POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Runyam Again


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian...


Intan dan Brian sedang duduk di gazebo . Yang ada di taman belakang rumah. Menikmati momen berdua. Yang hampir beberapa bulan ini, Tidak pernah mereka rasakan kembali.


Sejak Intan selalu bertanya. Kenapa, Brian malah tak kunjung pulang. Padahal, Ini masih waktunya Brian bersama Adel. Namun, Sepertinya pria itu masih tetap enggan untuk pulang kerumah utama.


"Mas, Apa mbak Adel tidak akan merasa cemburu. Jika mas terus terusan berada di sini bersama ku? ".Intan kembali bertanya. Karena ia tidak mau, Hubungan nya dengan Adel kembali rusak. Hanya karena suaminya lebih sering berada di rumah istri keduanya.


"Adel, Akan terbang ke Amerika sore ini".


Jawaban Brian, Membuat Intan langsung membenarkan posisi duduknya. Karena sejak tadi, Ia tampak bersender pada bahu suaminya. Perutnya yang semakin hari, Semakin membuncit. Membuat Intan kadang merasa kesulitan untuk bergerak lebih leluasa.

__ADS_1


" Kenapa mas, Gak bilang sejak tadi?. Dan, Seharus nya Mas ikut mengantarkan Mbak Adel, Sampai ke Bandara mas!!! ". Intan sedikit kesal pada suaminya. Yang malah lebih memilih tetap berada di rumah. Sedangkan, Adel ingin berangkat ke Amerika.


" Aku, memang salah. Dan akan selalu salah. Saat aku memutuskan untuk menikah lagi. Membuat Adel menjadi orang yang merasa paling tersaki. Namun, Pada kenyataannya. Akulah korban nya".


Intan menautkan kedua alisnya bingung. Akan semua penuturan kata suaminya barusan. Karena, Intan belum paham. Apa yang dikatakan oleh Brian.


"Maksud mas apa? ". Tanya Intan dengan wajah bingungnya.


Brian kini ikut menatap wajah cantik Intan. Dan mengulas sebuah senyuman . Namun, Senyum itu membuat Intan merasa. Jika ada hal lain yang sedang di sembunyikan oleh Brian saat ini.


"Apa mbak Adel akan lama disana?. Bagaimana dengan Rilli? ". Tanya Intan pelan. Entah kenapa saat pertama kalinya ia melihat Rilli. Intan selalu saja memikirkan gadis kecil itu.

__ADS_1


" Entahlah sayang, Mungkin Adel akan kembali pada dunia modelnya lagi". Brian tersenyum kecut. Nyatanya Adel tidak kuat dan masih enggan untuk melepaskan karirnya disana.


"Apa boleh, Untuk sementara Rilli akan tinggal di rumah ini sayang?. Aku tidak akan tenang, Jika Rilli harus tinggal di rumah seorang diri".


" Sayang, Rumah ini akan selalu terbuka untuk Rilli. Dia juga putriku, Karena darah daging mas akan menjadi bagian hidupku juga ". Intan begitu bersemangat , Ketika mendengar kata Rilli akan ikut tinggal bersamanya.


" Terimakasih sayang". Brian berucap begitu sangat tulus. Meskipun hati kecilnya. Memang mengakui, Jika ikatan seorang anak dan ibu kandungnya itu, Tidak bisa untuk di tolak.


Setelah pertengkaran nya dengan Ibu mertuanya. Beberapa hari yang lalu. Sehingga Ana, Memutuskan untuk kembali ke Negaranya. Apalagi, David juga selalu memerikan sindiran pedas pada Ana.


Mungkin, disanalah Adel mulai berpikir. Jika, Kehadiran nya memang tak pernah di inginkan dan di harapkan. Wanita itu merasa ia seperti tak berguna. Meskipun harus berdekatan dengan suaminya. Apalagi, Adel tahu jika Brian telah mengetahui siapa Brilliant sebenarnya.

__ADS_1


"Berikan waktu pada Mbak Adel!!. Agar ia bisa menata kembali hatinya yang telah terlukai oleh kita berdua sayang!! ". Lirih Intan masih saja merasa bersalah. Dengan apa yang telah terjadi. Semua itu adalah berawal dari dirinya juga.


Brian tak menjawab. Namun, Pria itu hanya mengecup pucuk kepala istrinya , Penuh kasih sayangnya. Jika Brian ingin egois. Mungkin ia lebih memilih Intan saat ini. Tetapi, Brian bukanlah pria yang tidak tahu diri dan tidak tahu bagaimana mengucapkan terimakasih dengan benar. Apalagi, Lahirnya Rilli juga itu tak jauh dari perjuangan Adel juga. Meskipun cara mendapatkan Rilli, Menggunakan cara yang salah .


__ADS_2