POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Bertekad Untuk Jujur


__ADS_3

Kediaman Brian...


Adel yang begitu kesal karena telpon nya tak kunjung di angkat oleh suaminya. Kini memilih untuk mendaratkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di taman belakang. Adel sudah bisa menebak jika Brian pasti sedang bersama Intan. Karena art nya bilang. Brian belum pulang ke rumah sejak ia pergi ke Surabaya waktu itu.


Adel mengepalkan kedua tangannya menahan amarah di dalam dadanya. Namun, Adel juga tidak mau kalau sampai Brian malah ikutan emosi dan pada akhirnya ia yang rugi sendiri.


Adel menarik nafasnya dalam lalu ia buang perlahan. " Intan...". Adel tertawa sinis saat menyebutkan nama Intan.


Adel belum tahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang antara Intan dan Brian. Bahkan ia juga tidak tahu jika Intan sedang mengandung anak suaminya sendiri. Dan entah apa yang akan Adel lakukan jika ia tahu masalah ini. Apalagi Brian dan Intan sudah menikah secara agama di belakang nya.


Sejak tahu suaminya selingkuh. Adel hanya berusaha sabar dan tidak mengetahui apapun. Bahkan Adel juga sudah tidak mau mencari tahu apapun lagi tentang Intan dan Brian. Bagi Adel semuanya hanya akan menambah sakit hatinya saja. Dan akan lebih baik jika ia tidak tahu apapun. Meskipun sebenarnya sampai saat ini ia belum terima akan apa yang telah di lakukan Brian dan Intan di belakang nya.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah satu jam lebih dalam perjalanan. Saat ini Intan dan Brian baru saja tiba di Apartemen. Brian pun membantu istrinya untuk merebahkan diri di ranjang empuk mereka selama ini.


" Tidak usah masak!. Nanti sebelum makan malam aku akan usahan pulang kesini". Ucap Brian mengecup kening istrinya. Brian juga ikut mengusap perut Intan yang masih terlihat rata itu.


" Temani saja mbak Adel mas!!. Kasian dia jika harus di tinggal pergi lagi. Bukankah dia baru saja tiba tadi pagi".


" Besok kita cari pelayan saja!. Aku tidak mau kau melakukan semua pekerjaan rumah sendiri! ".Brian berbicara seraya bangkit dari ranjang.


" Hei, ayolah sayang. Bukankah selama ini aku juga bisa melakukan semuanya sendiri? ". protes Intan menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


" Tapi, sekarang beda sayang. Kau sedang hamil, ada anak kita di dalam sini". Ucap Brian sembari mengusap perut Intan kembali.


Intan pun hanya bisa pasrah. Meskipun ia menolak juga percuma, Karena Brian selalu saja memaksanya. Brian pamit untuk pulang ke rumah utama. Karena Adel sudah menunggu nya sejak tadi. Brian juga ingin memberitahu Adel saat ia pulang nanti. Bagi Brian sudah cukup ia menyembunyikan semua ini. Toh, sekarang Intan juga sudah menjadi istri keduanya.


Meskipun Brian tahu pasti Adel sangat marah besar padanya. Dan kemungkinan terburuknya adalah Adel pasti meminta nya untuk bercerai. Tapi, apapun nant keputusan Adel, Brian akan tetap berusaha untuk tidak memilih satu di antaranya. Dua wanita yang sangat ia cintai.


Intan saat ini sedang tidak mau berpikir macam macam. Tubuhnya benar benar lelah, lemas dan yang ingin Intan lakukan saat ini hanya memejamkan matanya.


Namun, ketika Intan ingin memejamkan matanya ponselnya berdering. Membuat Intan mengambil ponselnya yang ia letakan di atas nakas. Tatapan Intan begitu datar sudut bibir Intan mengulas senyum sinis saat ia menatap layar ponselnya.


Tanpa ragu lagi Intan pun langsung menggeser tombol hijau di layar ponselnya. " Halo".

__ADS_1


TBC


__ADS_2