
Jakarta...
Brian, Adel dan Mama Ana saat ini baru saja tiba di Jakarta. Adel memutuskan untuk tinggal di Jakarta sementara waktu. Namun, wanita itu belum mengambil keputusan untuk fakum dari dunia hiburan nya. Bahkan Brian sudah kehabisan kata kata untuk membujuk Adel meninggalkan pekerjaan nya itu.
Jika Brian mulai membahas masalah pekerjaannya. Adel selalu saja membahas akan kekecewaan yang di ciptakan oleh Brian. Mungkin Adel belum rela untuk fakum dari dunia hiburan nya. Karena saat ini namanya juga sedang naik daun. Dan tak mudah bagi Adel untuk sampai ke titik itu. Ia telah banyak mengorbankan waktunya. Dan Adel juga tidak mau melepaskan nya begitu saja.
Ya Brian dan Adel sama sama egois akan pendirian nya masing masing. Adel mengancam Brian, Jika Brian menceraikan Intan. Mungkin ia akan berpikir ulang tentang Karirnya. Dan mungkin ia juga akan rela meninggalkan dunia nya itu. Namun, sampai saat ini Brian juga tampak sulit mengambil keputusan nya. Dengan alasan Intan masih hamil anaknya, Darah dagingnya juga.
" Aku ke kantor dulu ". Pamit Brian pada Adel istrinya, padahal mereka juga baru tiba kurang lebih satu jam yang lalu. Tapi, Brian malah sudah ingin pergi lagi.
" Apa tidak bisa di tunda lagi?. Kau itu bosnya, kenapa tidak bisa di handle dengan asistenmu saja! ".Adel tampak protes saat Brian malah langsung ingin pergi lagi.
__ADS_1
" Sayang, ada meeting penting hari ini. Dan tidak bisa di wakilkan. Aku sudah satu bulan tidak ke kantor, tolong mengertilah! ". Brian masih saja bersikap lembut dan tak pernah ia membentak ataupun kesal pada istrinya itu.
Brian tahu diri dan ia juga cukup sadar, Jika luka di hati Adel tak akan mudah sembuh karena pengkhianatan nya itu. Sebagai seorang pria dan juga seorang suami Brian berusaha untuk bersikap adil. Bahkan, Brian masih saja ingin keduanya tetap sama sama bertahan dan saling menerima nantinya.
" Baiklah, langsung pulang saja! . Kau pekerjaan mu sudah selesai" . Brian mengangguk kan kepalanya dan mengecup kening istrinya. Adel sebenarnya masih ingin menjaga jarak dengan Brian. Tapi, besarnya rasa Cinta yang ia miliki untuk Brian. Mengalahkan kekecewaan yang ia rasakan ketika dikhianati.
Adel hanya berusaha untuk lebih sabar dan lebih ikhlas lagi. Meskipun hatinya masih menolak untuk merestui dan merelakan suaminya menikah lagi. Sejauh ini Brian memang tidak pernah menelantarkan dirinya. Bahkan semua kebutuhan hidupnya masih tetap tercukupi dan tak ada yang kurang satu apapun. Apalagi kasih sayang Brian juga tak ada yang berubah untuknya.
Adel menatap punggung suaminya yang mulai menjauh dari pandangan matanya. Adel sebenarnya juga belum sanggup untuk kehilangan Brian. Ia juga tidak bisa melepaskan Brian begitu saja. Namun, sayangnya Adel juga belum bisa menerima kehadiran Intan di antara mereka.
Adel pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya. Dia akan berusaha semampunya. Agar rumah tangganya dengan Brian kembali membaik . Tanpa ingin memikirkan hal lain lagi. Meskipun sebetulnya masih sangat berat untuk ia jalani. Namun, demi masa depan anaknya Adel akan tetap berusaha.
__ADS_1
" Mami...Boneka Rilli mana?". Teriak Brilliant Sang buah hatinya yang selama ini di besarkan oleh Grandma nya. Dan mulai hari ini ia sendiri yang akan mengurus suami dan juga putrinya.
" Sus, tolong ambilkan di mobil!. Mungkin masih ketinggalan tadi". Adel meminta Sang babysitter nya untuk membantu putrinya mengambil boneka kesayangan nya. Gadis cantik berusia enam tahun itu pun mulai mengikuti langkah pengasuhnya, menuju ke mobil yang masih terparkir di halaman depan rumah mewah itu.
" Ma, kenapa wajah Brilliant sama sekali tidak mirip denganku? ".
" Jangan aneh aneh kamu Del!. Brilliant memang tidak mirip denganmu, karena dia mirip Papinya". Jawab Mama Ana dengan cepat.
" Tapi, aku merasa Brilliant memang beda Ma. Coba saja Mama perhatikan sendiri! ".
" Adel, kamu belum amnesia kan saat melahirkan Brilliant enam tahun yang lalu? ". Mama Ana pun langsung memutuskan masuk kedalam rumah sebelum Adel melayangkan pertanyaan yang lebih detail lagi tentang putrinya itu.
__ADS_1
" Kenapa aku merasa Brilliant seperti mirip orang lain ? ".Batin Adel sembari terus menatap wajah putrinya dari teras rumah nya.
TBC