, are you okey? ". Adel melayangkan protesnya saat Mamanya lagi dan lagi mengomentari penampilan nya". Adel ini anak Mama bukan sih? ".Tanyanya sedikit kesal akan ucapan Mama Ana.


" Bukankah kau ingin suamimu berubah?". Adel mengangguk kan kepalanya cepat. " Rubah juga diri kamu itu!. Mama harap kamu juga bisa meninggal kan pekerjaan kamu! ".Sambung Mama Ana lagi karena sejak dulu ia sangat tidak setuju putri semata wayangnya itu menjadi seorang model.


" Come on Mam. Itu sangat tidak mungkin". Adel memang sangat keras kepala. Ia tidak sadar jika ia egois tapi Adel juga mengharapkan suaminya tidak egois padanya.


Saat ini Adel memang sedang berada di rumah orang tuanya. Meskipun dia dan Brian sudah baikan, Namun. Adel masih belum bisa tidur satu ranjang lagi dengan suaminya itu. Pikiran Adel terus terbayang akan kemesraan Brian dan juga Intan sampai sampai Intan bisa hamil.


" Mam, apa dengan aku meninggal kan pekerjaan ku saat ini Brian akan meninggalkan wanita itu juga? ".Tanya Adel lirih. Nyatanya kata Ikhlas itu tidak mudah saat mengatakan nya. Menjalani nya jauh lebih sulit dan sakit.


Mama Ana kini menatap putrinya. Ia tahu bagaimana perasaan Adel saat ini. Jelas Adel masih sangat sakit dan hancur. Adel bertahan bukan untuk dirinya sendiri. Namun, juga untuk cucunya. Karena Brilliant pasti sangat membutuh kan Papinya.

__ADS_1


" Sayang, tidak ada wanita yang rela di madu. Namun, semua yang sudah terjadi akan jauh lebih indah jika berusaha menjalani nya dengan ikhlas dan penuh kesabaran!!. Mama tahu kamu hancur, sakit dan terluka. Ketahuilah selama Brian masih bertanggungjawab dan masih tetap ingat jalan pulang. Tetaplah berada di samping nya!!".


" Mama tidak membenarkan Brian untuk berpoligami. Bahkan Mama sangat kecewa padanya, tapi Mama tidak mau melihat kamu menjadi seorang janda dan Brilliant akan jadi korban keegoisan kalian berdua".


Mama Ana tidak mau kisah masa lalunya yang menyandang gelar seorang janda karena tidak Terima suaminya menikah lagi. Dan hal itu menurun ke putri semata sayang juga. Kalau masih bisa di pertahankan kenapa tidak?. Kalau masih bisa di perbaiki kenapa harus menyerah secepat ini?.


Sebagai seorang Ibu Mama Ana jauh lebih paham sakitnya di duakan. Terlebih saat kita mencintai pria itu. Rumah tangga yang awalnya adem dan tentram. Harus hancur karena adanya orang ketiga. Andai saja dulu Mama Ana bisa cukup kesabaran untuk bertahan. Mungkin ia tidak akan ada penyesalan sedikitpun.


" Bagaimana kalau wanita itu kembali lagi Mam? ".Adel ternyata masih belum tenang. Ia takut Intan tiba tiba datang dan kembali merebut perhatian Brian.


" Adel, menghadapi pelakor itu jangan pakai kekerasan sayang!. Dan kalau kamu ingin Mama bantuin kamu!. Mama harap kamu juga mau ambil resiko untuk tinggalkan karir kamu itu!. Tinggalah bersama Brian di Indonesia!. Dan bawa putri kalian juga! ".Perintah Mama Ana tegas.

__ADS_1


__ADS_2