
Langkah kaki seorang wanita paruh baya tampak begitu gontai setelah ia keluar dari Apartemen mewah di kawasan elit. Dimana Apartemen itu adalah tempat tinggal putrinya selama ini. Niatnya ingin berkunjung dan memberikan kejutan untuk sang anak. Tapi, malah ia sendiri yang terkejut.
Pikirannya saat ini mulai kalut saat ia tahu putri semata wayangnya, ternyata sudah satu bulan ini tidak menempati Apartemen itu. Bahkan, menantunya juga sudah tidak menampakkan batang hidungnya.
" Yaa Allah Intan. Kemana kalian nak?. Kenapa tidak memberitahu Mama, tentang apa yang terjadi sebenarnya ". Mama Rena menatap sedih pada bangunan gedung mewah yang ada di hadapan nya saat ini.
Nomor ponsel putrinya pun sudah tidak bisa dihubungi. Hal itulah yang membuat Mama Rena mulai menaruh curiga. Dan ia pun langsung menyuruh sopir nya untuk mengantarkan nya ke Jakarta.
Namun, apa yang telah ia ketahui saat ini di luar dugaannya sendiri. Wanita itu tidak pernah menyangka jika Intan mengulang masa lalu hidupnya kembali. Mama Rena menitik kan air matanya. Ia pikir Intan tidak akan mengulang masa lalu kelamnya lagi. Tapi, sekarang kenyataan pahit telah ia rasakan kembali.
" Mama ". Suara seorang pria membuat Mama Rena menoleh dan mengurung kan niatnya untuk masuk kedalam mobilnya. Ya pria itu adalah Brian, laki laki yang sudah menikahi putrinya satu bulan yang lalu.
__ADS_1
Bahkan pria itu juga ternyata adalah pria beristri dan telah mempunyai seorang anak. Mama Rena menatap tajam penuh emosi pada Brian. Namun, Brian yang paham akan tatapan penuh amarah dari Mama Rena. Membuatnya hanya bisa tertunduk pasrah akan makian dan cacian dari ibu mertuanya itu.
" Bisa Mama ikut Brian sebentar?. Brian akan jelaskan semuanya pada Mama". Ucap Brian yang memang tidak bisa lagi mengelak.
Meskipun Mama Rena sangat marah dan kesal serta kecewa akan Brian dan Intan. Tetapi, Mama Rena masih bisa mengontrol dirinya untuk tidak memaki Brian. Terlebih, Brian juga bukan orang sembarangan disini. Akhirnya Mama Rena pun mengikuti langkah Brian. Dan disinilah mereka berdua sekarang berada. Di sebuah Coffee shop yang tak jauh dari Apartemen Intan dan Brian .
" Dimana Intan? ". Tanya Mama Rena dengan suara tercekatny. Sebagai seorang ibu Mama Rena tidak akan pernah bisa tenang. Jika putri semata wayang nya malah pergi dan menghilang tanpa jejak seperti ini.
" Maafkan Brian Ma!. Brian gagal jadi seorang suami ". Ucap Brian lirih. Ia pun sudah kehabisan akal untuk mencari Intan. Bahkan Brian juga sudah membayar beberapa orang demi menemukan Intan. Sayangnya sampai saat ini, Jejak Intan sama sekali tidak di temukan. Bahkan tak ada laporan kalau Intan pergi keluar negeri sekalipun.
Disini juga bukan hanya Brian yang salah. Tapi, juga putri semata wayangnya. Dan sekarang juga bagi Mama Rena sudah terlanjur terjadi. Apapun keputusan Intan dan Brian. Mama Rena hanya bisa menerima nya nanti.
__ADS_1
" Maafkan Brian Ma!!. Brian sudah menghancurkan hidup Intan. Bahkan sampai sekarang Brian juga tidak bisa menemukan Intan dimana. Brian juga belum mampu meyakinkan Adel istri pertama Brian untuk menerima Intan sebagai madunya". Lirih Brian sendu.
Mama Rena menarik nafasnya berat. Dan menghembuskan nya dengan kasar. " Tidak akan ada wanita yang mau dimadu. Apalagi harus berbagi suami dengan wanita lain Brian. Kalaupun ada pasti mereka tidak akan benar benar bisa tulus apalagi ikhlas". Mama Rena tersenyum miris.
" Apa istri pertama mu meminta cerai?. Setelah ia tahu kamu menikah lagi? ". Anggukan kepala Brian membuat Mama Rena kembali miris.
" Tapi Adel sudah membatalkan gugutan cerainya Ma. Namun, Adel juga belum bisa menerima Intan". Brian benar benar di buat pusing dan galau akan sikap kedua istrinya.
Mama Rena hanya diam sembari menggeleng kan kepalanya saja. Ia tidak pernah membayangkan kehidupan putrinya akan mengulang kisah masa lalunya. Meskipun hanya berbeda konsep saja.
" Mama minta temukan Intan dulu!!. Ajak dia pulang secepatnya!. Setelah itu kita bicarakan bersama masalah ini!.Di hadapan Mama, orang tua istri pertama mu dan kedua istrimu!. Dan apapun keputusan Intan nantinya, kamu harus terima Brian!. Semua ini demi kebaikan kalian juga".
__ADS_1
" Tapi, Ma. Brian tidak ingin pisah dengan mereka berdua. Brian tidak akan pernah menceraikan keduanya ". Brian tak kalah tegasnya dari Mama Rena.
" Kalau begitu siap siap saja!. Kau akan kehilangan keduanya ". Jawaban Mama Rena bagaikan sebilah pedang tajam. Yang langsung menusuk hati Brian.