
Adel benar benar tidak bisa menutupi kesedihan nya lagi. Sejak tadi air matanya terus saja mengalir. Ia tidak menyangka jika rumah tangga nya saat ini telah berada di ujung tanduk. Brian sebagai suaminya tidak bisa memilih antara dirinya ataupun Intan.
Brian tetap kekeh mempertahankan keduanya. Dengan alasan anak. Ya, bahkan Adel saja tidak menyangka jika Brian bisa menanamkan benihnya pada gadis bernama Intan. Sedangkan keduanya belum ada ikatan pernikahan.
Adel memutuskan untuk tetap berada di Jakarta dalam sampai hatinya benar benar tenang. Tidak mungkin ia ke Bandara dalam kondisi seperti ini. Wanita itu tidak ingin ada paparazi mengetahui kesedihannya . Dan bisa bisa namanya akan muncul di layar televisi nantinya.
Wanita itu memilih untuk tinggal di hotel dan untuk sementara waktu ia pun menutup akses apapun bagi Brian. Pikirannya dan hatinya benar benar kacau saat ini. Ia tidak bisa meninggal kan Brian begitu saja. Namun, ia jauh lebih tidak sudi lagi jika harus berbagi suami dengan wanita lain.
Adel tersenyum miris akan nasib hidupnya. " Apa yang harus aku lakukan sekarang? ". Lirih Adel sembari terus meneteskan air matanya.
Wanita itu begitu mencintai suaminya, hingga ia berpikir ulang untuk menuntut Brian ke pengadilan. Hatinya sudah dimiliki oleh Brian seutuhnya. Tapi, disisi lain ia juga kecewa dengan apa yang sudah Brian lakukan di belakang nya.
__ADS_1
" ***-*** sialan. Brengsek kau". Maki Adel dengan melempar botol minuman nya hingga terdengar suara pecahan dari botol beling wine nya.
Wanita itu benar benar tidak bisa jauh dari minuman alkoholnya. Terbiasa hidup di luar dan penuh kebebasan membuat Adel. Melupakan jati dirinya sendiri. Adel masih tetap tidak mau untuk meninggalkan pekerjaan nya. Tapi, ia juga tidak mau untuk menerima Intan sebagai madunya.
Jika dibilang Adel kecewa. Ya jelas dia sangat kecewa bahkan sangat sakit hati sekarang ini. Pria yang berstatus suaminya itu. Dimana pria tersebut adalah pria yang sangat ia cintai. Tega menduakan dan sampai menikah diam diam di belakangnya.
" Ya aku harus melakukan sesuatu". Gumannya sembari mencari ponselnya yang satunya lagi.
🌿🌿🌿🌿🌿
Brian terus berusaha mencari keberadaan Intan. Bahkan ia juga telah meminta nomor ponsel para teman teman Intan sebelum nya. Ia sampai harus rela ke Bandara. Untuk memastikan Intan tidak kabur keluar Negeri.
__ADS_1
" Intan, aku mohon kembalilah!! ". Batin Brian prustasi. Tubuhnya sibuk mencari keberadaan Intan. Tapi pikirannya juga sibuk memikirkan Adel istrinya.
Bahkan dalam penerbangan menuju Amerika. Tidak ada nama Adel disana. Itu artinya Adel tidak jadi untuk terbang ke Negara nya. Bahkan nomor ponsel Adel juga tidak bisa di hubungi oleh Brian. Sama hal nya dengan IntanIntan juga.
Langkah Brian semakin gontai menuju ke mobilnya. Pikiran nya begitu kalut akan semua masalah yang ia ciptakan sendiri. Dua wanita yang sama sama ia cintai, kini malah memilih pergi dari hidup nya.
kepalanya serasa mau pecah saja. Karena ke egoisan dirinya sendiri. Tidak bisa menentukan pilihan dan ingin menguasai keduanya. Sekarang ia malah dibiarkan dalam kesendirian.
" Arrggghhht... ".
Brian memukul setir mobilnya kasar. Bahkan ia mengantuk ngantukkan kepalanya juga di sana. Bukan apa apa, Brian mencari Intan karena posisi Intan sedang hamil muda. Keadaan nya saja sangat lemah. Ia takut terjadi sesuatu hal buruk dengan janjin nya. Sedangkan Adel, Brian sangat tahu wanita itu tidak akan mengambil langkah buruk. Adel pasti akan memikirkan kembali ucapannya saat ia sudah tenang.
__ADS_1
Yang tidak bisa Brian tebak adalah cara berpikir Intan. Wanita itu terlalu bisa menyembunyikan keadaan nya. Ia mampu bersikap santai dan tenang, Namun ternyata ia sangat rapuh selama ini.