
Keesokan harinya Brian pulang ke Jakarta seorang diri. Setelah mengantarkan Intan untuk pulang kerumah orang tuanya. Brian pun langsung pamit pulang ke Jakarta kembali. Meskipun berat harus meninggalkan Intan di Bandung. Namun, Brian juga harus menghargai permintaan Intan. Dimana istri keduanya itu tidak mau membuat Adel semakin membenci dirinya.
Intan memutuskan untuk menetap di Bandung bersama Mamanya. Toh Mama Rena juga sudah tahu permasalahan rumah tangganya yang rumit itu. Bahkan, Mama Rena hanya bisa berlapang dada akan keputusan sang putri yang memilih untuk masih mempertahankan rumah tangga nya dengan Brian.
Brian melangkah dengan gontai memasuki rumah mewah peninggalan kedua orang tuanya. Yang saat ini masih terlihat nyaman untuk tempat tinggal mereka sekeluarga.
" Adel mana Ma? ". Tanya Brian saat ia sudah masuk kedalam rumahnya. Namun, istrinya tidak terlihat hanya ada Mama mertuanya saja di ruang tamu.
" Ada di dapur. Dia sedang memasak makanan kesukaan mu". Jawab Mama Ana memberitahu Brian.
__ADS_1
" Masak? ".Guman Brian sedikit aneh. Sejak kapan Adel mau masuk dapur dan ini malah masak untuknya. Setahu Brian Adel itu sama sekali tidak masak selama ini.
Dengan sedikit bingung akhirnya Brian pun langsung melangkahkan kakinya menuju arah dapur. Ia sempat terkejut kembali saat melihat Adel tampak begitu fokus pada masakan yang ia buat. Tanpa sadar jika Brian semakin mendekat kearahnya.
Art yang sejak tadi menemani Adel di dapur. Mulai menjauh dan membungkukkan badannya saat melihat Brian datang. Sedangkan Adel masih belum mengetahui kedatangan Brian.
" Bibi tolong ambilkan saya sen... ". Ucapan Adel menggantung ketika ia menolah malah mendapati suaminya yang berdiri tepat di sampingnya.
" Sejak kapan kau bisa masak? ". Tanya Brian seolah tak percaya jika yang ada dihadapan nya saat ini adalah Adel istrinya.
__ADS_1
" Mulai hari ini". Senyum Adel kembali mengembang sempurna.Ia mulai mendekatkan tubuhnya pada Brian suaminya. " Mulai hari, aku akan belajar jadi istri yang baik, istri yang bisa mengurus suami, anak dan juga masak untuk kalian sayang". Ucap Adel dengan senyum yang masih merekah dibibirnya.
Brian tersenyum tipis, Ia tidak bisa berdalih jika Adel memang sebenarnya adalah istri yang baik. Namun, karena sebuah karir ia bisa bersikap acuh selama ini. Seharusnya sebagai seorang kepala keluarga. Sudah menjadi tanggung jawabnya dan kewajiban nya untuk menasehati istrinya. Seharusnya juga Brian harus tegas pada istrinya. Bukannya malah mendukungnya dulu. Jika memang pada akhirnya rumah tangganya akan terbengkalai seperti ini.
Brian memeluk Adel tiba tiba. Membuat Adel sedikit heran. Tetapi, sedetik kemudian senyum Adel kembali terbit. Adel merasa yakin jika dirinya masih ada di hati suaminya. Sekarang Adel hanya ingin berjuang untuk keutuhan rumah tangganya lagi. Dimana tak dapat di pungkiri jika sekarang hubungan nya dengan Brian mulai berjarak karena adanya orang ketiga di antara keduanya.
" Aku ke atas dulu, sekalian mandi. Lanjutkan saja masaknya!!. Nanti aku akan turun jika masakanmu sudah selesai ". Ucap Brian mengulas senyumnya pada wanita yang selama hampir 10 tahun ini menjadi istrinya.
Adel pun hanya mengangguk kan kepalanya saja. Dan ikut tersenyum senang. Meskipun hatinya sempat kecewa pada suaminya. Akan tetapi, sejauh ini Adel tak bisa membohongi perasaan nya sendiri. Jika dia tidak bisa lepas dari Brian pria yang sudah menjadi pemilik hatinya.
__ADS_1
Sembari melangkah Brian terus berpikir keras. Dua wanita itu sama sama mencintainya. Hanya beda cara menyampaikan nya saja. Adel dan Intan telah menyatu dalam hatinya. Dan Brian tak bisa menghindari kenyataan itu.