
" Bodoh kamu Adel". Bentak Mama Ana yang masuk kedalam kamar putrinya tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Adel yang masih menatap taman bunga yang ada di bawah sana. Lewat balkon kamar nya kini langsung menoleh. Dan melihat Mamanya yang terlihat sedang menahan amarahnya.
" Adel hanya ingin mencoba melakukan yang terbaik saja Ma". Ucap Adel yang sudah bisa menebak kearah mana pembicaraan Mamanya ini.
Adel juga yakin, Jika Mamanya pasti akan sangat marah besar padanya. Karena dia telah mengambil keputusan sepihak. Dan kini sedang mencoba menjalani nya dengan kekuatan hati. Dimana kekuatan itu tidak tahu mesti sampai kapan akan bertahan.
" Kau pikir mudah menjalani itu?. Adel seharusnya kau itu mengikuti saran mama!. Bukan malah menganbil keputusan konyol seperti ini". Sentak Mama Ana lagi saking geramnya.
" Tolong ma, Hargailah keputusan Adel ini!!. Karena Adel tahu apa yang akan Adel lakukan kedepannya nanti". Wanita itu begitu santainya saat berucap. Membuat Mamanya mulai menaruh curiga pada putrinya saat ini.
" Apa yang sedang kau rencakan Adel? ".Tanya Mama Ana mulai menebak.
Adel membalikkan tubuhnya. Dan kini menatap wajah Mamanya. Dahi Mama Ana tertaut ketika melihat senyum putrinya.
" Yang jelas Adel tidak akan mengulangi kebodohan yang telah Mama lakukan dimasa lalu". Adel menepuk pelan bahu Mamanya. Dan langsung melangkah menuju arah ruangan walk in Closet.
🌿🌿🌿🌿🌿
__ADS_1
Sedangkan di dalam rumah mewah yang lainnya juga. Saat ini Intan dan Brian buka puasa juga, Dimana Brian selalu saja rakus saat bermain bersama Intan.
Des*ahan dan juga lenguhan manjah Intan. Yang sudah lama tak Brian dengar. Saat ini mulai mendayu dayu di Indera pendengaran nya Brian.
" Akh... ".
" Oh good sayang".
Brian dan Intan meracau nikmat. Dengan posisi Intan berada di atas tubuh suaminya. Membuat Brian bisa memainkan si kembar yang menggantung dan menganggur itu.
" Wow... Come on Sayang!! _.
Yang jelas inilah nikmat nya surga dunia. Membawanya terbang sampai ke puncak nirwana. Hingga keringat dan peluh pagi ini menjadi satu dalam balutan kenikmatan.
Melihat istrinya yang mulai kelelahan, Brian pun langsung membalik keadaan. Dimana sekarang dialah sang pemimpin permainan nya.
" Akh... Uuhhh".
Lagi lagi Intan melenguh ketika si jagung berbiji itu. Kembali menusuk si donat lumernya. Sensasi sesak, geli dan nikmat menjadi satu. Namun sayangnya itu semua bikin nagih, Lagi... lagi... dan Lagi...
__ADS_1
" I love you Intan... ".
" Ouwhhh... Shiitttttt... ".
Erangan panjang di sertai nama istrinya. Membuktikan jika Brian telah selesai mencapai puncaknya. Menyemburkan kembali benih kehidupan. Membuat kecambahnya kembali subur di dalam sana. Karena ia siram dengan lahar penguat kandungan istrinya.
Nafas Intan dan Brian terengah engah.Brian pun langsung mengecup bibir istrinya. Membuat Intan tersenyum malu. Ia tak bisa lagi menahan dirinya pagi ini. Mimpinya semalam membuat Intan menjadi horny sendiri.
" Apa kamu nyaman sayang? ". Tanya Brian menatap penuh puja pada wajah cantik istrinya.
Intan pun hanya menganggukan kepalanya saja. Membuat Brian gemas sendiri. " It's okay sayang, Aku tidak akan menyalahkanmu dengan apa yang terjadi barusan". Brian kembali memeluk tubuh istrinya. Meskipun pelukan nya terhalang oleh perut buncit Intan saat ini.
" Aku kalah mas". Lirih Intan sedikit menyesal.
" Hsssstttt... Itu normal sayang. Dan itu juga wajar. Mari kita perbaiki sama sama kesalahan ini!!. Aku juga tidak akan memaksa mu untuk selalu memberikan hak ku sayang".
Intan makin menduselkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Dan menghirup bau tubuh Brian yang telah terkontaminasi oleh keringat dan peluh. Bagi Intan bau tubuh suaminya adalah aroma terenak saat ini.
TBC
__ADS_1