POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Perubahan Sikap Adel


__ADS_3

Brian memarkirkan mobilnya tepat di halaman depan rumah mewahnya. Dengan perasaan bahagia pria itu turun dari mobilnya. Dan membawa paper bag berisi kue kesukaan putrinya. Setiap kali Brian bilang ingin ke Bandung. Rilli selalu menitip kue kering rasa coklat. Yaitu kue yang dibuat oleh mama Rena dan juga Intan tentunya.


Entah kenapa, putrinya malah sangat menyukai kue itu. Dibandingkan dengan kue yang harganya lebih mahal. Yang sering Adel beli untuknya.


" Papi... ". Rilli langsung keluar dari rumah mewah itu. Ketika mendengar suara mesin mobil Brian.


Namun, Brian sama sekali tidak melihat mobil istrinya ada di garasi. Padahal ini adalah hari wekeend, Tak biasanya Adel keluar seorang diri. Senyum Brian terbit saat ia melihat istrinya keluar dari dalam rumah. Dan ikut berdiri di depan teras bersama putrinya.


" Mobil kamu kemana sayang? ". Tanya Brian saat ia sudah berada di hadapan istrinya.


" Dibawa Mama, Katanya dia ingin pergi jalan jalan menemui sahabat lamanya ". Adel pun mencium tangan suaminya dengan takzim. Hal yang tak pernah ia lakukan sebelum nya. Dan itu sontak membuat Brian sedikit heran.


Brian menyerahkan paper bag pada putrinya. Dan membuat Rilli langsung berterima kasih . Anak itu langsung masuk kedalam rumah bersama pengasuh nya. Tanpa, Ingin menunggu kedua orang tuanya lagi. Brian pun hanya tersenyum melihat tingkah putrinya saat ini.


" Rilli cantik ya Pi? ". Tanya Adel sambil tersenyum, Berusaha untuk tetap menerima Rilli sebagai darah dagingnya sendiri. Sesuai dengan perintah Mamanya. Demi mempertahankan rumah tangganya dengan Brian.

__ADS_1


" Jelas dong, Anak siapa dulu? ". Tanya Brian menggoda istrinya.


" Tapi sayangnya Rilli tidak mirip aku ya Pi? ". Brian mengerutkan keningnya bingung. Meskipun ia juga sadar jika semakin lama Rilli putrinya itu. Tidak ada yang melekat pada diri istrinya.


Brian berusaha menepis pikiran gilanya. Jika saat melihat Rilli. Ia malah seolah sedang melihat seseorang yang ia kenal. Namun, Brian tidak akan segila itu. Sebab, Rilli adalah darah daging nya bersama Adel.


" Kata siapa dia tidak mirip kamu sayang?. Rilli itu jelas mirip kamu, Meskipun hanya cerewetnya saja". Brian merangkul bahu istrinya dan menggiring nya masuk kedalam rumah.


Adel pun hanya tersenyum tipis. Ia sadar sekarang jika hati suaminya juga tulus mencintainya. Tetapi, Adel juga tidak tahu. Apa yang akan Brian lakukan, Jika ia tahu kebenarannya selama ini. Baik tentang Rilli maupun tentang kebohongan mama Ana.


Dan saat itu tiba mungkin Brian akan sangat kecewa pada mereka. Terutama padanya sendiri, Dimana disini sebenarnya Adel adalah korban keegoisan Mamanya juga. Demi ambisinya untuk menyelamatkan pernikahan putrinya. Mama Ana tega membuat kebohongan besar dengan ikut mengorbankan seseorang. Yang Mama Ana anggap sebagai penebus dosa mereka di masa lalu.


" Papi mau langsung makan siang?. Atau mandi dulu? ". Tanya Adel lembut.


Sangat berbeda dari biasanya. Meskipun sedikit bingung. Brian pun ikut merasa senang. Jika pada akhirnya Adel bisa berubah. Dan mulai terbiasa akan kewajiban nya sebagai seorang istri.

__ADS_1


" Aku mau mandi saja dulu sayang. Setelah itu baru kita makan siang bersama !!! ".


" Biar aku siapkan airnya ya pi!! ".


Brian mencekal tangan istrinya. Saat Adel ingin masuk kedalam kamar mandi mereka. Brian tahu saat ini Adel tengah memikirkan sesuatu. Karena raut wajah Adel tak bisa untuk di sembunyikan. Wanita itu memang tidak bisa menyembunyikan apa yang tengah ia rasakan. Dan sangat berbeda dengan Intan istri keduanya. Bahkan, Brian saja tidak bisa menebaknya. Intan pembawaannya terlalu santai dan juga pandai menyembunyikan masalah nya.


Sedangkan Adel adalah wanita yang cenderung blak blakan. Ia tidak pandai menyembunyikan masalah dengan baik. Dan hal itulah yang membuat Brian tahu. Akan sikap istrinya saat ini.


" Ada apa sayang? ".Tanya Brian pelan. Ia juga menangkup kedua pipi istrinya. Menatap mata itu sangat dalam.


Namun, di luar dugaan. Adel malah langsung memeluk tubuhnya. Seolah ia akan kehilangan Brian saja.


" Aku takut sayang". Lirih Adel sambil menitikkan air matanya.


" Takut? ". Ulang Brian bingung.

__ADS_1


" Aku takut jika papi ninggalin Mami dan... ". Adel malah menangis sesegukan di dalam pelukan suaminya. Dan entah apa yang membuat Adel begitu takut seperti itu. Karena Brian belum mengetahui apa yang menjadi beban pikiran Adel saat ini.


Brian malah menebak jika Adel sudah tahu tentang Intan dan dirinya. Dan Brian juga mulai takut jika Adel malah kembali menolak untuk menerima Intan sebagai madunya.


__ADS_2