
Satu Bulan Kemudian...
Satu bulan berlalu hubungan Intan dan Brian juga masih jalan di tempat. Namun, sepertinya Intan sudah mulai terbiasa menerima keadaan sebagai istri kedua. Begitupula dengan Adel yang sampai saat ini tidak pernah membahas tentang pernikahan kedua Brian. Lebih tepatnya Adel berusaha untuk tidak ingin tahu. Karena ia juga sadar jika itu pasti akan menyakiti hatinya. Dan memperburuk hubungan nya dengan Brian.
Mama Ana pun sampai saat ini masih tinggal bersama anak dan menantunya. Dengan alasan Brilliant yang memang lebih dekat dengannya. Brian pun tak pernah mempermasalahkan akan hal itu. Karena isi pikiran Brian saat ini sudah sangat penuh akan hal mencari cara untuk menyatukan kedua istrinya agar bisa saling menerima satu sama lainnya.
Brian juga setiap dua minggu sekali mengunjungi Intan di Bandung. Namun, Brian masih saja berdalih karena urusan bisnis ia pergi ke luar kota. Rasanya belum begitu tega Brian kembali menoreh luka di hati Adel. Untuk berkata jujur jika dirinya dan Intan sudah bertemu kembali dan menjalani hubungan suami istri sama seperti dirinya.
Saat ini Adel dan Mama Ana sedang duduk di teras rumah belakang. Putrinya masih berada di sekolah. Sedangkan Brian sudah dua hari ini berada di luar kota.
" Ma, kita jalan jalan yuk!. Bosen nih dirumah mulu". Adel sudah mulai jenuh akan rutinitas nya yang baru satu bulan ia jalani sebagai ibu rumah tangga saja. Dan belum pernah hang out sama sekali sejak mereka tinggal di Jakarta.
" Nanti saja setelah Rilli pulang sekolah! ". Jawab Mama Ana yang memang memiliki karakter dan sifat yang sebenarnya tak beda jauh dari Adel sang putri semata wayangnya.
__ADS_1
" Kita bisa langsung jemput Rilli di sekolahnya saja Ma. Lagian, nanti juga bisa ganti di Mall". Adel terlihat tidak sabaran lagi. Karena jiwa shopping nya sudah meronta ronta. Apalagi ia baru saja melihat tas pengeluaran terbaru dan lagi discount pula.
Hal itu terang saja membuat Adel langsung gercep. Ia memang tak pernah mau ketinggalan model terbaru barang barang brand ternama. Bahkan, selama ini Adel juga selalu koleksi barang barang mewah. Sampai sampai ia bingung ingin memakainya yang mana dulu.
" Baiklah, ayo siap siap!!! ". Mama Ana pun lebih dulu bangkit dari tempat duduknya. Dan melenggang masuk tanpa menunggu Adel terlebih dahulu.
" Mama tungguin Adel! ". Serunya seraya beranjak mengejar sang Mama yang telah lebih dulu masuk kedalam rumah mewah itu.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Rilli sayang, kamu mau beli apa ?. Biar Grandma temenin ya! " . Ucap Mama Ana pada sang cucu.
Rilli pun hanya menggeleng kan kepalanya saja. Karena ia justru tidak tertarik untuk membeli barang barang mewah seperti Mami nya itu. Bahkan, Rilli memiliki sifat yang jauh berbanding terbalik dari Adel. Dan itu pun di akui oleh Mama Ana sebagai Grandma nya.
__ADS_1
" Beneran Rilli tidak mau shopping seperti Mami? ". Mama Ana masih saja ingin membujuk cucunya. Lagi lagi Rilli pun menggeleng kan kepalanya saja.
" No, Grandma. Rilli masih punya banyak baju, sepatu dan tas yang belum di pakai". Jawab gadis kecil itu sangat dewasa sekali dalam berpikir.
" Baiklah, kalau begitu biar Grandma temenin kamu cari buku dan majalah ya! ".
Kali ini Rilli pun langsung menganggukkan kepalanya setuju. Bahkan senyum nya langsung terbit. Sepertinya Rilli memang menuruni sifat dari Papinya yang hobby membaca dan koleksi buku buku. Tidak seperti Adel yang lebih suka koleksi barang barang tidak terlalu penting.
Mama Ana pun pamit kepada putrinya dulu sebelum beranjak ke toko buku yang ada di Mall itu. Menemani cucunya untuk mencari buku buku favoritnya disana.
" Grandma, Rilli mau kesana dulu ya! ". Pamit Rilli pada Mama Ana setelah mereka sampai di sebuah store khusus majalah dan menjual banyak buku buku lengkap, dari majalah bisnis, pendidikan, novel dan masih banyak lainnya.
" Oke sayang, carilah yang kamu mau!. Oma disini saja! ". Ucap Mama Ana sembari melihat lihat buku buku resep masakan yang ada di rak tepat di depan nya.
__ADS_1
Sedangkan Rilli sudah masuk ke lorong lain dan ingin mencari majalah favoritnya tentunya. Dimana gadis kecil itu memang suka koleksi buku buku tentang pendidikan dan dunia bisnis.