
Satu Minggu Kemudian...
Di belahan bumi yang berbeda, Saat ini tengah berlenggak lenggok seorang wanita cantik. Dengan memakai gaun mewah hasil karya dari desainer terkenal. Acara fashion malam ini. Tampak begitu meriah, Karena di ikuti oleh berbagai Negara. Dan di sponsori langsung oleh beberapa perusahaan besar.
Tatapan seorang pria, Sejak tadi tak pernah kedip kearah salah satu model. Dimana para model busana sedang memamerkan. Semua rancangan dari para desainer masing masing.
Senyum pria itu terbit, Setelah semua model telah kembali ke ruangan nya masing masing. Karena acara telah usai. Setelah hampir dua jam lamanya. Mereka menampilkan diri di atas panggung besar nan mewah.
"Tuan Sam, Apa anda akan langsung pulang? ". Tanya sang sekretaris nya.
" Cari tahu, Siapa model busana Funny boutique!!. Dan segera berikan informasi nya padaku!!! ".
" Baik tuan".
__ADS_1
Sang sekretaris hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Dan menjalankan apa yang di perintahkan tuannya. Meskipun ia masih bingung dengan apa yang diminta. Oleh tuannya saat ini. Karena yang ia tahu, Jika tuannya selama ini. Adalah sosok pria yang sering gonta ganti pasangan.
Hanya karena kekecewaan nya yang mendalam. Pada Sang mantan istrinya. Pria itu menganggap semua wanita sampah. Dan tak pernah mempunyai perasaan apapun lagi pada lawan jenisnya. Bahkan, Pria itu juga lebih tertarik untuk menikmati nya saja. Daripada harus terikat suatu hubungan rumit.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di dalam ruangan ganti. Adel yang baru saja selesai mengganti pakaian nya. Kini pun langsung kembali keluar dari ruangan itu. Dengan di dampingi oleh asisten nya. Dimana Sang asisten adalah sahabat nya sendiri.
"Are you okey?? ". Tanya asistennya. Karena sejak tadi ia selalu memperhatikan wajah sahabatnya itu.
Bagaimana bisa dia baik baik saja. Karena sampai sejauh ini pun. Pikiran serta hatinya masih selalu tertuju pada Brian. Selama satu minggu ini. Ia sengaja tak mengaktifkan ponselnya sama sekali. Hanya untuk berusaha menghindari Brian.
Adel sebenarnya masih tetap berharap, Jika Brian ikut menyusul nya. Dan berusaha untuk mencegah dirinya kembali ke Negara ini. Namun, Sayangnya sampai saat ini. Brian sama sekali tak perduli padanya. Adel menganggap Brian sudah benar benar melupakan nya.
__ADS_1
"Adel, Kamu harus bisa fokus!!. Dan berusaha untuk melepaskan, Jika kau memang tak sanggup lagi bertahan! ".Sahabatnya selalu saja menasehati Adel. Karena sejak kembali sampai sekarang. Wanita itu malah terlihat tak bersemangat. Bahkan, Tubuhnya jauh lebih kurus dari sebelumnya.
" Apakah aku bisa hidup tanpa Brian ?". Nyatanya dia sendiri pun masih tetap ragu. Untuk menjauh dari suaminya. Pria yang telah menemaninya selama sepuluh tahun ini.
Pria yang selalu memberikan apapun padanya. Hanya untuk membuatnya bahagia. Meskipun, Ia juga harus menerima kenyataan pahit. Saat Brian malah menduakan cintanya. Lukanya memang begitu sakit. Tapi, Untuk pergi dari Brian lebih menyakitkan lagi baginya.
Sejujurnya Adel sudah tak sanggup untuk bertahan. Tetapi, Menjauh pun hanya membuat dirinya semakin terpuruk serta kesepian. Hatinya belum begitu yakin untuk, Mengmbail keputusan yang tepat. Apalagi untuk menuntut cerai dari Brian.
Tetapi, Adel juga belum begitu sanggup bertahan. Dengan bayang bayang kecemburuan yang mendalam. Hatinya tetap sama tak tenangnya. Otaknya selalu berpikiran yang bukan bukan. Ketika Brian sedang bersama Intan. Meskipun ia sadar dan paham. Jika pun mereka melakukan hubungan badan. Itu sah sah saja karena mereka juga pasangan suami istri.
"Pikirkan lagi Del!. Jangan membuat keputusan di saat hatimu sedang kalut seperti ini!". Adel pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Tanpa ingin menjawab sepatah kata pun.
Pikiran nya masih saja tetap kalut. Jiwanya pun terasa begitu hampa. Sosok Brian nyatanya pun tak bisa di hilangkan begitu saja, Dari otaknya. Semakin Adel mencoba untuk menjauh. Maka semakin sering bayang bayang Brian menghantui pikirannya.
__ADS_1
SATU BAB AJA DULU YA GENGS, UNTUK HARI INI...
BUNDA MAU KEJAR DAILY BUAT DI SEBELAH SOALNYA🙏🙏🙏