POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Mulai Menaruh Curiga


__ADS_3

Jakarta pukul 12.00 siang...


Ke esokan harinya di tempat yang berbeda saat ini. Mama Ana terlihat berdiri di depan jendela kamarnya. Menatap lurus kedepan sana. Dengan pandangan menerawang jauh.


" Maafkan Mama Del". Lagi lagi ia berguman penuh penyesalan. Namun, ia juga melakukan semua itu untuk kebahagiaan putrinya juga.


" Mama tidak tahu kamu akan membenci mama atau tidak setelah kamu tahu apa yang sebenarnya yang telah mama lakukan enam tahun yang lalu".


" Memang nya apa yang telah mama lakukan? ".


Deg...


Ana langsung menoleh kebelakang. Dan disana tepat di belakang nya. Adel tengah berdiri dengan dahi yang tertaut. Menatap bingung dengan semua gumam mamanya.


"'Adel, sejak kapan kamu di situ?. Sudah berapa kali saja mama bilang. Kalau mau masuk kekamar Mama ketuk dulu pintunya! ". Mama Ana antara kaget dan gugup saat tiba tiba melihat adel ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Bahkan, ia juga tidak mendengar Adel membuka pintu kamarnya. Mungkin karena asyik melamunkan masa lalunya. Sampai sampai tak mendengar suara pintu yang dibuka oleh putrinya sendiri.


" Jawab Adel Ma!!. Apa yang telah mama lakukan di masa lalu? ". Tanya Adel mulai penasaran. ". Apa ada sangkut pautnya dengan Adel juga? ". Sambung Adel mulai serius.


" Tidak ada apa apa. Mama tidak melakukan apapun. Jangan ngaco kamu del! ". Mama Ana masih saja tetap membantah. Membuat Adel tersenyum sinis.


Adel berbalik badan dan langsung mendaratkan bokongnya di atas kasur empuk ranjang tidur mamanya. Kini wanita itu terlihat lesu dan seperti sedang menyimpan sesuatu masalah. Mama Ana mulai mendekati putrinya. Dan menatapnya dengan seribu pertanyaan di dalam otaknya.


" Ada apa? ". Tanya Mama Ana lirih. Ia sangat paham betul akan gelagat Adel jika sudah seperti ini.


" Kenapa Mama tidak bilang jika rahim Adel udah di angkat ? ".


Mama Ana sangat terkejut. Dan apa yang telah ia takutkan akhirnya kini mulai terbuka satu persatu.


" Sejak kapan ma?. Kenapa Adel dan Brian tidak tahu?. Apa yang akan Adel katakan pada Brian nantinya?. Karena Brian juga sudah setuju untuk memiliki anak lagi ". Adel mengguncang lengan tangan Mamanya. Untuk meminta penjelasan dari sang Mama.

__ADS_1


Karena Adel yakin, jika semua ini hanya Mamanya yang tahu. Sebab, Adel ingat betul bagaimana Mama yang sangat khawatir saat ia akan melahirkan Rilli dulu. Ketika itu Brian sedang berada di luar kota. Dan Brian kembali setalah putrinya Rilli lahir dan itu pun Adel harus melakukan operasi cesar saat lahiran.


" Salah kamu sendiri gak hati hati!. Kalau saja kamu gak jatuh dari tangga. Mungkin kamu masih bisa lahiran dengan normal. Karena rahim kamu robek dan dengan terpaksa Mama setuju jika rahim kamu harus di angkat. Beruntung Rilli masih bisa di selamat kan".


" Kenapa Mama gak bilang dari awal sama Adel. Bukankah waktu itu Mama bilang semuanya baik baik saja?. Lalu Adel harus bilang apa dengan Brian Ma? ".


Adel tampak kesal dengan Mamanya. Yang selalu saja mengambil keputusan sepihak. Tanpa ingin melakukan perundingan terlebih dahulu. Padahal, Adel sangat berharap jika dia bisa kembali hamil lagi. Dan saat itulah Adel akan berusaha merebut semua perhatian Brian. Agar tidak fokus dengan istri keduanya. Tapi, sekarang harapan Adel pupus sudah. Bahkan ia juga merasa percuma memakai KB selama ini. Kalau kenyataannya dia memang sudah tidak bisa hamil lagi.


" Tapi, Rilli benar benar anak Adel dan Brian kan Ma?. Atau jangan jangan Mama ikutan menukar bayi Adel juga? ".


" Adel... ". Mama Ana langsung menatap tajam putrinya. Yang menurutnya asal bicara saja.


" Kamu pikir mama ini apa?. Rilli anak kamu dan Brian dan selamanya akan seperti itu. Rilli juga cucu Mama. Paham kamu! ". Sentak Mama Ana kesal dan langsung pergi keluar kamar meninggalkan Adel sendiri di dalam kamarnya.


" Apa aku harus lakukan tes DNA juga dengan Brilliant? ". Batin Adel yang mulai mencurigai Mamanya. Karena saat ia dari rumah sakit tadi. Setelah mengetahui kebohongan mamanya. Adel malah ikut curiga tentang Rilli yang tidak ada mirip miripnya dengan dirinya.

__ADS_1


Memang Rilli ada kemiripannya dengan Papinya. Meskipun tak banyak. Namun, dari diri nya sama sekali tidak ada. Bahkan dari makanan saja. Sangat jauh berbeda.


" Aku harus cari tahu sendiri ". Guman Adel yang ikut bangkit dari ranjang mama nya akan keluar dari dalam kamar Mama Ana.


__ADS_2