
Embrio transfer adalah proses pemindahan embrio hasil dari sel telur yang sudah dibuahi oleh ****** yang dicampurkan dalam media tertentu dan diproses di dalam laboratorium khusus. Hal ini dilakukan ketika sulit terjadi pembuahan alami akibat masalah kesuburan. Embrio ditransfer adalah melalui proses bayi tabung.
Jika pada umumnya di lakukan oleh pasangan suami istri, Karena pada saat pengambilan sel telur Sang istri. Namun, Yang terjadi pada Brian adalah ia hanya menggunakan spermanya saja. Sedangkan sel telur yang di buahinya adalah milik orang lain. Dan lebih tak menyangka nya lagi, Jika sel telur itu adalah milik Intan. Istri keduanya saat ini.
Pria itu benar benar kalut saat ini. Hidupnya bagaikan di permainkan dengan ketidak jujuran. Bahkan, Ibu mertuanya sendiri adalah peran utama dalam drama kehidupan sampai saat ini.
" Brengsek... Shiiittt". Umpat Brian berkali kali. Bahkan ia pun sampai melemparkan vas bunga hingga pecah berhamburan di lantai marmer mahal itu.
Ceklek...
Pintu ruangan kerjanya terbuka. Membuat Brian langsung menatap kearah sana. Dimana sahabat malah menampilkan senyum meledeknya.
" Kalau loe kesini cuma ingin menertawakan gue, Mending loe pulang gih!! ". Ketus Brian mengusir Jery.
Jery malah memilih duduk dengan santainya di sofa empuk , Yang ada di dalam ruangan kerja sahabatnya itu. Malah pria itu sambil bersiul siul tak jelas. Membuat Brian makin kesal saja.
" Sudahlah man!!. Jalanin aja apa yang ada di hadapan loe sekarang!!. Toh para istri loe juga udah mau saling menerima kok, Yah meskipun mereka pasti ada rasa kecemburuan masing masing nantinya". Entahlah Jery sedang menasehati atau meledek sahabat saat ini.
__ADS_1
" Loe pikir mudah menjalani dua pernikahan seperti ini? ". Brian bangkit dari kursi kerjanya. Dan kini malah ikut menghampiri sahabat duduk di sofa. Tepat di samping Jery.
Kekehen Jery membuat Brian makin tak percaya. Di saat dia sedang pusing dan kebingungan menyikapi drama kehidupan nya sekarang. Jery malah tampak sedang puas menertawakan nya.
" Loe sendiri yang bikini hidup loe rumit man. Ngapain pake salahin orang lain juga?". Ledek Jery sambil menggeleng kan kepalanya.
Brian nyatanya masih tak sadar diri. Dengan apa yang telah ia perbuat selama ini. Hingga masalah silih berganti begini. Ia baru keteteran sendiri.
" Makanya kalau mau selingkuh itu, Jangan baperan!!. Think smart dong! ". Jery sepertinya sangat senang melihat sahabat mulai kalang kabut seperti itu.
Karena apa yang di katakan Jery adalah benar. Coba saja jika dulu ia tidak terlalu mempercayakan semua masalah rumah tangga nya. Pada mama mertuanya. Dan ia juga tidak mencoba bermain api saat istrinya sibuk dengan karirnya. Mungkin saat ini dia hanya di pusing kan akan identitas Brilliant saja.
Tapi, sekarang apa boleh buat?. Nasi telah menjadi bubur. Lambat laun juga Intan akan tahu siapa Rilli sebenarnya. Bahkan, Brian harus menyiapkan diri dan mentalnya akan semua masalah yang akan muncul silih berganti di kemudian hari.
Meskipun Jery terang terangan meledek Brian. Namun, Pria itu tetap menjadi sahabat yang baik untuk Brian. Ia tetap memberikan masukan dan juga nasehat nya. Meskipun ia belum pernah mengalami hal serumit Brian dalam rumah tangga nya. Namun, Jery juga pernah ada di posisi satu untuk dua orang. Dimana, Pria itu berjuang untuk membuka hatinya kembali untuk wanita lain. Ketika istri nya telah tiada. Wanita yang telah dititipkan untuknya dari mendiang istrinya sendiri.
Puas saling bertukar pikiran sama sama. Jery pun bangkit dari tempat duduknya. Karena jam di dinding juga telah menunjukkan pukul lima sore. Jery sengaja datang hanya untuk menghibur Brian. Karena dulu Brian juga melakukan hal yang sama. Ketika ia sedang ada masalah, Meskipun hiburan Brian membuat nya malah kembali mengalami seorang gadis.
__ADS_1
" Mau kemana loe? ". Tanya Brian saat Jery bangkit dari duduknya.
" Pulang kerumah lah. Emang mau kemana lagi?". Sahut Jery santai.
" Yang jelas gue mau pulang kagak pusing kayak elu. Karena gue cuma punya satu istri doang". Jery kembali meledek dan langsung melangkah keluar ruangan.
" Woy, Tungguin gue man!!! ". Teriak Brian sambil beranjak dan meraih jaket serta kunci mobilnya. Menyusul Jery yang sudah membuka pintu ruangan itu.
Jery menoleh saat Brian ikut mengejar langkah nya. Lalu pria itu tersenyum jahil.
" Mau pulang kerumah yang mana loe?. Istri muda atau istri tua? ". Ledek Jery kembali.
" Kadal loe Jer".
Tawa keduanya pecah saat masuk kedalam lift. Seperti tak ada beban. Padahal sampai rumah nanti Brian juga kembali pusing lagi.
TBC
__ADS_1