POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Keputusan Adel


__ADS_3

Selepas Intan keluar dari dalam ruangan kerjanya. Brian langsung membuka isi paket dari Adel tersebut. Dan beberapa saat kemudian Brian langsung terdiam. Tak bisa berkata kata lagi. Saat ia membaca kop surat yang bertuliskan pengadilan agama.


"Tidak... Ini pasti salah". Guman nya menggeleng kan kepalanya.


Tetapi, Brian kembali lesu saat disana ada nama dia dan juga Adel. Dimana itu adalah surat gugutan cerai dari Adel. Yang tinggal menunggu persetujuan darinya saja.


Brian langsung meraih ponselnya. Dan ingin menghubungi Adel. Tapi, Belum juga sempat ia mendeal nomor ponsel istrinya. Brian lebih dulu menerima pesan dari Adel.


✉️: Mungkin keputusan ku ini terlalu gegabah, Dan membuatmu kecewa Brian. Tetapi ketahuilah aku sudah berusaha mencobanya. Ingin sekali aku untuk ikhlas dan menerima semuanya. Namun, Entah kenapa terasa begitu sulit untuk aku jalani. Maafkan aku Brian, Aku memilih untuk menyerah. Aku butuh ketenangan dalam menjalani hidup. Dan mungkin jodoh kita cukup sampai disini. Karena dari awal hubungan kita juga sudah salah. Maafkan aku yang tak bisa jujur dari awal. Sejak aku tahu, Jika mama lah penyebab semua ini terjadi. Tetapi, Sekarang kalian sudah dipertemukan kembali. Aku harap kau tidak menghalangi keputusan lagi. Bahagia lah dengan Intan dan anak anak kalian. Aku juga akan mencari kebahagiaan ku sendiri. Ku harap kau juga bisa menerima keputusan ku juga. Sebab, Sekuat apapun aku bertahan. Namun, Hatiku tidak bisa berbohong Brian. Aku pergi bukan karena aku tidak mencintaimu lagi. Tetapi, Semua kulakukan karena cintaku padamu begitu tulus Brian. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang sempat kau berikan. Terimakasih juga kau telah berusaha menjadi suami yang baik untukku selama ini. Maaf jika keputusan ku ini membuat mu kecewa!!. Aku pergi dan semoga saja setelah ini kita bisa mendapatkan kebahagiaan masing masing. Titip Brilliant juga ya, Meskipun aku bukanlah ibu biologis nya, Tetapi akulah yang melahirkan nya. Aku harap kelak Rilli juga tidak membenci ku setelah ini. Salam sayang Adelia.

__ADS_1


Brian lemas dan tak sadarkan menitikkan air matanya. Sungguh bukan ini yang Brian harapkan. Brian tak tahu harus bilang apalagi. Isi pesan dari Adel membuatnya sangat terpukul dan semakin merasa bersalah. Tetapi, Brian juga tidak bisa untuk menyalahkan Intan dalam hal ini.


Adel dan Intan sama sama wanita hebat dan kuat. Keduanya juga sama sama wanita yang tangguh. Jika dulu Intan sempat berpikiran ingin pergi dari hidup Brian. Karena ia tidak mau egois. Dan membuat hubungan dengan Adel hancur. Dengan kehadirannya yang sudah terlanjur masuk. Sekarang pun giliran Adel yang mencoba untuk tidak egois. Dan menjadi penghalang kebahagiaan nya dengan Intan.


Brian kembali meraih ponselnya. Dan ingin menghubungi Adel. Ia tidak bisa tinggal diam saja seperti ini. Meskipun Brian pernah menduakan cintanya Adel. Dengan menjalani hubungan bersama Intan. Namun, Ketahuilah Brian juga tak pernah berniat untuk mencampakkan Adel.


"Come on Adel!!. Jangan buat aku jadi pria tak berguna seperti ini". Guman Brian sambil terus mencoba menghubungi Adel.


" Haisss... Shitttt". Upat Brian sambil menjambak rambutnya kasar.

__ADS_1


Sejauh ini Brian memang sudah salah. Karena mencoba bermain api. Namun, Setelah ia mengetahui semuanya dari awal. Disini sebenarnya yang salah adalah ibu mertua nya. Andai saja dia tidak berbohong tentang perjodohan nya. Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Sekarang Brian malah merasa seperti sedang di permainan kan oleh takdir.


"Brengsek... ".


Pranggggg...


Brian melemparkan gelas minumnya kasar. Sehingga hampir mengenai kakinya.


" Sayang ada apa?".

__ADS_1


Deg...


Brian terpaku dan sempat terkejut ketika ia malah. Melihat Intan yang tiba tiba berdiri di daun pintu. Dengan menatapnya bingung. Bahkan wanita itu sedikit takut akan sikapnya barusan.


__ADS_2