POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Membuat Keputusan Sendiri


__ADS_3

Brian langsung mendorong Intan untuk segera masuk kedalam apartemen. Setelah ia berhasil membuka pintu Apartemen nya. Lalu Brian dengan rakusnya langsung menyambar bibir tipis Intan. Bahkan pria itu menutup pintu Apartemen hanya memakai kakinya saja.


Barang barang Intan telah ia masukkan dan dengan sangat tergesa-gesa. Brian selalu begini jika sedang bersama Intan. Hasratnya tak terkontrol dan ia malah semakin halu saat mencium wangi tubuh Intan.


" Sayang... Akh".


Intan melenguh sembari menggigit bibir bawahnya ketika Brian sudah menurunkan kepalanya dan membuka penutup delima kembarnya itu. Meremas dan kini malah melahabnya secara bergantian.


Puas dengan kedua delima kembar itu. Brian pun langsung menggendong tubuh Intan, Hingga kedua kaki Intan melingkat erat di pinggang nya. Bahkan Intan sampai mendongak, melentik ketika Brian mencumbu lehernya dan memberikan tanda kemerahannya disana.


Brakkk...


Lagi lagi Brian membuka pintu kamar nya dengan kasar. Ia sudah tidak tahan untuk lama lama melakukan pemanasan . Yang membuat jagung manisnya terus berontak minta keluar dan minta buru buru di di kukus kedalam oven nya.


Intan sadar jika Brian saat ini sedang emosi. Tapi, Intan tidak akan menolak apapun yang akan Brian lakukan pada tubuhnya. Karena ia juga sudah tidak mampu untuk berhenti di tengah jalan.


Setelah menidurkan tubuh Intan di atas ranjang. Brian langsung membuka resleting nya. Dan menurunkan celananya. Hingga sang jagung manis itu tampak begitu berdiri menjulang nan tegang.


" Akh... ".

__ADS_1


Lagi lagi Intan menjerit ketika Brian menancapkan si jagung dengan sedikit kasar. Entah apa yang sedang Brian pikirkan saat ini. Hingga ia melakukan hal itu dengan emosinya.


" Brian... Kau bisa menyakiti anak kita". Seru Intan berusaha mendorong pelan dada bidang Brian.


Deg...


Brian baru ingat kembali jika Intan sedang mengandung anaknya. Dengan sedikit menyesal Brian ingin segera beranjak dari atas tubuh Intan. Namun, belum sempat ia memcabut jagungnya. Intan sudah lebih dulu menahan pinggang Brian.


" Lanjutkan saja sayang!!. Tapi kurangi temponya!! ". Ucap Intan dengan suara seraknya.


Brian tidak tega melihat ekspresi Intan yang sudah di penuhi kabut gairah. Dan Brian pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Lalu kembali memompa tubuh Intan. Namun, Kali ini Brian bisa mengatur temponya. Tidak seperti tadi yang sangat kasar dan hampir melukai Intan serta baby nya.


" Oh... Akhhh... ".


Setelah beberapa menit kemudian, Baik Intan maupun Brian keduanya sudah sama sama lelah akan permainan mereka sendiri. Brian menggeser tubuhnya dan langsung ambruk di samping Intan. Deru nafas keduanya masih tersengal sengal. Bahkan Intan malah langsung lemas tak berdaya.


Brian malam ini benar benar kalab. Bahkan membuat Intan sampai berkali kali pelepasan. Namun, Brian baru satu kali ini.


" Maaf ". Lirih Brian yang langsung berguling kesamping dengan tangan untuk menompang kepalanya.

__ADS_1


Intan tersenyum dan membelai wajah tampan Brian dengan usapan lembutnya. " Ada apa??? ". Tanyanya pelan.


Cup...


Brian malah mengecup bibir Intan sembari memjamkan matanya. " Lusa aku harus ke Surabaya sayang. Dan aku juga tidak tahu mau sampai kapan Adel tinggal di Jakarta. Karena dia bilang akan menetap untuk beberapa waktu, Adel juga sudah mengatur ulang jadwalnya". Ucap Brian lirih.


" Dia lebih berhak atas dirimu sayang daripada aku". Intan malah menjawab dengan jawaban menohok. Namun, senyum dibibir wanita itu tetap saja terlihat begitu tulus.


" Kamu bisa habiskan waktu dulu bersama mba Adel, selama dia ada disini!!. Aku bisa maklumin itu sayang". Sambung Intan lagi.


Intan cukup sadar akan posisi nya. Dan Intan pun sudah membuat keputusan, Yang mungkin akan melukai Brian. Tapi, Menurut Intan inilah yang terbaik untuk mereka. Gadis itu memang telah membuat masalah besar dan bahkan akan membuat malu Mamanya. Namun, Intan tidak akan kembali kerumah orang tuanya ataupun meminta Brian untuk tetap menikahinya.


Tanpa sepengetahuan Brian Intan telah memutuskan kontrak kerja nya dengan maskapai penerbangan tempatnya bekerja. Dan itu pun dengan denda yang lumayan besar. Beruntung uang tabungan Intan masih cukup untuk membayar denda pembatalan hubungan kerja yang sudah separuh jalan itu.


Dari sikap Brian Intan yakin jika seandainya Adel tahu dan meminta Brian untuk memilih di antara mereka. Mungkin Brian akan memilih Adel, Sebab, Brian begitu menyayangi putrinya.


" Kamu yakin sayang? ". Brian meyakinkan Intan. Dengan anggukan kepalanya Intan pun merasa sangat yakin.


TBC

__ADS_1


__ADS_2