POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Dasar Mesum


__ADS_3

Puas saling adu kenikmatan, Kini keduanya telah lebih segar dan sudah memakai baju santai nya masing masing. Satu jam berada di dalam kamar mandi. Membuat keduanya lupa waktu. Dan begitu keluar malah hari sudah gelap.


Intan duduk di tepi ranjang nya. Sambil terus menatap kearah suaminya. Yang saat ini tengah menyugar rambutnya masih sedikit basah. Di depan cermin sana.


" Aku memang tampan sayang. Jangan menatapku seperti itu! ". Intan hanya tersenyum tipis saja.


Brian meletakkan sisir pada tempatnya semula. Dan kini menghampiri istrinya di ranjang sana. Ia ikut duduk di bibir ranjang , Tepat di samping istrinya. Senyum pria itu kembali terbit. Sedangkan tangannya, Terulur untuk menyentuh perut istrinya.


" Papi sudah kunjungi kamu tadi boy. Jadi, Sekarang jangan minta lagi ya! ". Seloroh Brian sambil terkekeh geli sendiri.


" Tapi, Mama masih mau Pi". Jawab Intan sambil menggoda suaminya.


" Mama, memang doyan sejak dulu boy. Jangan kaget ya!. Kalau nanti kamu udah lahir, Mama akan hamil lagi".


Pug...


Intan memukul pelan dada bidang suaminya. Membuat Brian langsung menarik tubuh istrinya ,untuk masuk kedalam dekapan hangat tubuhnya. Brian juga mendaratkan kecupan di pucuk kepala istrinya pelan.


" Kenapa mas, Malah pulang kesini lagi?. Seharusnya mas pulang kerumah mba Adel malam ini! ". Intan mulai bertanya pada suaminya. Ia juga langsung mendongakkan kepalanya. Agar bisa bisa menatap wajah tampan seorang Brian.

__ADS_1


" Aku sudah bilang dengan Adel. Dan dia juga mengizinkan ku sayang. Lagian, Adel bilang saat ini kau lebih membutuhkan aku. Daripada dia".


Brian berusaha untuk tetap menutupi . Apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini. Brian tak mau, Jika sampai Intan tahu dulu untuk sekarang. Karena, Di samping kandungan Intan yang sedikit lemah. Pria itu juga tidak mau membuat, Intan kembali banyak pikiran. Mungkin nanti , Jika baby boy sudah lahir. Brian akan berkata jujur pada Intan. Tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan mereka sejak dulu.


Lagian , Di samping itu juga. Brian ingin bertanya terlebih dahulu. Dengan ibu mertuanya. Yaitu mama Rena, Karena menurut Brian mama Rena jauh lebih jujur dan juga lebih bisa di percaya. Di bandingkan dengan Mama Ana.


" Benarkah?. Mas tidak bohong kan? ". Tanya Intan memastikan. Karena Intan tidak mau hubungan nya dengan Adel kembali rusak. Hanya karena Brian tidak bisa bersikap adil pada kedua istrinya.


" Iya sayang, Aku tidak bohong padamu". Brian mengecup bibir mungil Intan sekilas.


Sebelum Brian kembali ******* benda kenyal itu. Intan lebih dulu mendorong pelan dada bidang suaminya. " Aku lapar sayang". Rengek Intan manja. Membuat Brian langsung tersenyum.


" Baiklah, Kita makan sekarang ya!. Tadi, aku juga sudah beli sate padang. Sepertinya sangat enak". Sahut Brian berbinar.


Hal itu malah membuat Intan langsung terkekeh. Karena Intan tahu, Selama ini Brian tidak suka sate padang. Karena tekstur kuah kental bewarna kekuningan itu. Sangat membuatnya mual. Tapi, hari ini Brian malah membeli dan menginginkan makanan itu.


" Kenapa kau malah tertawa sayang? ". Tanya Brian masih belum sadar.


" Papi sedang ngidam ya?".

__ADS_1


" Ngidam? ". Ulang Brian bingung". Hei, Ayolah.. Yang hamil itu kamu sayang. Kenapa aku yang ngidam? ".


Ternyata Brian tak secerdas yang Intan bayangkan. Pria itu padahal sudah memiliki putri yang kini telah duduk di bangku sekolah. Tapi, Kenapa ia tak banyak tahu tentang orang hamil. Seharusnya Brian malah lebih berpengalaman. Karena, Adel juga pernah hamil dan melahirkan. Begitulah mungkin pikiran Intan saat ini.


" Katanya, Kalau istri yang hamil. Dan suaminya yang mengalami morning sickness ataupun ngidam. Itu artinya, Ikatan batin mereka sangat kuat sayang". Intan mulai menjelaskan dengan apa yang telah ia ketahui.


" Dan itu artinya, Mas sangat mencintaiku". Sambung Intan sambil mengeratkan pelukannya, Dan meduselkan kepalanya dibawah ketiak suaminya.


Brian pun tersenyum. Lalu mengusap rambut panjang istri nya. " Kalau kau tahu aku begitu mencintaimu. Maka, Jangan coba coba kabur lagi dari hidupku! ".


" Tergantung ".


Brian mengerutkan keningnya. Akan jawaban istri nya barusan. Dan itu malah semakin membuat Intan terkekeh. Wanita hamil itu mendongak kan kepalanya. Menatap kembali wajah tampan suaminya. Dengan sebuah senyuman manis nan teduhnya.


" Tergantung nafkah dan juga... ". Intan sengaja tak melanjutkan kata kata nya. Dan Brian yang langsung paham, Langsung menjitak jidad istrinya.


" Aww... ". Pekik Intan sambil mengerucutkan bibirnya.


" Dasar mesum". Celetuk Brian menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2