POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Permintaan


__ADS_3

Intan memang sangat merindukan suaminya. Begitu pula dengan Brian yang sama hal nya merindukan Intan istri keduanya. Keduanya tak bisa membohongi perasaan nya masing masing. Namun, Intan yang sekarang tak seperti Intan yang beberapa tahun yang lalu. Sikapnya berubah 180 derajat.


Ia memang menerima kehadiran Brian kembali dalam hidupnya. Karena ia juga butuh sosok suami dan Ayah untuk anaknya nanti. Tapi, Intan tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Ia tidak akan kembali membuat dosa. Karena dosanya saat ini pun entah di ampuni apa tidak dengan yang maha kuasa.


Intan benar benar menyesali semua perbuatan nya selama ini. Ia juga sadar akan semua kesalahan dalam hidupnya. Selama menyendiri di Villa ini Intan berpikir keras. Hidupnya tidak akan punya kemajuan dan selalu akan di bayangi oleh kesalahan dan dosa jika dirinya tidak bertekad untuk berubah menjadi lebih baik.


" Sayang, apa kau masih marah padaku? ". Brian bertanya dengan sangat hati hati. Ia tahu Intan mulai berubah bahkan Intan juga tidak mau di sentuh olehnya.


Saat ini Intan dan Brian sudah berada di dalam Villa. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Sedangkan Jery dan Velyn sudah kembali ke Jakarta. Karena tidak ingin menganggu sepasang suami istri yang baru bertemu kembali ini.

__ADS_1


Intan menggeleng kan kepalanya ". Aku tidak berhak untuk Marah Mas. Semua yang sudah terjadi anggap saja sebagai pelajaran untuk kita kedepannya nanti!. Aku akan berusaha ikhlas untuk semua penghinaan ini. Dan aku tidak akan menuntut hal apapun lagi". Jawab Intan lirih. Dari nada bicaranya saja, Sepertinya Intan memang benar benar sudah pasrah akan keadaan nya.


Ingin rasanya Intan bilang pada Brian. Jika dia minta bercerai saat ini juga. Namun, lidahnya sangat keluh untuk mengucapkan kata itu. Hatinya belum siap untuk jauh dari Brian. Apalagi saat ia memikirkan janin yang ia kandung saat ini. Sungguh saat ini Intan mungkin telah mulai menerima hukum timbal baliknya.


Hukuman untuknya sebagai orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Hidupnya mulai tidak tenang akan bayang bayang ketidakadilan dalam rumah tangganya kelak. Dimana Intan yang sudah menebak jika Adel bukanlah orang yang menyerah begitu saja. Dan pastinya istri pertama Brian tidak akan tinggal diam. Saat tahu jika Brian telah menemukannya kembali.


Sungguh pikiran Brian mulai di penuhi oleh pikiran pikiran mesum dan membayangkan menghabiskan malam yang indah saat ini juga dengan Intan. Sejak tadi siang merek selalu saja menjaga jarak. Dan Intan lebih dominan dalam sikap beebedanya. Keterlaluan memang, Namun. Itulah laki laki. Apalagi Brian juga termasuk pria yang mempunyai hasrat tinggi. Adel juga selalu menolaknya untuk hal itu.


Intan menatap dalam mata Brian. Intan juga tidak munafik ia begitu menginginkan Brian sejak tadi. Satu bulan tanpa sentuhan Brian. Membuatnya resah dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Namun, Intan harus bisa menahan dirinya sampai nanti anaknya lahir. Intan tidak mau menambah dosa lagi. Hingga dosa di tumpuk dengan dosa.

__ADS_1


" Maafkan aku mas!. Untuk saat ini aku tidak bisa melayani kamu. Aku tidak ingin kita kembali membuat dosa. Meskipun kita sudah menikah secara agama, Namun. Kamu menikahi ku baru untuk anak kita ini. Sedangkan sah nya pernikahan kita nanti setelah anak kita lahir".


" Aku tahu dan sadar diri jika selama tiga tahun kita selalu berbuat dosa. Dan aku juga menyadari semuanya itu salah. Tapi, kali ini aku tidak mau anak kita ikut terkena dosa yang sudah kita lakukan selama ini Mas. Maaf, aku tidak mau kita kembali berzina". Ungkap Intan sembari menitikan air matanya.


Brian mengulas senyumnya. Meskipun ini cukup berat baginya. Tapi, demi hubungan nya dengan Intan tetap terjaga dan asalkan Intan tidak kembali pergi dari hidupnya. Brian akan setuju akan permintaan istrinya. Dan lebih tepatnya Istri keduanya itu.


Disini Brian sadar akar permasalahan nya sebenarnya ada pada dirinya sendiri. Hingga Ia tega melibatkan Intan dalam hubungan rumah tangganya yang mulai tidak sehat. Brian mencintai Adel namun ia juga mencintai Intan saat ini. Dua wanita yang sulit untuk ia tinggalkan secara bersamaan.


" Aku siap menunggu hari itu sayang. Asalkan kau mau janji untuk tetap berada di sisi ku!. Dan kau juga mau berjanji agar tidak akan pernah meminta ku untuk menceraikanmu!! ". Brian berucap dengan sangat tegas. Membuat Intan hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.

__ADS_1


__ADS_2