
Benar saja selang beberapa menit. Kini keduanya telah saling sesap dan saling bertukar salivanya masing masing. Bahkan, Kini keduanya sudah berada di atas ranjang. Dengan semua benang yang telah mereka tanggalkan masing masing.
Bahkan mereka juga telah menyatukan jagung manis itu dengan wadah yang semestinya masuk. Hanya ada lenguhan dan juga suara merdu . Yang keluar tertahan dari mulut mungil Intan. Brian juga masih sempat memainkan bukit sintal istrinya. Dengan sapuan benda tak bertulang nya. Membasahinya dengan gerakan pelan dan juga menggelikan. Namun, Sayangnya itu juga begitu sangat nikmat batin Intan.
"Akh... ".
Intan kembali melenguh dan menjerit nikmat. Kala sang jagung super itu menusuk nusuk di dalam sana. Menciptakan rasa yang sulit ia jabarkan. Saking nikmat dan juga gelinya.
" Menjerit lah sayang!. Terus! ".
Brian mulai meracau dan semakin menaikan temponya. Semakin lama semakin cepat. Hingga membuat Intan juga semakin menggila. Namun, Ketika mereka ingat ada janin yang tetap harus dijaga. Membuat Brian mulai menurunkan temponya. Tetapi, Tetap saja begitu menusuk di dalam sana.
__ADS_1
Permainan dan pergulatan itu usai. Setelah keduanya sama sama terpuaskan. Dan Intan pun hanya bisa bernafas dengan tersengat sengal saja. Brian menoleh ketika ia sudah terlentang di samping istrinya. Dan kemudian bangkit, Untuk membenarkan posisi Intan dengan benar.
"Kau semakin berat saja sayang". Goda Brian sambil terkekeh.
" Bukankah yang memompanya kamu sendiri mas". Balas Intan sekenanya. Membuat Brian semakin terkekeh saja. Dan mulai menarik selimut untuk istrinya. Mengecup kening dan juga bibir itu secara bergantian.
"Dia tumbuh dengan baik di dalam sini sayang". Tangan Brian terulur untuk mengusap perut Intan. Dan perut Intan juga kembali bergerak ketika usapan pelan telapak tangan lebar, Papinya menyentuh dinding kulit perut Intan.
" Wah, Boy. Jangan menyusahkan mama terus ya!. Ingat kamu itu anak laki laki!. Dan jangan jadi pengecut seperti Papi, Jika kelak kau sudah lahir dan telah dewasa juga". Lirih Brian pelan.
Intan memberikan nasehat untuk sanga suami. Tanpa Intan ketahui jika Brian. Bilang seperti itu, Hanya karena sampai saat ini. Ia belum bisa mengungkapkan kebenarannya tentang Rilli. Pada istrinya itu. Dan kalau untuk urusan Adel. Brian pun telah mengambil keputusan. Meskipun ini juga membuat dirinya terluka. Karena ia juga tidak bisa selalu menekankan kemauannya sendiri. Hanya karena ia egois untuk memiliki keduanya.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang!!! ". Lirih Brian pelan.
" Tidak ada yang perlu di maafkan sayang. Berhentilah menyalahkan diri sendiri!. Karena semua ini real kesalahan kita berdua ".
Intan menelusup kan kepala nya kedalam dada suaminya. Dan Brian pun ikut melingkar kan tangannya. Pada pinggang istrinya. Dimana perut Intan semakin mengembang saja setiap harinya.
" Pakai dulu bajunya!!. Nanti kamu masuk angin sayang! ". Brian berucap sambil mengusap pelan pucuk kepala Intan.
" Aku bahkan sudah terbiasa lebih dari ini mas. Jadi, Jangan khawatir! ".
Brian hanya bisa terkekeh geli. Karena semua ulahnya yang penuh dosa. Telah mereka lalui bersama dulu. Bahkan, Mereka juga seperti para manusia yang lupa akan Tuhan. Menyesal itu memang selalu belakangan. Tetapi, Saat ini Brian jauh lebih merasa bersalah pada Intan. Karena dulu ia juga membuat kehidupan ini menjadi rumit. Dengan membuahi sel telur Intan. Yang di tanam kan kedalam rahim Adel.
__ADS_1
"Tidurlah sayang!!. Sebelum aku kembali melahabmu lagi".
TBC