
Mencoba bertahan dalam hubungan yang sudah tidak sehat dari awal. Memang sangat menyakitkan, Tapi untuk pergi pun kadang hati ragu. Pada intinya saat ini Adel berada pada posisi yang sangat tidak baik, Untuk kesehatan pikiran dan mentalnya.
Pergi sulit bertahan pun sakit. Sakit karena ia berada di posisi yang membingungkan. Jika Intan memang pada awalnya telah salah, Salah karena membiarkan pria yang sudah beristri untuk masuk kedalam hidupnya. Namun, Posisi Adel juga telah salah. Karena sejak awal pernikahannya mereka bukanlah atas dasar Cinta.
Sebab, Jika Adel tahu jika dirinya dibuat seolah merebut jodoh orang lain. Hanya karena sang ibu yang terlalu membenci seseorang dengan sangat berlebihan. Hingga, Kehidupan anaknya. Yang kini telah menjadi korban. Akan keserakahan serta dendam nya di masa lalu.
Sungguh ini adalah perjalanan cinta. Yang begitu rumit dan selalu membuat kehidupan orang tidak bisa nyaman. Hubungan yang selalu terlihat satu dengan lainnya. Menjadikan, Posisi keduanya selalu di hantui rasa bersalah.
Brian berjalan gontai masuk kedalam rumah utama. Karena, usahanya untuk mencegah Adel pergi sia sia. Pesawat yang Adel naiki telah take off sejak sepuluh menit. Sebelum dirinya tiba di Bandara.
David yang melihat raut wajah cucunya. Yang terlihat sangat pening. Hanya bisa menarik nafasnya berat. Ia juga telah terlambat mengetahui fakta yang sebenarnya. Seandainya ia lebih teliti. Dan menelusuri lebih dulu tentang perjodohan cucunya. Mungkin, Hal seperti ini juga tidak akan bisa terjadi. Hingga melibatkan hati dua orang wanita. Yang sama sama tidak bersalah.
__ADS_1
"Brian". David memanggil Cucunya. Membuat Brian menoleh kearah tangga. Dimana David sedang berdiri dengan terus menatap kearahnya.
" Ikut Grandpa ke ruang kerjamu!! ".
Tanpa banyak protes dan tak menjawab sepatah kata pun. Brian langsung mengekor di belakang langkah David. Mungkin ia sudah tidak berminat untuk berdebat. Ataupun kembali membuat masalah. Yang nantinya malah dirinya sendiri yang di repotkan.
🌿🌿🌿🌿🌿
David memulai pembahasannya. Karena ia juga tidak ingin melihat cucu satu satunya. Selalu tidak tenang dan juga di rundung masalah yang tidak ada habisnya.
"Apa yang harus Brian lakukan sekarang Grandpa? ". Tanya Brian lirih.
__ADS_1
" Brian tidak ingin memilih di antara Adel maupun Intan. Karena Brian mencintai keduanya. Brian ingin, Mereka tetap selalu berada di samping Brian. Sampai maut memisahkan. Meskipun, Brian tahu jika selama ini Adel bukanlah wanita yang sempurna untuk Brian. Tetapi, Brian ingin Rilli bisa tetap dibesarkan oleh Adel. Karena Brian yakin, Intan juga tidak akan keberatan, Seandainya ia tahu apa yang sebenarnya terjadi ".
Pria itu masih saja bersikukuh , Untuk tetap melanjutkan hubungan keduanya. Brian hanya tidak ingin menambah luka kembali. Seandainya dia memilih satu di antara nya. Tetapi, Brian masih belum paham bagaimana perasaan dua wanita. Yang selama ini sedang berusaha ,untuk tidak mempunyai perasaan dengki , iri bahkan cemburu.
Kehilangan memang sakit, Tetapi, Bertahan dengan posisi sulit seperti ini. Jauh lebih sakit lagi. Ikhlas itu tak semudah saat kita mengucapkannya. Karena dibalik kata ikhlas. Setidaknya hati dan jiwa bisa benar benar plong. Ibaratkan kita membuang hajat. Tak pernah ada rasa penyesalan sedikitpun di dalamnya.
"Grandpa tahu Brian ini sangat sulit untukmu. Tapi, Kau juga harus paham dan bisa membedakan mana Cinta dan mana keegoisan!! ".
David bukannya tak menyukai Adel maupun Intan. Tapi, Sebagai orang tua keluarga Brian satu satunya. David hanya bisa memberikan nasihatnya saja. Karena ia juga tidak setuju ataupun mendukung adanya poligami. Dalam rumah tangga Brian.
" Tolong Grandpa!!. Jangan paksa Brian untuk memilih!!! ".
__ADS_1
Jawaban Brian hanya bisa disambut helaan nafas berat oleh David. Karena ia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya sendiri. Sebab, Yang menjalani rumah tangga itu adalah Brian. Dan David yakin jika kelak Brian mampu, untuk membawa rumah tangganya ke jalan yang lebih sehat.