POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Senyum Miris


__ADS_3

Sore harinya Intan dan Brian pun langsung pamit pulang kembali ke Jakarta. Meskipun Mama Rena sebenarnya masih ingin Intan tinggal di Bandung. Namun, sekarang Intan juga sudah sah jadi istri Brian. Meskipun sebenarnya pernikahan meraka masih pernikahan sirih.Karena Brian juga belum mendapatkan persetujuan dari istri sah nya.


" Kamu kenapa sayang?". Brian menepikan mobilnya saat ia melirik Intan yang seakan sedang menahan sesuatu. Intan langsung membuka pintu mobil dan turun karena ia ingin muntah.


Hoekk... hoekk..


Brian ikutan turun dan memijat tekuk leher Intan. Dimana saat ini keduanya sudah sah menjadi sepasang suami istri dimata agama. Ketika melihat Intan seperti ini, mengingatkan Brian pada Adel saat istri pertama nya itu sedang mengandung Rilli putrinya.


Bahkan mereka yang sudah menikah hampir empat tahun lamanya baru di karuniai seorang anak. Hal itu dulu membuat Brian sangat bahagia. Brian juga bahagia pada saat itu Adel juga sudah tidak terlalu fokus pada dunia hiburan lagi.


Masa masa dimana Brian dan Adel tanpa ada saling mengecewakan satu sama lainnya. Bahkan keharmonisan rumah tangga nya adem ayem sampai usia Brilliant 3 tahun. Setelah itu Adel malah ingin kembali ke dunia hiburan.


Meskipun pada saat itu nama Adel sudah jatuh karena banyaknya persaingan dan daun muda yang lebih fres dari Adel. Tapi, saking sayangnya Brian pada istrinya. Ia pun membantu menaikkan kembali popularitas istrinya. Meskipun Brian harus main curang dengan kolega bisnis nya.

__ADS_1


" Aku baik baik saja sayang. Ayo kita lanjutkan perjalanan lagi! ".Ucapan Intan membuyarkan lamunan Brian akan masa lalunya bersama Adel. Dengan senyum tipis Brian pun mengangguk kepalanya. Dan membantu Intan masuk kedalam mobil kembali.


Brian pun ikut masuk kedalam mobil. Dan mulai melajukan kendaraan roda empat itu menuju Jakarta. Namun, saat baru jalan beberapa meter Brian kembali menghentikan mobilnya.


" Loh, kenapa mas? ". Intan menatap bingung karena perjalanan mereka masih jauh.


" Aku mau beli minum dulu sayang, kamu tunggu di mobil ya!!. Kamu pasti haus kan ? ".Intan hanya tersenyum sembari mengangguk jujur. Habis muntah Intan memang belum minum apapun tadi. Kerongkongan nya terasa kering tapi Intan tidak mau protes. Sebab, Ia tahu di dalam mobil mereka tidak membawa air minum tadi. Karena buru buru Intan malah melupakan nya.


" Coklat saja mas !! ". Jawab Intan yang tiba tiba malah ingin makan cemilan manis itu. Membuat Brian tersenyum dan mengusuk pucuk kepala Intan sayang.


Intan menatap punggung Brian yang menuju arah minimarket kecil di tepi jalan raya. Intan memilih untuk menyandarkan kepalanya di jok mobil. Namun, ketika ia ingin memejamkan matanya. Tiba tiba ponsel Brian berdering. Membuat Intan melirik kearah ponsel Brian dan nama Adel muncul memenuhi layar ponsel suaminya itu. Bahkan Adel melakukan panggilan video saat ini.


Intan hanya tersenyum kecut. Nama itu sampai saat ini masih ia ingat. Dan akan tetap Intan ingat sampai kapan pun. Tak ada niat Intan untuk mengangkat telpon dari Adel. Wanita itu membiarkan nya sampai Adel bosan menghubungi Brian.

__ADS_1


" Aku pikir aku adalah orang paling munafik dan kejam. Tapi, pada kenyataannya ... ".Intan tersenyum miris. Dan tak melanjutkan gumananya lagi.


" ******.... ".Intan tertawa sinis akan ucapannya barusan. Intan memang salah dan melakukan kesalahan yaitu mencintai dan menjalani hubungan dengan Brian. Pria yang sudah jelas mempunyai istri dan anak.


Namun, Intan juga masih punya hati nurani untuk tidak merebut Brian dari siapapun. Ia tahu ia salah, kesalahan nya bahkan mungkin di anggap rendah oleh semua orang. Tapi, pernah kah semua orang berpikir jika berada di posisinya sekarang.


Cinta... Ya sebuah ungkapan perasaan yang tidak bisa di ucapkan begitu saja. Cinta bisa tumbuh karena merasa nyaman. Dan Cinta bisa hilang jika tidak ada kepercayaan lagi di dalamnya.


Intan juga menerima apapun konsekuensi nya dalam hubungan nya dengan Brian. Yang awalnya ia ingin mundur secara diam-diam. Kini Intan malah merubah pikirannya untuk tetap maju dan mempertahankan hubungan nya.


Tidak ada satu orang pun yang rela harga dirinya di rendahkan. Meskipun ia juga sadar akan kesalahan nya sendiri.


" Akan aku tunjukkan arti ****** yang sebenarnya ". Ucap Intan dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


__ADS_2