
Bandung pukul 10.00 Wib.
Semua masalah sudah terjadi, kini jika Brian menyesal pun tak ada gunanya lagi. Intan telah sah ia Nikahi beberapa man it yang lalu. Meskipun hanya pernikahan sirih saja. Setidaknya keduanya kini terhindar dari dosa. Dan zina yang selama ini telah mereka lakukan dengan sangat sadar diri.
Intan menangis saat sungkem dengan Mama Rena. Tangisnya saat ini karena ia sangat merasa bersalah dan telah membuat Mamanya ikutan masuk kedalam masalah besar. Yang kemungkinan nanti akan menimbulkan banyak masalah lainnya lagi.
Mama Rena pun ikut meneteskan air matanya. Entah kenapa perasannya sebagai seorang ibu saat ini tampak begitu sedih akan nasib putrinya. Di saat para orang tua akan menangis bahagia. Saat anak gadis nya di persunting orang lain. Sedangkan Mama Rena malah merasakan sedih yang tak tau apa penyebab nya.
" Jaga diri kamu baik baik sayang!!!. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri. Menurutlah pada suamimu!!. Karena kodrat seorang istri itu adalah melayani dan mengurus suaminya dengan baik! ".
" Jika ada masalah apapun nantinya di rumah tangga kalian. Mama harap kamu bisa sabar dan berpikir dengan jernih!. Dan untuk kamu Brian". Mama Rena kini menatap wajah sang menantunya ". Mama Minta tolong jaga Intan dengan baik!!. Seandainya kamu sudah lelah mencintai nya, Mama mohon jangan sakiti dan kecewakan dirinya!. Apalagi dengan perselingkuhan. Kembalikan saja Intan pada Mama dengan cara yang baik baik, Sama halnya ketika kamu ingin menikahi saat ini!!! ".
Deg....
Baik Intan maupun Brian saat ini sangat merasa tersinggung. Sebab, posisi mereka berdua sedang menyakiti wanita lain. Yang mana dia adalah istri sah Brian.
__ADS_1
Brian hanya mengangguk kepalanya sembari banyak pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya. Dua wanita yang berada di posisi yang sama saat ini. Telah benar benar membuat Brian menjadi pria rakus. Sedangkan Intan pun kembali terisak pilu. Intan saat ini merasa dirinya adalah wanita kejam dan tak mempunyai hati nurani lagi.
" Brian janji Ma. Brian akan mempertahankan rumah tangga kami apapun yang akan terjadi kedepannya nanti". Ucap Brian dengan sangat yakin.
Mama Rena tersenyum bangga akan jawaban Brian. Intan sudah tak mampu berkata kata lagi saat ini. Hidup nya bagaikan benalu yang selalu menjadi racun dan hama bagi tanaman lainnya.
Art Mama Rena dan beberapa tetangga yang ikut menghadiri pernikahan Intan dan Brian. Saat ini pun ikut larut dalam tangisan haru dari mereka. Mama Rena dan Intan sangat di kenal baik oleh mereka di kompleks tersebut. Jadi, para tetangga pun tak ada yang berpikir negatif tentang Intan saat ini.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat tangis haru dan tangis kesedihan memenuhi kediaman Mama Rena. Di tempat dan Negara yang berbeda juga saat ini. Adel tengah di sibukkan oleh pemotretan nya.
Ibu satu anak itu memang masih memiliki tubuh bak seorang gadis saja. Namun, jika di bandingkan dengan Intan. Adel berada di bawahnya. Sebab, Adel sering berpenampilan dengan make up dan juga barang barang yang mahal. Sedangkan Intan adalah sosok wanita yang selalu tampil sederhana dan jarang memakai make up kala ia tidak sedang dinas.
Hanya saja nasib keduanya tidak sama. Jika Adel memang sejak kecil selalu hidup bergelimang harta. Sedangkan Intan sudah mandiri sejak dini.
__ADS_1
" Rilli telpon kamu tadi Del". Ucap sang manajer memberitahu Adel saat wanita itu baru kelar pemotretan dan menghampiri nya.
" Apalagi nyang di inginkan anak ku itu?? ". Tanya Adel seolah ia tidak begitu perduli akan putrinya sendiri.
Helaan nafas sahabat Adel yang merangkap jadi manajernya pun begitu pelan. ". Del, Rilli itu putri kandung kamu . Apa tidak sebaiknya mulai sekarang kamu ajak dia untuk tinggal bersama di Apartemen saja? ".
Adel langsung menatap sahabatnya dengan senyum tipis di bibirnya. " Dia masih sekolah dan pasti akan sangat merepotkan jika tinggal bersamaku. Biarkan saja Rilli tinggal dengan Mami!. Lagian Papinya juga sudah mulai melupakan kami". Adel begitu acuh saat mengucapkan hal itu.
" Apa kau sudah mulai ingin melepaskan nya juga? ".
" Kau pikir aku sebodoh itu honey". Adel malah tertawa terbahak bahak. Membuat sahabatnya jadi penasaran apa yang sedang Adel rencakan sebenarnya.
" Aku harap kau tidak ikutan gila seperti suami itu Del! ".
Adel mengangkat bahunya acuh. " Aku yakin Brian tidak akan meninggalkan aku dan juga Rilli. Dan untuk wanita itu, aku akan menanganinya sendiri".. Adel tersenyum lalu duduk di kursi yang ada di dalam ruangan ganti.
__ADS_1
" Siapkan tiket untukku!!. Aku akan kembali terbang ke Indonesia sore ini juga! ".
TBC