
Keesokan harinya Brian pagi pagi sekali sudah pamit untuk pergi ke luar kota pada Adel . Dengan urusan bisnis barunya bersama sahabatnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Jery, sahabat satu satunya yang ia miliki di Negara ini.
Dan hari ini Adel juga ingin mengantarkan Rilli di sekolah barunya, dimana Brian juga sudah mendaftarkan putrinya di sekolah yang sama dengan sekolah putri sahabatnya. Suasana meja makan tampak tenang karena ketiga orang itu sedang menikmati sarapannya masing masing. Namun, lagi lagi saat sedang begini Adel selalu saja memperhatikan wajah putrinya.
Mama Ana pun sempat melirik ke arah Adel. Namun, dia hanya diam dan pura pura tidak tahu saja. " Del, nanti setelah sarapan mama mau keluar sebentar ya". Mama Ana mulai membuka obrolan dan berusaha mengalihkan dugaan dan keraguan Adel pada Rilli.
Adel pun langsung menoleh pada Mamanya. " Emangnya Mama mau kemana?. Mama belum ada kenalan kan disini?". Tanya nya
" Mama tidak sebodoh itu Del. Mama hanya ingin jalan jalan saja. Lagian mama juga bosan jika harus di rumah terus". Mama Ana berucap dengan jujur.
__ADS_1
Adel pun hanya mengangguk kan kepalanya saja. Lalu menatap kembali kearah Rilli. " Sayang, cepetan habisin sarapannya!!. Hari ini hari pertama kamu masuk sekolah baru kan. Nanti terlambat loh". Adel juga first time bisa mengantarkan putrinya ke sekolah. Dan hari ini juga dimulai dengan kebiasaan baru untuk Adel.
Dimana biasanya wanita itu selalu sibuk dalam urusan fashion dan segalanya. Namun, mulai hari ini ia akan menjadi seorang istri sesungguhnya. Menjadi wanita rumahan meskipun ia pikir hanya sementara waktu saja. Sampai dimana ia mampu mempertahankan rumah tangga nya yang mulai goyah ini.
Adel dan Brian memang sudah baikan. Dan Adel masih berusaha untuk bisa menerima semua pengkhianatan Brian padanya. Demi cinta dan keutuhan rumah tangga nya juga. Sampai detik ini Adel masih ingin bertahan. Karena sampai kapan pun mungkin Adel tidak akan bisa hidup tanpa Brian di sisiNya. Wanita ini memang keras kepala dan juga mempunyai karir yang baik.
🌿🌿🌿🌿🌿
Mama Ana menatap sekeliling tempat perumahan yang dulu pernah menjadi tempat tinggalnya . Meskipun, sudah sekian tahun lamanya. Keadaan komplek perumahan itu tetap rapi. Hanya tempat satu rumah kosong yang tampak begitu tak terawat yang kini sedang di tatap oleh Mama Ana.
__ADS_1
Senyumnya kembali miris saat mengingat masa lalunya yang begitu sangat menyakitkan baginya. Dimana rumah tangga nya yang sangat harmonis. Ternyata hanya sebagai lelucon hidup saja.
" Aku harus mencari mereka, sebelum Adel dan Brian tahu yang sebenarnya. Jika tidak, maka rumah tangga Adel tidak akan bisa di selamat kan lagi". Guman Mama Ana dan langsung kembali masuk kedalam mobilnya. Meninggal kan perumahan mewah yang tampak tak terurus lagi itu.
Saat Mama Ana sudah melajukan mobilnya. Tampak dari kejauhan sebuah mobil berhenti tepat di pinggir pagar. Seorang wanita paruh baya menatap dengan tatapan terkejut nya saat melihat Mama Ana ada di kota ini. Dan baru saja melihat rumah lamanya.
" Pak, tolong ikuti mobil yang tadi ya!!! ".Ujarnya pada sang sopir.
" Baik Bu".
__ADS_1