
Beberapa hari kemudian,Kala Adel sedang di landa kekalutan. Dengan rasa bersalah nya pada Brian. Yang masih berstatus suami untuknya. Bahkan, Kini Brian mau tak mau telah menandatangani. Surat gugutan cerai yang telah Adel kirimkan untuknya.
Kini Adel dan Brian telah sah bercerai. Status keduanya sudah berubah sekarang jadi mantan suami dan istri. Meskipun Ana masih tetap kekeh dengan pendirian nya. Untuk melarang Adel bercerai dengan Brian. Di lain sisi, Ana pun tak bisa berkutik lagi. Ketika semua kedoknya sudah berada di tangan orang yang lebih licik darinya.
"Mama, Rilli boleh main keluar tidak? ". Gadis kecil itu kini sudah mulai terbiasa memanggil Intan dengan panggilan mama.
"Boleh sayang, Tapi harus di temani sama mbak dede ya! ".
Intan tersenyum teduh sambil mengelus pelan rambut panjang Rilli. Saat ini jam menunjukkan pukul dua siang. Brian suaminya masih berada di kantor. Jika jam segini, Dan setiap harinya Intan dan Rilli selalu saja. Menyempatkan diri untuk bersantai di teras depan rumah ataupun teras belakang nya.
Dan kebetulan hari ini, Intan sedang ingin menatap halaman depan rumah nya. Dengan di temani oleh Rilli. Namun, Rilli sekarang malah meminta izin untuk main keluar. Karena, di samping rumah mereka ada tetangga baru mereka yang baru pindah tiga hari yang lalu.
Anaknya juga usianya tak beda jauh dengan Rilli. Hanya saja dia anak laki laki. Sedangkan Rilli perempuan, Namun keduanya malah tampak akrab sekarang. Padahal, Mereka baru bertemu beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Ayo sana panggil dulu mbak dede nya sayang!! ".
Belum juga Rilli beranjak pergi, Sebuah mobil mulai memasuki gerbang. Dan Intan sangat hafal betul siapa pemilik mobil tersebut.
" Wah, Ada Oma datang sayang". Intan langsung bangkit dari kursinya. Dan tersenyum pada Rilli. Namun, Gadis kecil itu tampak bingung. Lantaran ia belum pernah bertemu dengan Mama Rena.
"Oma? ".Ulang Rilli menatap Intan dengan tatapan kebingungan nya.
Intan mengulas senyum teduhnya. Dan kini menggandeng gadis kecil itu. Untuk menghampiri Mama Rena yang baru saja turun dari mobilnya.
Rilli hanya menganggukkan kepalanya saja. Dan kini ikut tersenyum ramah. Sedangkan Mama Rena, Tampak begitu terkejut ketika melihat Rilli ada bersama putri nya. Apalagi ia bisa melihat dengan jelas. Wajah Rilli sangat mirip dengan Intan masih kecil dulu. Rilli memang fotocopy an nya Intan sebenarnya.
Tak bisa di pungkiri lagi, Jika Rilli sangat mirip dengan putri nya. Mama Rena juga belum tahu, Jika Adel dan Brian sudah resmi bercerai saat ini.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum".
" Waalaikumsalam, Mama kok ke Jakarta gak kasih kabar dulu?". Intan mencium punggung tangan Rena dengan takzim.
"Mama sekalian saja mampir nak. Tadi juga udah nelpon suami kamu". Mama Rena menjelaskan sambil tersenyum. Namun, Lirikan nya masih tetap tertuju pada Rilli. Yang sejak tadi malah selalu lengket dengan Intan.
"Hai Oma". Rilli ikut menyapa Mama Rena. Membuat Mama Rena langsung melirik ke arah Intan dan Intan pun hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum.
Mama Rena pun segera berjongkok. Dan tersenyum teduh pada Rilli. Dimana anak itu adalah cucunya sendiri. Melihat Rilli, Rena ikut merasa sedih. Anak secantik dan selembut Rilli. Harus lahir dengan cara yang menyedihkan seperti itu. Bahkan, Kini anak anak Intan akan bernasib sama. Anak yang diluar pernikahan semua.
"Oma kok nangis? ". Rilli mulai menghapus lelehan bening Di sudut mata Rena.
Tanpa banyak bicara lagi. Rena malah langsung mendekap tubuh kecil Rilli. Memasukkan nya kedalam pelukan nya. Dan mengecupnya tak henti hentinya. Intan yang melihat reaksi mamanya. Yang menurut Intan sedikit berlebihan itu. Hanya bisa tersenyum saja. Intan sama sekali tidak curiga dengan sikap mamamnya saat ini.
__ADS_1
TBC