
Malam Harinya...
Keadaan rumah utama menjadi sedikit tegang saat pria tua dengan rambut yang sudah memutih. Kini duduk di sofa empuk yang ada di ruang keluarga. Meskipun usianya yang sudah lanjut, Namun, Pria itu tetap berwibawa dan juga selalu tegas.
Mama Ana yang sejak tadi duduk berhadapan dengan pria itu. Kini pun tampak sedikit menundukkan kepalanya. Ia bahkan, terlihat menciut saat di tatap sedemikian rupa oleh pria penuh wibawa itu. Bahkan, ia baru saja pulang setelah semua orang selesai makan malam. Dan sangat terkejut saat mendapati ada Grandpa nya Brian datang.
Pria yang selalu akrab dengan nama David Xavier itu. Membuat semua orang menjadi ciut. Termasuk dengan Brian cucunya sendiri. Sedangkan Adel pun ikut tertunduk di hadapan nya.
" Apa kau benar-benar ingin meninggal kan dunia hiburan itu Adel? ". Tanya Grandpa David mulai membuka obrolan.
Adel pun jadi gelapan sendiri, Ia pun langsung melirih ke arah Mamanya. Mungkin wanita itu ingin meminta dukungan penjelasan. Agar David bisa memahami kondisinya.
" Sementara waktu, Biarkan Adel ikut dengan suaminya dulu!!!. Lagian, Adel juga bisa kembali ke dunia model, Jika putrinya sudah bisa menyesuaikan diri disini". Mama Ana mulai angkat bicara juga.
Pria tua itu hanya menarik sudut bibitnya sinis. " Seharusnya sejak dulu Adel harus ikut dengan suaminya!. Meninggal semua pekerjaannya, Menjadi seorang model yang selalu saja berlenggak lenggok di depan publik dengan pakaian yang tidak pantas itu". Ketus David mulai kembali membahas masa lalu.
" Grandpa, Come on!!. Brian tidak masalah, Jika Adel ingin kembali ke karirnya lagi nanti!!. Brian juga ak...
" Itulah lemahnya kamu itu Brian". Sentak David. ". Kau itu kepala keluarga disini, Seharusnya kau bisa bersikap tegas dengan istri mu!. Jika pikirannya belum bisa dewasa. Tugas seorang istri itu menjadi istri dan ibu yang baik untuk suami dan anaknya. Tapi kau lihat istrimu itu!!! ".David mulai kembali emosi.
" Memperlihatkan semua kemolekan tubuhnya di depan umum tanpa rasa malu sedikitpun. Dimana harga dirinya sebagai seorang istri? ".
__ADS_1
" Cukup... Putriku hanya melakukan tugasnya sebagai publik figur, Dia tidak pernah melakukan kesalahan fatal selama ini. Karena itu semua sesuai prosedur dalam dunia kerjanya ". Ana masih tetap membela putrinya.
" Ana... Ana.. Mau sampai kapan kau ikut campur urusan rumah tangga Brian dan juga Adel?. Seharusnya kau itu sebagai orang tua, bisa menasehati putrimu dengan baik!. Bukan malah mendukung nya di jalan yang salah". Bentak David yang selalu saja emosi saat berhadapan dengan Ana.
" Grandpa... Brian mohon!!". Lirih Brian berusaha menahan amarah David.
Adel pun mulai bangkit dari tempat duduknya. Telinganya sudah panas sejak tadi berada di sana. Karena sejak dulu hingga saat ini sikap David masih saja sama. Terlihat belum menyukainya sama sekali.
" Adel kekamar dulu Pi! . Grandpa adel lelah mau istirahat ". Pamit Adel berlalu begitu saja dari hadapan semua orang.
Melihat Adel pergi David hanya menarik sudut bibirnya sinis. Ia sama sekali tak habis pikir, Kenapa dulu dia bisa begitu yakin nya. Untuk tetap melanjutkan perjodohan dari kedua orang tuanya Brian. Dan andaikan saja dia bisa tahu sejak awal. Mungkin ia lebih memilih untuk tidak melanjutkan perjodohan cucunya.
Jelas saja Ana mengepalkan kedua tangannya. Namun, Ia tak punya keberanian untuk membantah pria itu. Kalau saja, Adel bisa membuat Brian yakin dan tak memiliki istri kedua. Mungkin sudah lama Ana ingin menyikirkan David. Namun, Sayangnya pria itu selalu saja dapat membaca gerak geriknya.
David mulai bangkit dari tempat duduknya. Membuat Brian bertanya ". Grandpa sudah mau istirahat juga? ".
" Hem, Aku juga lelah Brian. Apalagi melihat rumah tanggamu ini". Sindir David sambil melirik kearah Ana.
Brian hanya bisa menghela nafasnya saja. Dimana, Brian juga bisa melihat geram nya ibu mertuanya itu saat ini.
" Brian".
__ADS_1
" Iya Grandpa ". Brian dan Mama Ana langsung kembali menatap kearah David.
" Besok bawa istri muda mu itu kemari!!. Grandpa ingin bertemu dengannya!! ".
Deg...
Baik Brian maupun Mama Ana sontak saling tatap tak percaya. Akan ucapan David saat ini. Namun, Pria tua itu malah bersikap santai. Layaknya orang yang tak melakukan apa apa.
" Grandpa tahu darimana kalau Brian su...
" Kau pikir Grandpa ini bodoh?". Sentak David memotong ucapan Brian.
" Bukankah mertua dan istri mu di rumah ini juga sudah tahu tentang pernikahan kalian? ". Sambung David yang tak suka basa basi.
" Setidaknya hargailah Adel sebagai istri sah Brian Tuan David!!. Apa anda tidak punya perasaan sedikit pun?. Bagaimana rasanya di khianati itu? ". Mama Ana mulai meluapkan kekesalannya dan juga emosinya.
" Ck, Jika kalian ingin di hargai, Setidaknya belajar lah menghargai orang lain terlebih dahulu!!. Saya tidak membenarkan dan setuju Brian menikah lagi. Tapi saya juga tidak menolak nya". Ucap David dan langsung melangkah pergi. Meninggalkan ruangan keluarga itu, Tanpa mau mendengar teriakan Ana .
" Semua ini gara gara kau Brian. Pokoknya Mama tidak mau Adel kembali kecewa sama kamu". Sentak Ana menatap nanar ke arah menantunya itu.
" Adel sudah setuju dan Adel pun telah memberi izin agar Brian menikahi Intan kembali secara resmi Ma". Jawab Brian tanpa ragu. Dan pria itu pun langsung keluar dari ruangan keluarga. Membuat Mama Ana tercengang bengong.
__ADS_1