POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Pertemuan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Akhirnya pada hari ini Intan dan Adel bisa bertemu dan di sana juga ada Grandpa David serta Mama Ana. Meskipun sebenarnya Intan sempat menolak. Karena ia masih belum sanggup untuk melihat dan bertemu kembali dengan istri sah Brian.


Dimana dulu Adel pernah mencaci dan juga berkata kasar padanya. Sampai Intan ingin menjauh dan hampir mengambil keputusan sendiri. Tanpa memikirkan janin yang sedang di kandung nya.


" Ayo sayang!!! ". Brian kembali menggandeng tangan Intan. Untuk masuk kedalam rumah mewah tersebut.


Karena Intan sedikit ragu untuk bertemu dengan keluarga Brian dan juga istri pertamanya. Apalagi saat ini perut Intan juga sudah terlihat membuncit. Intan hanya tidak ingin Adel merasakan sakit saat melihat perutnya. Karena, Selama ini Brian belum pernah membahas masalah kandungan Intan di depan istrinya.


" Mas, Aku pulang saja ya. Seperti nya aku belum begitu yakin untuk bertemu de...


" Sayang... ". Adel tiba tiba keluar dari dalam rumah dan langsung menghampiri keduanya, Yang masih berada di depan teras rumah mewah itu.

__ADS_1


Bahkan saat ini, Adel tampak tersenyum ramah pada Intan. Seolah tidak pernah terjadi apa apa di antara mereka sebelum nya. Padahal, Jika Intan ingat Adel adalah wanita yang sangat arrogant dan juga keras hati. Wanita itu sama sekali tak sama saat ia datang menemuinya di Apartemen waktu itu.


Adel bergelayut manja di lengan kekar Brian. Tapi, Senyumnya begitu teduh pada Intan. Intan bisa melihat bagaimana Adel sangat mencintai suaminya itu. Bahkan, Wanita itu pun sama sekali tak menganggap nya ada disana. Meskipun sedikit Intan merasa cemburu. Saat Adel bergelayut manja di lengan suaminya.


Namun, Intan berusaha untuk realistis. Ia berpedoman jika dirinya adalah orang ketiga. Dan kudu siap akan konsekuensi nya. Tentang hubungan nya dengan suaminya saat ini.


" Ayo Intan, Kita masuk kedalam!!!. Grandpa sudah menunggu kalian sejak tadi". Ucap Adel sambil terus menampilkan senyumnya.


Tetapi, Pandangan Adel terus tertuju pada perut Intan. Dimana ia juga sangat iri pada wanita cantik, Masih sangat muda dan juga bisa mengandung dengan mudah. Sedangkan dirinya penuh drama kehidupan yang sangat membuatnya muak sendiri.


Inilah yang Intan takut kan. Takut jika Adel malah berpikiran macam macam lagi. Dan kembali bersitegang dengan suaminya. Karena Brian belum jujur sepenuhnya pada dirinya sejak awal.

__ADS_1


" Adel nanti aku akan jelaskan. Sekarang lebih baik kita temui Grandpa dulu! ". Brian berkata sangat hati hati agar Adel bisa memahami posisi nya saat ini. Begitupula dengan Intan istri keduanya.


Adel pun langsung menganggukkan kepalanya. Meskipun ia benar benar terluka. Karena, Brian tetap saja tidak jujur padanya. Meskipun sebisa mungkin Adel tahan untuk tidak terlihat rapuh di depan Intan dan juga Brian. Tapi, Mata wanita itu tidak bisa bohong. Dan Intan bisa melihat itu semua.


Tak mudah di posisi Adel dan juga Intan saat ini. Tapi, kedua wanita itu berusaha untuk saling menerima satu sama lainnya. Agar mereka berdua bisa tetap bersama dengan pria yang mereka cintai.


Sedangkan di dalam sana, Mama Ana hanya bisa menahan emosi dan juga ke gerakan nya. Saat ia melihat Intan ada di tengah tengah mereka. Kalau bukan karena David meminta Brian untuk memperkenalkan Intan pada nya Mungkin Mama Ana sudah mencaci maki Intan sejak tadi.


Tapi tatapan Intan saat pertama kalinya masuk kedalam rumah. Ia malah teralihkan oleh seorang gadis kecil, Yang saat ini sedang memainkan boneka bersama babysitter nya di pojok ruangan.


" Dia putriku, Putri Brian juga". Adel langsung sensitif dan memperkenalkan Rilli pada Intan. Seolah ia takut kehilangan putrinya juga setelah ia harus rela berbagi suami dengan wanita lain.

__ADS_1


Intan pun hanya tersenyum tipis. Karena ia sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Adel. Hanya saja ketika melihat wajah Rilli. Intan merasa melihat masa kecilnya dulu.


TBC


__ADS_2