
Mama Rena segera menghapus air matanya. Karena ia tidak mau melihat Intan merasa curiga padanya. Sebagai seorang ibu sekaligus seorang Oma. Sungguh ini diluar kendalinya. Rena juga tidak menyangka, Jika kehidupan nya akan serumit ini. Bahkan, Tak hanya dirinya ia juga telah menyeret Intan putri semata wayang nya. Kedalam permasalahan masa lalunya.
Meskipun permasalahan rumah tangga Brian sang menantu dengan istri pertamanya. Yang tak terkecuali adalah putri mantan istri pertama suaminya dulu. Telah usai, Dan kini Brian hanya bisa fokus pada Intan serta cucu cucunya saja. Namun, Rena yakin jika Ana masih saja tak akan terima dengan apa yang telah terjadi pada Adel putri nya.
Mama Rena tahu betul, Bagaimana buruknya wanita itu. Dan dia akan melakukan apa saja. Sampai tujuannya bisa tercapai. Bahkan, Ana akan menghalalkan segala caranya. Demi ambisi di hatinya.
"Oma". Brilliant kembali menatap wajah Rena dengan tatapan polosnya.
"Iya sayang, Maafkan Oma!. Oma hanya terharu saja melihat kamu sekarang tinggal bersama Mama Intan".
__ADS_1
Rena sebisa mungkin mengontrol dirinya. Dan kini mengulas senyum nya. Meskipun senyumnya masih di selingi dengan air matanya. Yang selalu saja menetes tanpa henti. Sebagai seorang ibu Rena tak bisa membayangkan. Jika semua ini terjadi padanya. Rasa harunya tak kunjung reda.
Rena kembali memeluk tubuh gadis kecil itu dalam dekapan nya. Rasanya masih saja kurang untuk sekedar menatap wajah polos Rilli. Selain merasa bersalah dengan semua yang terjadi. Rena juga merasa sedih dengan nasib anak tak berdosa ini.
" Ma". Intan mengusap punggung Mama Rena dengan lembut. Sambil terus memperhatikan sikap Mama nya saat ini.
"Nanti Oma akan meluangkan waktu untuk main bersama kamu sayang. Rilli mau? ". Mama Rena menatap penuh binar pada cucunya itu.
" Tentu Oma". Jawaban Rilli membuat Rena kembali berkaca kaca. Seandainya ia bisa jujur saat ini. Mungkin sikap Intan akan jauh lebih spesifik lagi terhadap Rilli.
__ADS_1
Intan pun tersenyum bangga pada Mamanya. Ia tak menyangka jika reaksi mamanya. Akan seperti ini pada Rilli. Karena sejauh yang Intan tahu, Mama Rena sangat menentang hubungan nya dengan Brian pada awalnya. Hanya saja sikap Mama Rena tidak terlalu mencolok dan terlalu memaksakan kehendaknya.
Ibu mana yang sanggup melihat putri kesayangan nya menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Apalagi dulu Mama Rena juga pernah mengalami nya. Sejauh yang ia tahu dengan telah menjalani pernikahan. Yang ternyata menjadi seorang madu. Itu sangatlah sulit dan penuh derita yang tak berkesudahan.
"Ayo Rilli ajak Omanya masuk dulu!. Oma juga pasti capek ". Intan menatap putrinya teduh. Layaknya seorang ibu pada anaknya sendiri. Meskipun setahu Intan, Hubungan keduanya hanya sebatas ibu sambung saja.
Rilli pun menurut, Dan mengurungkan niatnya untuk main ke rumah temannya. Kini gadis kecil itu malah menggandeng tangan Rena untuk segera masuk kedalam rumah mewah. Rumah yang telah dibeli oleh Brian dan juga dibangun khusus untuk istri nya Intan.
Intan mengikuti langkah keduanya. Untuk masuk kedalam rumah juga. Intan merasa bersyukur, Memiliki Ibu yang sebaik Rena. Yang selalu bisa menyesuaikan diri dimana pun tempat ia berada. Dan mudah memaafkan kesalahan orang lain padanya. Sesakit apapun itu. Karena Mama Rena selalu mengingatkan nya, Jika dendam itu tidak akan pernah ada habisnya. Akan lebih baik mengikhlaskan segala yang telah terjadi. Dan membenahi nya jika masih bisa untuk dibenahi.
__ADS_1