POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Mengenang Masa Lalu


__ADS_3

Sepasang suami istri sedang duduk di sebuah bangku taman belakang rumahnya. Menikmati indahnya senja yang akan tenggelam pada sore hari ini. Suaminya tampak mengusap perut istrinya yang mulai membuncit.


" Papa titip Mama ya sayang!. Jaga Mama saat papa sedang tidak ada disini! ". Pria itu mengusap dan mencium perut buncit istrinya.


Usia kandungan istrinya sudah jalan tujuh bulan. Dan dua bulan sepuluh hari lagi mereka akan di karuniai seorang putri. Buah cinta mereka berdua, Dimana hubungan keduanya yang sempat kandas karena keluarga besar suaminya tidak pernah merestui mereka untuk bersama. Lantaran perihal perbedaan kasta.


" Apa mas akan pergi lama kali ini? ". Tanya istrinya dengan suara lembutnya. Kelembutan yang tak pernah pudar dari wanita itu. Sejak pertama kalinya ia mengenal istrinya.


Bahkan, saat telah di tinggalkan untuk pergi yang nyaris tak kembali. Wanita cantik itu masih tetap bisa menerima dan percaya akan semua perkataan nya. Kesetian yang ia miliki untuk tetap bertahan. Meskipun ia terhina dan terus di anggap sebagai lintah. Tak membuat hubungan keduanya kandas.


Hanya bermodalkan keyakinan dan kepercayaan. Kesuanya kini bisa menikah. Meskipun tanpa restu keluarga suaminya sendiri. Namun, pernikahan mereka tetap sah di mata hukum dan agama.


Tetapi sayangnya istrinya tidak tahu. Jika dirinya hanya sebagai istri kedua nya saja. Pria itu telah menikah jauh sebelum ia kembali ke kota ini. Bahkan, ia sudah memiliki seorang putri dari istri pertamanya. Namun, pria itu terus mengelak kalau anak itu bukanlah anaknya. Ia menikahinya karena suatu perjodohan dari kakeknya. Dan bahkan, wanita itu telah hamil dari pria lain. Dan sialnya ia tahu setelah satu minggu mereka menikah.


" Maafkan aku sayang!. Perusahaan ku di sana sedang ada masalah. Aku tidak bisa memastikan sampai kapan aku berada di Amerika nanti". Jawab sang suami menggenggam erat punggung tangan istrinya.

__ADS_1


Rasanya tidak rela untuk sekedar jauh dari istrinya. Apalagi ia sedang hamil besar seperti itu. Namun, untuk mengajaknya ikut ke Amerika. Itu lebih tidak mungkin lagi. Dimana, di sana pasti keluarga besarnya akan tahu jika dia telah menikahi wanita lain lagi dibelakang istri pertamanya.


Wanita itu tersenyum teduh dan mengecup bibir suaminya lembut. " Aku akan selalu menunggumu sayang. Pulang lah segera jika semua pekerjaan mu telah selesai!.Ingat dia akan lahir dua bulan lagi! ".


Sebagai seorang istri wanita itu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk suaminya. Meskipun ia tahu, jika sampai saat ini keluarga besar suaminya sangat membenci nya. Dan ia juga tahu kalau itu salah satu alasan ia tidak pernah di ajak untuk pulang ke Amerika.


" Aku mencintaimu sayang. Apapun yang terjadi nanti, aku harap kau tetap percaya padaku!!. Dan tidak akan pernah meninggalkan ku". Ucap pria itu pada istrinya.


Ia seperti sudah mendapatkan firasat tentang pernikahan nya ini. Dimana memang dia yang membuat semuanya kacau seperti ini. Niatnya pulang ke Amerika untuk menggugat cerai istri pertamanya. Dan setelah itu ia akan jujur dengan istri keduanya. Wanita yang sejak dulu ia cintai. Namun, saatnya perannya malah seperti orang ketiga. Yang ia sembunyikan di dalam sangkar emasnya sendiri.


" Ma... Mama ".


Intan yang sejak tadi mencari keberadaan mamanya. Rupanya sang Mama sedang asyik duduk di pinggir kolam renang sambil melamun.


" Mama sedang apa?. Udah malem loh Ma, masuk saja!!. Nanti Mama masuk angin". Intan menghampiri mamanya dan mengajak nya masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Jam juga telah menunjukkan pukul sembilan malam. Sehabis makan malam Mama Rena malah keluar dan memilih duduk di tepi kolam renang. Mengenang masa lalunya yang kelam.


Dimana ia di anggap seorang pelakor dan merusak rumah tangga orang lain. Padahal saat itu posisi nya tidak seperti yang orang orang tuduhkan. Ia hanya menerima pinangan kekasihnya, Cinta pertamanya yang telah lama pergi keluar Negeri bersama keluarga nya. Dan setelah ia kembali , Pria itu benar benar menepati janjinya untuk menikah dengannya. Meskipun ia pergi sudah lebih dari sepuluh tahun lamanya.


" Mama sedang melamunkan apa sih? ". Tanya Intan sambil menggandeng tangan Mama Rena, Melangkah masuk kedalam rumah.


" Tidak ada nak. Mama tidak sedang melamun kok". Jawaban Mama Rena membuat Intan semakin curiga saja. Karena akhir akhir ini Mamanya sering kedapatan melamun seorang diri.


" Mama tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari Intan kan? ". Tanyanya lagi.


" Nak, sudah malam. Lebih baik kamu istirahat ya!. Mama juga sudah ngantuk. Besok ada pesanan kue dengan jumlah banyak".


Intan hanya mengangguk kan kepalanya pelan. Saat lagi lagi Mama Rena mengindari pertanyaan nya. Dan Intan jadi ingat akan foto lama di dalam dompet Mamanya.


" Apa yang sebenarnya Mama sembunyikan dariku? ". Guman Intan bertanya tanya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2