
Pagi menjelang suara kicauan burung di luar dengan di lengkapi oleh cahaya mentari pagi, mulai menelisik lewat sapuan angin tirai jendela yang mulai mengusik tidur seorang wanita cantik di atas ranjang empuk , Di dalam sebuah kamar mewah nan megah.
Mata sayu sisa mabuk semalam , Terlihat mulai mengerjap. Berusaha membuang rasa kantuknya. Dan juga sambil memegangi kepalanya. Yang masih terasa sangat pusing.
"Ma, Tolong tutup tirainya! ". Lirih wanita itu masih belum sadar. Jika dirinya bukan berada di dalam kamarnya sendiri. Melainkan di kamar seorang pria yang tidak ia kenal sama sekali.
Karena merasa tak ada yang berubah, Ataupun seseorang mendengar keluhannya. Ia mulai membuka matanya dengan sepenuh nya. Lalu mengedarkan pandangannya. Mencari keberadaan asistennya ataupun mama nya. Yang setiap pagi memang selalu menatapnya. Saat ketika ia enggan untuk membuka matanya.
Namun, Pagi ini bagi nya tampak begitu aneh. Tak hanya akan suasana yang begitu terasa sunyi. Tapi, Juga keadaan kamar yang begitu tampak asing di matanya.
"Dimana aku? ". Gumannya pelan. Sambil terus memperhatikan keadaan ruangan kamar nan luas itu.
__ADS_1
Ia berusaha bangkit dari ranjangnya.Dan menyibak selimut nya. " Ah... Apa yang terjadi padaku? ". Ia begitu sangat terkejut ketika melihat dirinya sudah tak memakai sehelai benang pun lagi.
" Dimana aku? ". Tanyanya pada diri sendiri. Dan langsung bangkit, Sambil menggulung selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos.
Bahkan ia juga tak menemukan bajunya. Yang ia pakai semalam di sana. Ya wanita itu adalah Adel. Sungguh ia tidak mengingat hal apapun lagi tentang semalam. Dan otaknya pun tak bisa mencerna. Dengan apa yang telah terjadi dengannya. Sehingga ia bisa berakhir berada di dalam kamar orang lain begini.
Adel kembali mengitari ruangan, Untuk menemukan siapa pemilik kamar mewah ini. Namun, Tak ada satu foto pun disana. Meskipun kamarnya sangat mewah dan luas. Tetapi, Entah kenapa Adel merasa sedikit takut berada di tempat itu.
Di hisapnya puntung rokoknya yang mana. Asap rokok tersebut sudah mengepul ke udara. Dengan di temani secangkir kopi hangatnya. Kedua bola mata tajam itu. Terus memperhatikan sosok wanita di dalam kamar pribadinya.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Masuk!! ". Ucapnya masih dengan fokusnya pada layar laptopnya. Ketika pintu ruangan kerjanya di ketuk dari arah luar.
"Tuan memanggil saya? ". Tanya seorang wanita cantik dengan tinggi tubuh proporsional. Yang merupakan sekretaris nya dan juga orang kepercayaan nya selama ini. Dan kebetulan wanita itu juga tinggal satu atap dengannya. Di dalam bangunan mewah tersebut.
"Siapkan baju ganti untuknya!. Dan suruh dia untuk sarapan setelah selesai!! ". Titahnya pada sang sekretaris nya.
" Baik tuan". Hanya itu yang dapat wanita tersebut katakan. Meskipun ia tampak tidak menyukai wanita yang dibawa oleh tuannya semalam.
Wanita itu terlihat iri dan membenci Adel. Sejak tuannya menyuruhnya untuk mencari informasi tentang Adel. Karena diam diam selama ini sang sekretaris itu menaruh hati pada tuannya sendiri. Padahal, Dia sangat tahu. Jika tuannya adalah pria brengsek dan juga tidak akan pernah mau berkomitmen dalam satu hubungan.
"Sial". Umpat sang sekretaris sambil melangkah pergi dari dalam ruangan tuannya.
__ADS_1
Ia tak menyangka, Jika Tuannya masih bisa perduli dengan seseorang. Terlebih itu adalah seorang wanita. Padahal mereka juga tak saling kenal sama sekali sebelum nya. Dsn hal itu membuat dirinya merasa ada saingan untuk mendapatkan hati bosnya.