
Dalam hubungan rumah tangga tak selamanya akan selalu di luputi rasa bahagia. Ataupun selalu merasa senang. Ada kalanya hubungan suami istri itu berada di pase jenuh dan juga berdiri di tempat. Karena adakala nya juga masalah mulai silih berganti datang menerpa sebagai ujian rumah tangga.
Entah itu masalah ekonomi, Masalah hati ataupun masalah anak. Yang jelas, semua permasalahan yang datang tentunya adalah sebuah ujian. Untuk mengangkat derajat dan menambah kualitas diri masing masing menjadi lebih kuat lagi.
Karena tak ada masalah yang tidak bisa di selesai kan . Sejatinya masalah pasti ada jalan keluar nya. Ketika kita mampu di situlah kualitas diri kita semakin meningkat. Namun, jika kita menyerah tanpa ada usaha sebelum nya untuk mencari solusinya. Maka, disanalah bisa dilihat jika kita lemah.
Mungkin saat ini apa yang di alami oleh Adel. Adalah sebuah kesalahan orang tuanya di masa lalu. Hingga ia ikut menerima imbasnya juga. Apalagi kebohongan mamanya pasti akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari. Sebab, Adel sangat tahu betul bagaimana kerasnya keluarga Brian. Apalagi kakek Brian adalah orang yang tegas dan tidak mau di tentang sama sekali.
Pria tua itu saat ini masih terlihat sehat dan juga masih tampak bugar. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Namun, Yang Adel tahu jika Mama Ana dan juga Kakek Brian. Sejak dulu tidak pernah akur sama sama sekali. Bahkan, sejak Rilli lahir sang kakek bisa dihitung dengan jari mengunjungi cicitnya itu.
Dan entah apa yang membuat mereka dulu setuju saat Brian telah di jodohkan dengan Adel. Meskipun perjodohan itu di lakukan saat sang papa masih hidup.
" Aku boleh bertanya sesuatu Pi? ". Adel mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah suaminya. Kini Adel pun telah menghapus air matanya.
Mungkin Adel akan tetap berusaha kuat sampai batas kesabaran habis . Dan tak mampu lagi untuk menampung beban hidupnya sendiri. Dengan sedikit ragu dan was was. Brian pun mengangukkan kepalanya.
" Apa papi sudah menemukan Intan? ".
__ADS_1
Deg...
Akhirnya apa yang Brian khawatir kan terjadi juga. Meskipun sebenarnya Brian juga ingin jujur pada Adel. Tentang Intan dan dirinya selama ini. Namun, Rasanya Brian juga belum sanggup untuk kembali mendengar permintaan perceraian yang akan Adel ungkapkan kembali.
Adel berusaha untuk tetap tersenyum. Wanita itu selama beberapa hari ini selalu memikirkan cara. Agar rumah tangga nya dengan Brian tetap utuh. Meskipun ia juga harus rela dengan keputusan yang akan ia ambil saat ini. Adel telah memperhitungkan semuanya dengan masak.
Adel menangkup wajah suaminya sambil berusaha untuk tetap tersenyum. Meskipun hati nya sebenarnya belum yakin akan jalan yang ia ambil saat ini.
" Apa Papi benar benar mencintainya?". Tanya Adel lagi membuat Brian semakin heran akan semua pertanyaan yang Adel lontarkan untuknya.
" Maafkan aku sayang!!. Aku sudah membuat dirimu terluka. Tapi, Percayalah kau dan Intan adalah hidup ku.Aku mencintainya tapi aku juga mencintaimu sayang. Kalian berdua memiliki ruang masing masing di hati ini". Ucap Brian mulai ingin terbuka dengan apa yang ia rasakan.
" Maaf jika selama ini aku telah membohongi kamu!!". Adel menautkan kedua alisnya. Akan ucapan suaminya
" Bohong tentang apa? ".
Brian menatap mata indah Adel. Yang masih saja ada gurat kesedihan disana. Namun, Brian tidak bisa untuk melepaskan salah satu di antara kedua istrinya. Jujur saja, Brian belum sanggup untuk memilih.
__ADS_1
" Aku dan Intan sudah sama sama sejak kita kembali ke Jakarta. Dan Maaf jika aku harus berbohong saat aku pergi keluar kota. Karena Intan tinggal di Bandung, jadi aku harus membagi waktuku untuk kalian secara adil". Brian sedikit hati hati. Agar ia tidak kembali melukai hati istrinya. Meskipun saat ini sebenarnya Adel juga telah terluka.
Adel malah tersenyum, Ia sama sekali tidak marah seperti dulu. Saat pertama kalinya dia tahu jika suaminya sudah menikah lagi di belakang nya. Dan saat melihat senyum Adel. Brian malah semakin was was dan khawatir.
" Aku merestui Papi untuk menikah lagi!!! ".
Deg...
Brian langsung terkejut saat mendengar ucapan istrinya saat ini. Brian malah sampai membelalakan matanya akan ucapan Adel barusan.
" Sayang kamu tidak...
" Aku serius Pi. Boleh aku bertemu dengan nya? ". Adel memotong ucapan suaminya. " Aku hanya ingin memperbaiki hubungan di antara kami saja pi. Dan aku juga akan ikhlas jika Papi ingin menikahi nya ulang. Dan aku akan ikut menjadi saksi nya nanti! ".
Brian tak bisa berkata kata lagi. Ia bahkan sangat terkejut akan penuturan Adel saat ini. Antara takut dan juga bahagia. Tak bisa lagi Brian sembunyikan. Pria itu langsung memeluk tubuh istrinya erat. Dan menciumi pucuk kepala nya berkali kali. saking bahagia nya Brian mendapatkan restu dari istri pertamanya, Untuk menikah lagi dengan Intan secara benar.
TBC
__ADS_1