
Acara pesta ulang tahun putri semata wayangnya berlangsung hikmat. Meskipun sedikit dadakan, tetapi pesta ulang tahun itu sudah seperti pesta besar saja. Kadang uang memang bisa melakukan apapun. Bahkan, hal yang tidak mungkin sekalipun bisa terwujud jika memiliki kuasa dan uang.
Hal ini terbukti pada acara pesta ulang tahun Rilli. Padahal, dalam waktu semalam saja. Semuanya bisa di handle dengan baik. Tapi, Brian tidak melihat sahabatnya datang. Padahal, Brian sudah menyuruh istrinya untuk mengundang semua teman sekolah Rilli. Dan juga menghubungi Jery serta istrinya.
" Sayang, Jery dan Velyn sudah kamu telpon kan?. Kenapa mereka belum kelihatan ? ". Brian bertanya pada Adel istrinya yang saat ini ada si sampingnya.
" Astaga Pi. Maaf!!. Aku lupa menghubungi mereka". Jawab Adel yang memang lupa untuk menelpon istri Jery. Dimana mereka adalah sahabat suaminya sendiri.
Brian mau marah tidak mungkin. Karena ia juga sampai tidak sempat menelpon Jery. Karena tadi juga sibuk mencari kado bersama Intan untuk putrinya. Dan setelah itu juga, Brian harus mengantarkan istrinya pulang. Dan Brian pun langsung pamit ke Jakarta. Itu pun Brian hampir saja terlambat karena terjebak macet.
" Maaf sayang, aku benar benar lupa". Ucap Adel lagi karena Brian nampak sedikit kecewa padanya. Mungkin karena Jery adalah sahabat Brian sejak SMA. Dan Jery juga yang sejak dulu menyemangati Brian saat ia hampir menyerah dalam hidupnya.
__ADS_1
Brian mengulas senyum smriknya. Dan mendekat kan dirinya pada Adel. " Tidak Papa sayang!. Nanti aku bisa jelaskan pada mereka, jika mereka marah padaku karena tak mengabarinya tentang pesta ulang tahun Rilli ". Brian hanya berusaha memahami karena ia juga salah.
" Aku merindukan mu sayang". Bisik Adel sembari tersenyum manis. Seolah ia memang sudah kembali siap untuk di sentuh oleh Brian.
Mendengar kode yang diberikan oleh Adel. Membuat Brian semakin tersenyum senang. Itu artinya ia tidak akan bersolo karir lagi. Karena Adel sudah mau memberikan hak nya kembali.
" Bagaimana kalau sekarang saja?. Aku rasa, tidak akan menghancurkan pesta Rilli". Jawab Brian yang tak mau menundanya lagi.
Keduanya pun langsung melangkah pergi. Meninggal kan taman belakang tempat pesta ulang tahun Rilli. Melihat anak dan mantunya pergi dan masuk kedalam rumah dengan bergandengan tangan mesra. Membuat Mama Ana tersenyum , Ia begitu lega jika pada akhirnya Adel berhenti mengeluh dan mulai memperbaiki keadaan.
Mama Ana menghampiri cucunya yang saat ini tengah mengobrol dengan teman temannya. Di sana juga tak hanya ada teman teman Rilli saja. Tapi juga, para orang tua dan juga guru Rilli.
__ADS_1
" Sayang, suruh teman teman kamu untuk menikmati hidangannya sana!!". Seru Grandma Ana pada cucunya.
" Oke Grandma". Rilli pun mulai mengajak para teman temannya menuju ke meja hidangan. Dengan berbagai macam olahan makanan mewah tentunya.
" Bu Ana, kalian asli orang Amerika kan? ". Tanya salah satu wali murid teman Rilli di sekolah.
" Ah, iya". Jawab Mama Ana santai
" Kalau Papi nya Rilli asli sana juga ya Bu? ". Anggukan kepala Mama Ana membuat para ibu ibu itu saling pandang dan tersenyum tipis.
" Tapi, kenapa Brilliant wajahnya seperti orang asia ya bu?. Matanya saja sipit begitu. Tidak ada yang mirip dengan kalian sama sekali". Celetuk seorang wali murid lagi. Dan hal itu juga dibenarkan oleh para wali murid yang lainnya.
__ADS_1
Mama Ana pun langsung menahan amarahnya. " Oh, Rilli memang tidak menuruni ciri khas Papi dan Maminya. Karena Grandpa nya berdarah campuran asia juga kok Bu. Mungkin dia lebih turun ke Grandpa nya". Sungguh alasan yang kadang tidak masuk akal. Namun, Mama Ana juga bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan ibu ibu julid seperti mereka ini.
Dan dengan ini adanya pesta ulang tahun Brilliant. Mama Ana merasa menyesal karena telah mengundang banyak tamu. Karena semakin lama Brilliant memang semakin berbeda. Bahkan Mama Ana yakin jika Brilliant dewasa nanti perbedaan itu akan sangat jelas terlihat.