
"Saya mau pulang". Adel langsung berdiri dari kursi yang ada di dalam ruangan kerja. Seorang pria dengan tatapan datarnya.
" Bisakah anda sopan sedikit nona? ". Seorang wanita dewasa tampak begitu ketus. Dan menatap Adel dengan tatapan tidak sukanya.
" Seharusnya kalian yang harus bersikap lebih sopan ke saya!. Saya tidak tahu apa yang terjadi denganku semalam. Sehingga begitu bangun aku sudah berada di tempat ini". Adel juga tak mau kalah ketus nya dari sosok wanita yang sejak tadi selalu saja menempel pada pria tak di kenalnya itu.
"Kau bera...
"Nadine". Wanita itu langsung membungkam mulutnya. Ketika ia melihat tangan bosnya terangkat keatas . Menandakan dirinya tak boleh bicara terlalu banyak saat ini.
Adel tampak mengejek wanita yang ternyata bernama Nadine itu. Dan ternyata ia hanya seorang sekretaris pria yang tak dikenal oleh Adel ini. Namun, Dari sikap dan juga perlakuan wanita itu. Adel sudah bisa menebak jika Nadine pasti menaruh hati pada bosnya. Gerak gerik wanita itu sudah bisa dibaca oleh Adel. Karena dia juga seorang publik figur. Yang sudah terbiasa menghadapi banyak manusia. Yang memiliki sifat serta karakter sama halnya dengan Nadine di luar sana.
"Kau boleh keluar Nadine! ".
" Tapi tuan saya...
__ADS_1
Nadine kembali menutup mulutnya. Ketika ia melihat tatapan dingin dari pria di hadapan nya itu. Dan kini ia malah menatap tajam kearah Adel. Membuat Adel tersenyum sinis. Adel bukannya takut dengan wanita modelan Nadine. Hanya saja, Saat ini wanita itu tidak mau menambah masalah dalam hidupnya lagi. Sudah cukup bagi Adel, Pikiran nya terkuras akan masalah rumah tangga nya selama ini. Dan Adel juga tak mau jika ia kembali terlibat masalah dengan orang lain juga.
Pintu ruangan ditutup sedikit kasar oleh Nadine. Dan itu membuat sosok pria itu hanya menatap datar kearah pintu ruangan kerjanya.
"Ck, Hanya seorang sekretaris saja belagu minta ampun". Guman Adel sengaja sedikit menaikan nada bicara nya. Agar bisa di dengar langsung oleh pria tersebut.
" Duduk lah kembali!.Saya ingin bicara serius denganmu! ". Ucap sang pria tak dikenal itu tiba tiba. Setelah pintu ruangan nya di tutup rapat oleh Nadine.
Adel pun hanya melirik sekilas. Lalu tak urung juga, Wanita itu malah menuruti perkataan sang pria. Dan memilih duduk kembali di kursi tepat di depan meja kerja sang pria tersebut.
"Bukalah!!. Mungkin kau akan di untungkan nantinya". Ujar sang pria tanpa basa basi lagi.
Adel mulai membuka map tersebut. Dan ia pun langsung menganga setelah melihat isi dari Map itu.
" Siapa anda sebenarnya?". Adel bertanya dengan tatapan penasarannya. Dan juga penuh kebingungan nya saat ini.
__ADS_1
"Tanda tangani saja surat itu!!. Jika kau mau segera bercerai dengan nya. Dan aku jamin setelah ini hidupmu akan jauh lebih tenang. Sebagai imbalannya, Aku bisa membantu mendongkrak popularitas mu. Agar namamu semakin di kenal oleh banyak agensi". Sang pria berucap dengan sangat percaya diri sekali.
"Ck, Kau pikir rumah tangga ku bisa kau tukar dengan uang? ". Adel tampak tak Terima dan juga tak tertarik dengan apa yang pria itu usulkan untuknya. Sejauh ini Adel juga sebenarnya masih tampak ragu, Untuk benar benar bercerai dengan Brian suaminya.
Apalagi ketika sampai detik ini, Brian juga belum memberikan keputusan apapun untuknya. Dan itu artinya, Brian belum menandatangani surat cerai mereka.
"Hahha, Adel adel... Kau pikir suami itu akan terus mempertahankan kalian?. Apa kau bahagia dengan pernikahan ini?. Pria itu malah seolah seolah sudah sangat paham sepak terjang Adel dan juga Brian selama ini.
"Dan jika mau menolaknya, Maka aku akan menyebarkan video ini ke publik". Pria itu menyodorkan tablet nya. Kearah Adel, Dimana Adel langsung melotot sempurna. Bahkan Adel sampai menutup mulutnya, Saking terkejut nya dia.
" Aku tidak tahu, Apa yang akan di lakukan oleh suami mu, Jika rekaman video itu sampai padanya. Apakah dia masih tetap ingin melanjutkan pernikahan nya atau malah sebaliknya? ".
"Dasar brengsek, Anda telah menjebakku disini". Sentak Adel tak terima dan membanting tablet milik sang pria. Hingga layar nya retak di atas marmer mahal itu.
" Hahah, Apa kau buta?. Kau tidak bisa melihat jika disana kau lah yang memulai nya lebih dulu, Bukan aku ".
__ADS_1
Deg...