POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Teman Lama


__ADS_3

Intan menatap wajah suami nya dengan sedikit bingung, Sejak keluar dari rumah utama. Brian terlihat sedikit berbeda. Pria itu malah lebih banyak diam dengan pemikiran nya sendiri. Entah apa yang membuat Brian menjadi seperti itu. Padahal saat ia bilang ingin pamit dengan kakeknya. Intan masih melihat Brian seperti biasa. Tapi, Setelah ia keluar wajah Brian langsung berubah. Bahkan, Brian mengabaikan mertuanya yang terus memanggilnya.


Intan menggeser tubuhnya ke arah kiri, Sehingga ia bisa lebih dekat dengan suaminya. Menyandarkan kepalanya oada bahu Brian. Membuat pria itu langsung melirik kelakuan Intan saat ini.


" Apa posisi jok mobilnya kurang nyaman sayang? ". Brian baru membuka mulut untuk bicara pada istrinya. Sejak tadi pria hanya diam dan tak berniat untuk membuka obrolan.


Intan pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Ia tak berniat juga untuk bertanya. Karena takut jika suaminya akan terganggu dengan pertanyaan, atau mungkin ia akan salah bicara nantinya.


" Aku hanya ingin seperti ini". Jawab Intan sedikit berbohong. Wanita itu pun mendongakkan kepalanya. Agar bisa menatap wajah tampan suaminya. Suami Adel juga.


Brian pun hanya menarik sudut bibirnya. Membentuk sebuah senyuman tipis. Tangan kirinya terulur untuk mengusap pelan pucuk kepala istrinya. Ada rasa yang sedang Brian sembunyikan saat ini. Dan pria itu pun tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi dalam hidup nya saat ini.


Sebagai seorang pria yang pernah membuat luka di hati istrinya. Brian tak akan mengulang kesalahan yang sama lagi. Meskipun apa yang telah terjadi di masa lalunya. Yang berawal dari sebuah kebohongan dan kecurangan ibu mertuanya. Namun, Brian tidak akan ikut menyalahkan orang lain saat ini.


" Aku mencintaimu sayang, Sungguh". Lirih Brian tiba tiba.

__ADS_1


" Aku sudah tahu mas". Sahut Intan sedikit meledek suaminya.


Jawaban Intan membuat Brian hanya terkekeh saja. Dan ia pun kembali mengusap pucuk kepala istrinya. Mengecupnya sekilas sambil fokus pada jalan raya dan setir mobilnya.


" Mau jalan jalan sebentar sayang?? ". Tawar Brian pada istrinya.


Anggukan kepala Intan membuat Brian tersenyum. Wanita yang ada disamping nya saat ini. Memang selalu membuat nya nyaman dan tenang. Tak lepas dari apa yang ia rasakan saat ini. Brian hanya ingin rumah tangga nya bersama dua istrinya tetap terjaga dan terjalin. Tanpa adanya masalah lagi.


Meskipun ia tahu apa yang telah terjadi selama ini. Tentang kebohongan ibu mertuanya. Yang menipu keluarga nya sendiri. Hanya untuk membalaskan dendam pribadinya pada orang telah menyakiti hatinya.


Intan membenarkan posisi duduknya. Dan kini malah menatap wajah tampan pria yang ada disamping nya saat ini. Dimana pria itu adalah suaminya sendiri.


" Apa kau mau berjanji padaku sayang? ". Tanya Brian sambil melirik istrinya dengan ekor matanya.


" I'm promise papi". Jawab Intan sambil terkekeh.

__ADS_1


Brian pun kembali mengulas senyum nya. Meskipun hatinya sedang di liputi kebimbangan saat ini. Dimana suatu kenyataan yang membuat hatinya sedikit goyah. Tetapi, Pria itu berusaha untuk tetap bersikap adil. Walaupun nantinya keadilannnya tidak bisa sepenuhnya ia jalankan. Karena ia sebagai pria hanya bisa berusaha mengimbangi satu sama lainnya. Dan berusaha membagi waktunya secara terang terangan.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi malah tiba di kawasan perumahan elit. Yang tak di ketahui oleh Intan. Suaminya akan membawa nya kemana saat ini.


" Mas, Kita mau kemana??? ".


Tanya Intan mulai penasaran. Bahkan, Wanita itu tampak mengedarkan pandangannya. Melihat suasana perumahan di setiap jalan yang mereka lewati. Hingga mobilnya berhenti tepat di sebuah gapura tinggi menjulang. Dengan tembok menjulang, Serta pintu gerbang besar.


Tampak di dalam sana sebuah rumah mewah dua lantai. Yang didominasi oleh cat warna abu abu. Halaman rumah yang begitu luas. Dan tampak begitu asri karena banyak pohon hias dan juga taman bunga di samping rumah.


Senyum Intan terbit ketika ia melihat seorang wanita sedang menggendong bayi di depan teras sana.


" Velyn". Guman Intan begitu sadar siapa pemilik rumah mewah itu.


" Sayang, Kita mau kerumah Velyn? ". Tanya Intan dengan wajah riangnya.

__ADS_1


Brian pun hanya tersenyum saja. Lalu tak lama pintu gerbang pun terbuka lebar. Mempersilahkan tamu majikannya untuk masuk kedalam sana.


__ADS_2