POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Kedatangan Grandpa


__ADS_3

Kehidupan masa lalu yang begitu rumit membuat mereka sering terlibat satu di antaranya. Bahkan, Sampai saat ini pun ikatan itu terus saja terikat satu sama lainnya. Tak dapat di pungkiri semua itu memang kesalahan masing masing di masa lalunya. Namun, pada saat itu ia tidak punya pilihan lain.


Ibu mana yang tega melihat putri semata wayangnya harus di jual pada pria pria hidung belang. Karena untuk melunasi semua hutang hutangnya di masa lalu.


Helaan nafas kasar keluar dari wanita paruh baya. Ia mengusap wajahnya kasar dan mulai menitik kan air matanya. Kedatangan wanita di masa lalunya tadi membuat dirinya semakin merasa bersalah. Dan juga akan membuat Putri nya juga ikut merasakan imbasnya.


" Maafkan Mama Intan!!. Maafka mama! ". Lirih wanita itu sambil terisak.


Andai saja dulu ia tidak menerima pinangan suaminya. Mungkin saat ini, Dia akan hidup bahagia dengan orang lain. Dan tidak selalu terusik dengan bayang bayang kebencian seseorang.


" Mama tidak menyangka jika imbasnya akan sejauh ini nak". Lirihnya sambil terisak.


Di ambilnya foto lama di dalam dompetnya. Sebuah foto pria muda yang sangat tampan. Dan tampak tersenyum bahagia di hari pernikahannya dulu.


"Mas, Kenapa mencintaimu malah membuat putri kita hancur?. Sudah bertahun tahun lamanya sejak kau pergi. Tapi kenapa, hati ini masih menganggap jika mas masih hidup saja?. Andaikan mas masih ada, Mungkin kami tidak akan mengalami hal sulit seperti ini mas.Maafkan aku mas!!. Maaf karena aku tidak bisa jadi ibu yang baik untuk Intan". Tangis Mama Rena pecah dalam kesendirian nya.

__ADS_1


Ia tidak bisa berkata apa apa lagi saat ini. Rasa bersalahnya menyeruak di dalam hatinya. Bahkan, ia pun dulu rela selalu membohongi putrinya sendiri. Hanya karena ia berpikir itu semua akan menjadi pilihan terbaik untuk mereka.


Satu satunya aset yang mereka punya saat ini adalah rumah yang dulunya jarang sekali mereka tempati. Dan lokasi rumah nya sekarang adalah hadiah, Yang suaminya berikan untuknya jauh sebelum sang suami kembali ke Negara keluarga nya.


🌿🌿🌿🌿🌿


" Nyonya, apa kita akan langsung pulang ke Jakarta? ". Tanya seorang pria setengah baya pada wanita yang duduk di jok penumpang . Di belakang sopirnya.


" Apa kau yakin jika wanita itu,tidak akan buka mulut akan masalah ini Ramli? ". Tanya sang wanita masih tetap ragu. Karena ia bisa melihat jika orang yang barusan ia temui tadi akan mau menuruti perintah nya. Seperti yang sudah sudah dimasa lalunya.


" Nyonya tenang saja!!.Saya yakin dia tidak akan berani bicara apapun pada putrinya. Sekarang tugas Nyonya untuk membujuk Nona Adel agar mau bekerjasama dengan anda!!".


" Apapun akan mama lakukan.Asalkan kau tetap bahagia Adel". Batin wanita itu penuh percaya diri.


Ia tidak akan berpikir ulang dalam rencana yang telah ia susun. Hanya karena tidak ingin apa yang telah ia milik selama ini jatuh ke tangan orang yang ia benci. Wanita itu akan melakukan apa saja.Asalkan semuanya berjalan lancar,Sesuai yang ia harapkan.

__ADS_1


Sedangkan di Bandara Soekarno hatta saat ini. Tampak seorang pria tua yang rambutnya pun sudah di penuhi oleh uban. Namun, langkahnya masih terlihat gagah dan masih terlihat tampan.


Tampak juga dari arah pintu Bandar.Brian sedang berdiri sambil memegang ponselnya.Membuat pria itu langsung tersenyum.Melihat cucu kesayangan sudah menunggu nya.


" Grandpa,Kenapa datangnya dadakan begini?.Bagaiman perjalanan nya Grandpa?.Seharusnya Grandpa itu istirahat saja di mension!!.Bukan malah keluyuran sampai ke Indonesia seperti ini?". Cecar Brian tak habis pikir dengan kakeknya. Tiba tiba saja memberi kabar jika ia sudah berada di Bandara sejak satu menit yang lalu.


" Dimana istri mu itu?.Kenapa hanya kau saja yang menjemput ku?.Bagaimana keadaan Cicit ku?.Apa dia betah tinggal di Negara ini? ". Sang kakek malah balik bertanya.Dan mengabaikan pertanyaan cucunya.


Brian menghela nafasnya kasar. Karena lagi lagi kakeknya itu masih saja sama seperti sebelumnya.Selalu sinis dan ketus jika membahas masalah istrinya.Padahal,dulu ia sendiri yang kekeh untuk melanjutkan perjodohan dengan keluarga Adel.


" Apa Ibu mertua mu juga masih tinggal bersama kalian disini? ". Sang kakek pun kembali bertanya sinis.


" Kakek...


" Suruh saja dia pulang ke Negara nya sana!!.Jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga kalian lagi!.Bagaiman putrinya akan mandiri jika selalu berada dibawab ketiak ibunya seperti itu".

__ADS_1


Brian hanya diam dan tak mau ikut menimpali omongan sang kakek. Karena pasti juga ujung-ujungnya dia sendiri yang ikut kena imbasnya.


TBC


__ADS_2