POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Tak Ada Niat Pamer Kemesraan


__ADS_3

Dan di dalam kamar saat pesta ulang tahun Brilliant masih berlangsung. Sepasang suami istri malah sedang asyik menikmati indahnya surga dunia. Dimana Adel tampak begitu bersemangat dalam menaik turunkan pinggulnya di atas tubuh suaminya.


Kedua tangan Brian yang sejak tadi menempel erat pada bagian si kembar. Membuat lenguhan Adel semakin menjadi jadi saja.


" Sayang... Akh".


Tubuh Adel bergetar hebat saat ia sudah melakukan pelepasannya di dalam sana. Namun, Suaminya malah tampak semakin bersemangat mengganti pimpinan permainan yang belum mau usai itu.


Brian sangat kalab, Karena ia sudah lama tidak melakukan hal ini. Jatahnya di cancel dan di pending secara bersamaan. Baik istri tua maupun istri mudanya. Bahkan lebih parahnya lagi. Intan malah benar benar menolak saat di ajak berhubungan.


Namun, saat ini ketika Adel yang lebih dulu memancing dirinya. Brian tak menolak lagi, Hingga ia bisa menikmati kembali indahnya dunia kenikmatan. Yang membuat jagung manisnya hampir tak terasah selama ini.


Erangan dan jerit kenikmatan mulai membuncah. Menandakan Jagung Brian sudah mulai memuntahkan laharnya kembali di dalam sana. Membuat Adel tersenyum puas.


" Aku sudah melepaskan alat KB ku. Dan semoga Rilli akan segera mendapatkan adik ".


Ucapan Adel hanya di tanggapi Brian dengan senyum tipisnya. Brian tak menolak dan tak juga menentang. Ia juga akan tetap jadi Papi. Dan tak keberatan jika kedua istrinya sama sama mengandung anaknya. Namun, Brian juga saat ini langsung teringat dengan Intan. Istri mudanya yang tadi kata Mama mertuanya sempat mengeluh jika perutnya kembali sakit.


Cup...


Brian mengecup kening istrinya. Setelah Adel ambruk di atas tubuh nya. Bahkan keringat dan peluh masih tersisa di kulit tubuh masing masing.

__ADS_1


" Beranjaklah sayang!. Kita harus mandi sekarang!. Sebelum Rilli mencari kita". Brian berucap dengan sangat hati hati agar Adel tidak merasa tersinggung padanya.


Sebab, biasanya mereka tak pernah melakukan nya hanya cukup satu kali. Dan kadang juga Adel malah minta tambah. Saat satu ronde sudah selesai, Dan akan di lanjutkan dengan ronde selanjutnya.


" Kenapa hanya satu kali?. Biasanya kau akan mengulangi lagi sayang". Benar saja belum juga kering lidah Brian untuk berguman. Sekarang Adel malah sudah membahasnya.


Brian mengusap pucuk kepala istrinya dengan sangat lembut. Lalu beralih ke wajah cantik itu. Mengecup bibirnya perlahan.


" Kita lanjutkan nanti malam saja sayang!. Bukankah dibawah masih banyak tamu?. Rasanya tidak etis jika kita terlalu lama meninggalkan mereka begitu saja".


" Aj, iya kenapa aku lupa jika masih ada wali murid dan teman teman Rilli". Jawab Adel yang langsung beranjak dari atas tubuh suaminya. Dan segera turun untuk melangkah ke dalam kamar mandi.


Brian tersenyum lega, karena Adel tak keras kepala. Saat Adel masuk kedalam kamar mandi. Brian pun langsung menuju balkon untuk menelpon Intan istri keduanya. Pikirannya tiba tiba terus tertuju pada istrinya itu. Dimana kondisi Intan saat hamil selalu saja mengeluh. Fisiknya lemah saat ia di nyatakan mengandung.


" Halo sayang, apa kau baik baik saja? ". Brian langsung bertanya saat layar ponselnya di penuhi oleh wajah cantik istri keduanya.


" Iya, aku sedang ada di toko mama. Karena aku juga bosen harus di rumah terus". Jawab Intan masih tetap bisa tersenyum manis.


"'Kenapa mas gak pake baju?. Bukankah seharusnya menemani Rilli?. Dia kan sedang mengadakan pesta ulang tahunnya mas".


Brian terlihat sedikit gugup , Seperti sedang ke gip saat sedang selingkuh dan tidur dengan wanita lain di hadapan istrinya. Dan ia juga merutuki kebodohan nya. Tanpa memakai bajunya terlebih dahulu saat menelpon Intan.

__ADS_1


" Oh ini... Tadi aku tidak sengaja ketumpahan minuman sayang. Makanya aku kembali ke kamar dan ingin ganti baju. Tapi, aku begitu mengkhawatirkan kamu. Makanya buru buru telpon". Alasan Brian yang seolah sedang bicara dengan wanita polos saja. Padahal Intan sudah bisa menebak apa yang barusan di lakukan oleh Brian.


Namun, Intan juga tidak bisa untuk mencegah ataupun melarangnya. Karena, itu juga kewajiban Brian untuk memberikan nafkah batin pada istrinya. Meskipun hati Intan sedikit merasakan cemburu. Membayangkan bagaimana suaminya menikmati tubuh wanita lain. Padahal disini justru Adel lah korban nya. Akan tetapi, semua perasaan wanita itu sama. Sama sama sensitif jika menyangkut hati apalagi yang telah di bumbui dengan kata cinta.


" Sayang, bisa tolong ambilkan aku handuk!! . Aku lupa membawanya". Teriak Adel dari dalam kamar mandi. Membuat wajah Brian langsung memerah karena pasti Intan mendengar teriakan Adel.


Namun, wanita itu malah tersenyum. Membuat Brian jadi merasa bersalah. Brian tidak bermaksud memamerkan kemesraan nya bersama Adel di depan Intan. Yang mana Intan juga istrinya.


" Sayang aku...


" Mas, aku tahu mbak Adel istri mas juga. Aku paham kok. Jadi, mas tidak perlu merasa bersalah padaku. Aku akan berusaha menerima mas. Karena aku juga sadar jika akulah yang salah disini".


" Maafkan aku sayang!!. Tapi tolong jangan salahkan dirimu sendiri!. Akulah yang membuat semuanya seperti ini". Tutur Brian penuh penyesalan. Hingga ia tidak bisa memutuskan untuk membuat pilihan.


" Tutuplah telpon nya mas!!. Sebelum mbak Adel tahu jika mas menelpon ku". Intan berusaha sekuat hatinya untuk tidak memperlihatkan luka di hatinya.


Wanita itu akan berusaha tetap kuat apapun yang akan terjadi nanti. Meskipun ia harus selalu menelan pil pahit dari sebuah dosa yang telah ia perbuat dengan mudah. Yaitu mencintai dan melabuhkan hatinya pada pria yang sudah beristri.


" Aku mencintaimu sayang". Seru Brian


" Aku tahu". Balas Intan tersenyum teduh.

__ADS_1


AKHIRNYA SETELAH SEKIAN PURANAMA, HARI INI UDAH BISA UP KEMBALI GENGS 🤭TAPI MAAF KALAU KEMUNGKINAN GAK BISA TERUS UP 2 BAB ATAUPUN CRAZY UP DULU YA GENGS🙏🙏🙏 BUNDA LAGI KEJAR DAILY DI PF SEBELAH SAMPE AKHIR BULAN INI. INSYAALLAH SETELAH NYA BAKAL RUTIN UP LAGI SEPERTI SEBELUMNYA DAN SEPERTI NOVEL YANG LAINNYA JUGA


__ADS_2