POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Feeling Brian


__ADS_3

Keesokan harinya Brian harus ke Surabaya. Karena ada pertemuan bisnis dengan para kolega nya. Setelah berpamitan pada Adel istrinya. Brian pun masih sempat menemui Intan di Apartemen nya. Setelah itu ia langsung pergi bersama sang asisten pribadinya. Dengan membawa satu sopir perusahaan juga.


Intan tampak menghela nafasnya dalam. Sembari duduk di balkon Apartemen mewah yang telah menjadi tempat nya menghabiskan waktunya bersama Brian selama ini. Tatapan mata Intan jauh memandang ke arah depan. Kosong dan penuh kehampaan. Nyatanya untuk melepaskan dan menjauh dari Brian malah membuat dirinya semakin dilema.


Intan masih berpikir ulang akan keputusan yang ia ambil saat ini. Dia tidak mau egois atas janin yang sedang ia kandung saat ini. Lama Intan bergumal dengan hati dan juga dirinya sendiri. Hingga Intan tidak menyadari jika Brian malah sekarang sudah berdiri di belakang tubuhnya.


" Apa yang sedang kamu pikirkan sayang??? ". Intan langsung menoleh dan betapa terkejut nya Intan saat melihat Brian tengah berdiri tepat di belakang tubuhnya.


" Sejak kapan kamu disitu??. Bukankah tadi... ".


" Aku mana bisa pergi disaat kamu sedang tidak baik baik saja". Potong Brian yang entah kenapa sejak keluar dari Apartemen tadi. Perasaan Brian jadi tak menentu untuk meninggalkan Intan sendiri.

__ADS_1


" Ayo...!!! ". Sambung Brian sembari menarik tangan Intan. Hingga gadis itu menatap bingung pada pria nya.


" Mau kemana Sayang?".Tanya Intan yang masih saja bingung.


" Ganti pakaian mu!!. Kau harus ikut aku ke Surabaya sekarang!!! ". Jawab Brian tegas. Membuat Intan melongo tak percaya.


" Tapi ak...


Dengan langkah gontai Intan pun menurut dan mengikuti langkah Brian. Saat ini keduanya sudah keluar Apartemen dan berjalan menuju Basement. Dimana Mobil dan juga asisten Brian sudah menunggu mereka disana.


Bahkan Intan hanya membawa koper kecil saja dengan isi beberapa baju ganti. Intan tak kuasa menolak dan membantah Brian secara terang terangan. Pria itu seolah tahu apa yang akan ia lakukan setelah Brian berada di Surabaya.

__ADS_1


" Sayang... ".


Intan langsung menoleh ke samping kanannya. Menatap wajah tampan Brian yang mungkin akan selalu ia rindukan kala ia sudah jauh nantinya. Wajah tampan yang begitu penuh pesonanya. Dan karena saking terpesonanya Intan sampai harus rela mengandung janin di luar nikah Brian.


" Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku!!!". Ucap Brian penuh penekanan.


Deg...


Intan sampai terkejut mendengar nya. Padahal ia baru mau mempunyai rencana untuk hal itu. Tapi, Brian malah sudah mengancamnya begini. Namun, Intan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya saja. Intan berusaha untuk tidak gugup di depan Brian. Dan malah menimbulkan kecurigaan untuk pria itu.


" Aku bukan orang yang bodoh sayang, Enak saja aku pergi setelah kau menghamili ku". Jawab Intan sedikit berbohong. Bahkan Intan berusaha untuk menyembunyikan semua kepanikan nya saat ini.

__ADS_1


" Bagus ". Brian pun langsung membawa Intan masuk kedalam pelukan tubuh nya. Mendekapnya dengan erat. Brian tidak bisa jauh dari Intan. Namun, Ia juga tidak bisa untuk meninggalkan Adel. Apalagi harus memilih satu di antara keduanya.


__ADS_2