
Brian menyandarakan kepalanya di jok mobilnya. sembari memijat pelipisnya yang terasa pening. Nyatanya berbicara baik baik dengan Adel. Hanya menambah beban pikiran nya saja. Dan bahkan Brian tidak menyangka jika Adel sebenarnya sudah tahu hubungan nya dengan Intan.
Adel diam selama ini karena Adel berpikir jika Intan hanyalah mainan nya saja. Dan tak pernah Adel bayangkan sedikitpun jika Brian akan menikahi Intan secara diam diam di belakangnya.
Brian tak bisa lagi mencegah Adel untuk tetap pergi. Wanita itu begitu keras kepala, bahkan Adel bilang ingin menggugat cerai Brian setelah ia tiba di Amerika. Saat ini pikiran Brian semakin kacau.Ia juga belum mau naik ke Apartemen nya. Padahal sudah hampir satu jam Brian di dalam mobilnya. Yang ia parkirkan di basement Apartment mewah itu.
Lelah berpikir sendiri akhirnya Brian memutuskan untuk turun. Karena ia juga baru mengingat jika Intan pasti sudah menunggunya. Bahkan Intan juga belum makan. Apalagi kondisinya sedang hamil muda.
Ketika Brian masuk kedalam Apartemen nya. Keadaan Apartemen sangat sepi, Bahkan semua lampu belum ada yang menyala. Padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam.
" Intan... ". Brian bergumam sendiri. Dan melangkah lebar menuju kamar mereka. Namun, setelah ia menghidupkan lampu kamar. Keadaan kamar sangat rapi, padahal tadi saat tinggal Intan sedang berbaring di ranjangnya itu.
__ADS_1
Brian pun langsung menuju ruangan walk in Closet. Membuka semua lemari pakaian nya. Dan benar saja dugaannya. Intan pun telah pergi, separuh pakaian Intan sudah tidak ada di lemarinya.
" Shiiittt". Upat Brian kacau bahkan Brian menjambak rambutnya sendiri. Brian langsung lemah dan terduduk di lantai ruangan itu.
Pikirannya semakin kacau dan kalut. Ia tahu Intan bukan orang bodoh. Dan Brian juga sadar jika Adel bukan orang yang gampang ia bohongi. Brian memang sudah menaruh curiga saat Intan pulang dari dinasny. Bahkan, Tadi Brian juga sempat mengecek ke perusahaan tempat maskapai penerbangan nya. Dan benar dugaannya, jika Intan telah resign.
" Arggghhh... " . Brian membenturkan kepalanya di pintu lemari pakaian nya. Hidupnya kacau akan ulahnya sendiri. Dua wanita yang sama sama ia Cintai kini malah sama sama pergi dari hidupnya.
Brian merogoh ponselnya untuk menghubungi nomor Intan. Namun, ponsel Intan pun tak bisa di hubungi. Brian semakin panik, keadaan Intan sangat lemah sejak beberapa hari yang lalu.
Brakkkk...
__ADS_1
Brian menendang lemari tersebut hingga pintunya oleng. Belum juga masalah nya dengan Adel selesai. Intan malah sudah pergi dari hidupnya. Tak ingin kehilangan wanitanya , Apalagi ada anak yang ada di dalam rahim Intan. Brian pun segera keluar dari kamar itu. Namun, saat ia melirik keatas nakas. Brian menemukan note kecil disana yang di letakkan di bawah pulpen.
Note: Maafkan aku mas!!. Mungkin ini yang terbaik untuk kita berdua, Terimakasih karena telah bertanggung jawab atas anak ini. Sekarang bangunlah kembali rumah tangga Mas dengan mba Adel!. Sudah cukup aku menjadi benalu selama ini. Aku tidak ingin terlalu lama menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga kalian lagi. Semoga mas dan Mba Adel selalu bahagia. Jaga kesehatan!!. Jangan cari aku lagi mas!. Penuhi tanggung jawabmu sebagai seorang suami yang baik!. Setialah dengan satu pasangan!!. Aku ikhlas jika aku harus mengalah, karena mba Adel dan anak mas jauh lebih membutuhkan mas ketimbang aku dan baby.
Jangan khawatir kan aku dan baby!. Aku janji akan merawatnya dengan baik, dan jika dia sudah besar nanti dia akan mencari Papinya sendiri. Aku mohon jangan sia siakan cinta mba Adel Mas! ".
I LOVE YOU INTAN.
Brian langsung meremas surat itu. Dan kini ia kembali terduduk di lantai dengan mata yang berkaca kaca. Tak pernah Brian bayangkan jika Intan akan pergi dengan cara seperti ini. Wanita itu benar benar bisa menyembunyikan kesedihan nya.
Brian sadar mungkin selama ini Intan sudah ingin pergi darinya. Namun, kehadiran baby di dalam rahimnya. Membuat Intan berplikir ulang untuk niatnya itu. Brian yakin jika Intan tidak akan mungkin kembali ke Bandung. Wanita itu terlalu mandiri, jadi sudah pasti Intan tidak akan merepotkan Mamanya.
__ADS_1
Brian kembali menyambar kunci mobilnya. Dan keluar Apartemen. Ia akan mencari keberadaan Intan. Hatinya tidak akan tenang dalam keadaan begini. Masalah Adel akan Brian urus nanti. Karena Brian tahu Adel tidak akan gegabah mengambil keputusan.
TBC