
Brakkk...
" Aw... Sorry Oma! ". Rilli tak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya yang sedang mencari buku resep dan belum jauh dari Grandma Ana. Hanya berbeda rak lorong saja.
Wanita itu tersenyum saat menatap wajah Rilli yang begitu polosnya menangkupkan kedua tangan kecilnya untuk meminta maaf padanya.
" Tidak papa sayang, Oma yang salah kok. Oma tidak lihat jalan dengan benar". Jawab Wanita paruh baya itu sembari terus mengulas senyumnya.
Rilli pun ikut mendongak untuk menatap wajah wanita paruh baya itu. Sejenak tatapan Rilli bertemu dengan mata sendu itu. Bahkan wanita itu menatap wajah Rilli seolah ia menatap wajah putrinya sendiri. Dimana sang putri masa kecilnya sangat mirip dengan wajah Rilli saat ini.
" Sayang, mana orang tua kamu? ". Tanya wanita itu mulai penasaran.
" Brilliant... sayang... ".
" Yah, Grandma ". Belum juga sempat Rilli menjawab, Mama Ana sudah memanggil cucunya kembali. Membuat Brilliant pun langsung pergi dari hadapan Wanita paruh baya itu.
" Sampai ketemu lagi Oma". Seru Rilli tersenyum dan masih sempat menoleh pada wanita paruh baya yang tadi sempat ia tabrak dengan tubuh kecilnya.
__ADS_1
Wanita itu terus menatap Rilli sampai tubuh anak itu hilang di balik rak buku di dalam store tersebut. Pikirannya tiba tiba memflasback kembali masa lalunya. Dimana saat sang putri nya masih seumuran anak tadi. Dan pada masa itu kehidupan rumah tangganya juga sedang di uji.
" Semoga apa yang aku takutkan selama ini jadi kenyataan ". Guman wanita paruh baya itu menipis semua pikiran negatif nya sendiri. "Dan semoga saja ini hanya kebetulan mirip, tidak ada sangkut pautnya dengan dia". Sambung wanita paruh baya itu terus menepis pemikiran yang ada.
" Bu, ap sudah dapat bukunya? ". Suara seorang wanita membuyarkan lamunan wanita paruh baya itu. Dan ia pun langsung menoleh.
" Ah, iya. tolong bayarkan ya!!. Ini uangnya". Wanita itu memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu pada wanita yang masih tampak lebih muda. Yang merupakan karyawan nya sendiri di toko. " Saya tunggu di luar". Sambungnya lagi sembari langsung melangkah keluar store buku.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di luar store dan sudah jauh dari tempat itu tadi. Mama Ana terus menarik tangan cucunya untuk segera menjauh dari store tersebut. Ia benar benar tidak menyangka jika apa yang di takutkan nya bisa terjadi.
" Nanti saja sayang beli bukunya!.Lain kali kita bisa kesini lagi ". Jawab Mama Ana sedikit gugup.
" Tapi Grandma... ".
" Brilliant sayang, nanti kita bisa minta tolong sama Papi kan buat beli bukunya. Grandma tahu itu buku limited edition. Grandma janji Rilli akan mendapatkan bukunya setelah Papi pulang ". Mama Ana terus membujuk cucunya agar tidak kembali lagi ke dalam store itu.
__ADS_1
Sudah cukup baginya, meskipun ini bukan pertemuan yang sengaja. Namun, Mama Ana takut jika apa yang ia takutkan akan terjadi juga. Ini adalah salah satu alasan Mama Ana tidak membiarkan Adel untuk ikut tinggal bersama suaminya di Jakarta. Dan bahkan Mama Ana lah yang membujuk Adel untuk terus menetap di Amerika bersama nya.
Dan sekarang karena tidak ingin rumah tangga sang putri hancur berantakan. Mama Ana harus terpaksa, membujuk Adel kembali untuk ikut bersama sang menantunya , Yang mana menantunya sendiri telah terpikat pada wanita lain. Yang sampai saat ini belum ia tahu wujud dan rupa Intan seperti apa.
" Semoga dia tidak menyadari nya. Jika Brilliant adalah... ".
" Mam... Darimana saja sih?. Adel laper nih. Bagaimana kalau kita cari makan dulu! ". Adel langsung menghampiri Mamanya dan putrinya. Membuat Mama Ana berhenti bergumam dengan pikiran mulai ketakutan akan suatu rahasia yang ia simpan rapat rapat selama ini.
Karena semua yang ia lakukan hanya untuk kebahagiaan Adel. Putri semata wayangnya, meskipun ia juga harus sedikit egois dan memanfaatkan keadaan saat itu. Demi sebuah ambisi karena tuntutan dari keluarga Brian.
" Kita langsung pulang saja del!. Lagian kita bisa cari restoran lain!. Jangan di disini! ". Jawab Mama Ana mulai gugup.
" Are you okey Mam? ".Tanya Adel merasa sedikit aneh akan sikap Mamanya. ".Rilli , Grandma kenapa?". Adel pun bertanya ulang pada putrinya.
Brilliant pun hanya mengangkat bahunya saja. Karena ia juga tidak paham Grandma nya kenapa. Belum lagi, gadis kecil itu sedikit kesal dengan Mama Ana.
" Mama hanya tidak suka makan di sini Del. Ayo kota cari restoran di luar saja!!! ". Mama Ana mulai mengelak agar Adel tidak semakin mencurigai nya.
__ADS_1
TBC