POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Pikiran Brian


__ADS_3

Selesai makan malam Brian masuk ke ruang kerjanya. Sedangkan Intan memutuskan untuk menonton televisi di ruang keluarga. Mama Rena juga belum pulang dari Jakarta. Karena katanya mau mencari inspirasi baru buat toko rotinya.


Intan pun tak mau mengganggu suaminya yang sedang menyelesaikan pekerjaannya. Mungkin Intan juga tidak mau hatinya semakin sakit jika kembali mendengar Brian bertelponan dengan Adel istrinya.


Meskipun bibirnya mengucapkannya kata tidak apa apa. Ketahuilah hati wanita mana yang tidak akan terluka jika pria yang kita cintai, Berkata mesra dengan wanita lain. Meskipun sadar itu adalah istrinya juga. Selain perasaan Intan yang semakin sensitif saat hamil. Hati kecilnya kadang juga merasakan yang namanya cemburu.


Sedangkan di dalam ruangan kerjanya. Brian benar benar sedang berbicara dengan Adel istrinya. " Iya sayang, besok aku sudah kembali ke Jakarta lagi. Apa ingin pesan sesuatu? ". Tanya Brian dengan suara lembutntya.


" Em, sepertinya brownies talas bogor enak sayang. Boleh kah aku minta di bawakan itu? ". Seru Adel dari seberang telpon sana.

__ADS_1


" Tentu sayang, besok aku akan bawakan untukmu. Mau toping apa? ".


" Apa saja yang penting kamu belinya memang di sana. Awas saja kalau di Jakarta ". Seloroh Adel dengan kekehan kecilnya.


Terang saja Brian menyanggupi nya karena di toko roti Mama Rena juga menjual brownies yang di inginkan oleh Adel. Jadi, ia juga tidak harus jauh jauh mesti ke Bogor hanya untuk membeli brownies itu.


" Baiklah sampai bertemu di rumah sayang, I love you". Brian masih saja bersikap seperti dulu. Tak ada yang berubah darinya sedikitpun. Kasih sayangnya dan rasa cintanya masih tetap sama. Meskipun kadang Adel berprasangka buruk padanya. Mungkin karena Adel terlalu was was dan menaruh kecemburuan berlebihan. Jadi, Adel merasa sikap Brian berubah padanya.


" Baiklah sayang, aku akan urus semuanya dengan Mama besok ". Jawab Adel menyetujui usul suaminya.

__ADS_1


Dan panggilan telpon pun berakhir dengan kata kata cinta mereka. Hingga Brian kembali meletakkan benda pipih itu di atas meja kerja nya. Lalu Brian menyenderkan kepalanya pada badan kursi kerjanya. Menatap langit langit ruangan kerja penuh pikiran di dalam otaknya.


Helaan nafas Brian begitu berat. Namun, sesaat kemudian Brian mengingat sesuatu hal. Dan langsung membuka kembali tas kerjanya. Ia mengambil map bewarna coklat yang belum sempat ia lihat . Map itu dari Jery sahabatnya, dan entah apa isinya. Bahkan Brian saja tidak tahu sama sekali.


Namun, setelah ia membuka beberapa laporan di dalam map tersebut. Membuat Brian bingung. Selain berkas pengajuan program bayi tabung nya tujuh tahun yang lalu. Disana juga ada sebuah foto USG hasil test rahim dan kesehatan dirinya. Bahkan , Selain itu juga Brian malah menemukan dua foto berbeda.


" Apa maksud semua ini? ". Guman Brian masih dengan kebingungan nya. Jujur otaknya yang sedang kalut membuat Brian tak bisa berpikir cerdas.


Tapi, Brian bingung saat melihat ada tanda tangan yang berbeda disana. " Renaya". Guman Brian lagi semakin bingung .

__ADS_1


Pusing akan semua pikiran yang berkecamuk di dalam kepalanya. Brian pun langsung menutup dan memasukkan kembali semua berkas itu kedalam map nya. Dan ia simpan dalam tas kerjanya lagi.


Saat ini Brian sedang tidak ingin untuk memikirkan hal yang belum jelas. Karena masalah hidupnya saat ini pun jauh lebih rumit dan menguras tenaga serta pikirannya. Dan ia pun enggan menambah beban pikiran lagi.


__ADS_2