POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Berusaha Menerima Kenyataan


__ADS_3

Intan menatap punggung Brian yang telah masuk kedalam kamar mandinya. Sebenarnya Intan juga tak kuasa menahan diri nya. Hasratnya yang selama ini tertahan. Membuatnya ikut larut dalam kecupan Brian. Kalau ingin jujur, Intan juga tak mampu menahan hasratnya. Akan, tetapi kembali lagi dalam tekadnya.


Intan juga tidak tahu pasti, apa yang ia lakukan saat ini benar atau tidaknya. Namun, Intan sebagai seorang hamba yang lemah. Dan juga manusia biasanya yang tidak akan kuat menerima godaan. Apalagi godaan kenikmatan. Mungkin tidak akan konsisten sesuai harapannya. Jika saja Brian terus menempel padanya.


Helaan nafas berat dari Intan membuktikan jika dirinya juga tidak tahan akan gembuan hasrat tertahan ini. Intan berusaha untuk tetap menahan diri. Agar kesalahan demi kesalahan terus terulang kembali.


" Mama, harap kalian juga bisa mengerti posisi Mama sayang. Hidup Mama sudah banyak dengan dosa. Mama tidak ingin menambah dosa lagi. Dan Mama juga tahu kalian pasti sangat rindu dengan Papi kalian. Tapi, semoga kalian bisa bersabar sampai kalian melihat dunia sayang! ". Lirih Intan mengusap perutnya yang sudah bisa bergerak dan terlihat menyembul itu.

__ADS_1


Setelah hampir tiga puluh menit Brian berada di dalam kamar mandi. Untuk menuntaskan hasratnya yang sudah membuncah. Dengan Melampiaskan nya pada sabun mandi. Tak ada pilihan lain bagi Brian. Dan ia juga tidak mau mencari pelarian keluar sana. Yang ada hanya akan menambah masalah saja.


Ceklek...


Intan menoleh saat pintu kamar mandi kembali terbuka. Dan melihat Brian sudah segar kembali dengan rambut yang masih basah. Dada bidangnya terpampang nyata di hadapan Intan. Dimana dulu ia selalu memberikan cap tanda merah kebiruan nya disana.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul empat sore. Brian menghampiri istrinya yang masih duduk di ranjang nya. Brian pun memperlihatkan senyum smirk nya. Ia sama sekali tidak keberatan untuk menanggung hasratnya seorang diri. Asalkan ia tetap bisa melihat wajah wajah cantik para istrinya.

__ADS_1


Brian sebenarnya masih was was kalau Intan berada jauh darinya. Ia takut jika Intan sampai pergi kembali membawa anaknya. Namun, sampai saat ini mereka juga masih main kucing kucingan. Padahal mereka juga pasangan suami istri yang sah dalam agama.


Intan tersenyum dan menatap wajah suaminya dengan senyum dibibirny. " Mas, kita tunggu sampai baby lahir dulu ya!. Bukannya aku tidak mau ikut tinggal di Jakarta. Aku tahu mas pasti capek kan bolak balik Bandung Jakarta setiap bulan ny?. Kalau seandainya mas lelah aku gak papa Mas tanpa mas kunjungi setiap bulan. Aku juga tidak mau menambah kecurigaan mba Adel nantinya". Intan masih saja tetap memikirkan perasaan Adel. Meskipun ia juga sudah dihina dan dimaki oleh istri pertama suaminya itu.


Yang memang sebenarnya semua itu Adel lakukan hanya untuk mempertahankan rumah tangganya. Bahkan, Intan juga salut pada Adel. Wanita itu tidak menyerah begitu saja. Meskipun suaminya sudah ketahuan selingkuh dan menikah lagi. Mungkin jika hal itu terjadi pada Intan. Dan mungkin Intan tidak akan sekuat Adel.


" Aku janji sayang, akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Dan aku berharap kalian bisa saling menerima. Meskipun untuk adil mungkin aku tidak bisa sepenuhnya bersikap adil. Tapi, percayalah!. Aku akan berusaha untuk selalu mengimbangi kalian ".

__ADS_1


Intan pun hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum teduh. Meskipun ia tahu pasti suaminya akan banyak waktu dengan Adel. Tapi, sebagai istri kedua Intan akan berusaha untuk tetap sabar menjalani nya dengan ikhlas. Posisinya saat ini hanya selir yang kapan saja bisa terhempaskan dengan mudah. Karena ia juga tidak memiliki kekuatan hukum apapun. Hanya istri yang sah di mata agama. Hanya restu dan tanda tangan Adel lah yang bisa mengesahkan pernikahannya sah di mata hukum. Dan untuk itu mungkin tidak akan mungkin terjadi. Sebab, Adel belum apa apa saja, ia sudah menolak keras hubungan nya.


TBC


__ADS_2